Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Film Foufo Angkat Nilai Kekeluargaan Masyarakat Madura!

Film Foufo Angkat Nilai Kekeluargaan Masyarakat Madura!
poster film FOuFO (Instagram.com/tretanmuslim)
Intinya Sih
  • Film Foufo menjadi karya layar lebar pertama yang mengangkat budaya dan bahasa Madura, disutradarai Bayu Skak dan dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026.
  • Cerita Foufo menonjolkan nilai kekeluargaan khas Madura, terutama hubungan anak dengan ibu, serta menggambarkan keberanian dan kehangatan masyarakatnya.
  • Warga Madura menyambut positif film ini karena menghadirkan representasi budaya mereka di bioskop nasional, sekaligus memperkenalkan bahasa daerah kepada penonton luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Film Foufo hadir dengan mengangkat budaya dan bahasa Madura ke layar lebar Indonesia. Menjelang penayangannya pada 9 Juli 2026, film garapan Bayu Skak ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Madura yang merasa budaya dan kisah mereka akhirnya dihadirkan di bioskop.

Tak hanya itu, Foufo juga menjadi momen spesial bagi tim produksi karena untuk pertama kalinya menggelar roadshow di Madura. Lantas, seperti apa cerita dan alasan film ini mendapat perhatian dari masyarakat Madura? Simak ulasannya berikut ini.


Table of Content

1. Foufo angkat nilai kekeluargaan masyarakat Madura

1. Foufo angkat nilai kekeluargaan masyarakat Madura

Sekelompok orang duduk di ruang tamu sederhana bersama karakter berkostum merah hijau berbentuk alien dalam adegan film Foufo.
cuplikan scene film Foufo (dok. Skak Studios/Foufo)

Foufo mengangkat budaya Madura sebagai salah satu elemen utama dalam ceritanya. Film ini menampilkan nilai keberanian dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura. Melalui kisah tersebut, Foufo ingin memperkenalkan sisi lain budaya Madura kepada penonton Indonesia.

Salah satu nilai yang ditonjolkan dalam film ini adalah hubungan anak dengan orang tua, terutama sosok ibu. Ceritanya mengikuti seorang anak dari keluarga Madura yang berusaha menepati janjinya kepada sang ibu. Alur tersebut menjadi gambaran tentang eratnya hubungan keluarga yang diangkat sebagai bagian penting dalam Foufo.


2. Warga Madura bangga, budaya dan bahasa mereka hadir di layar lebar

Tiga pria berdiri berdekatan dengan ekspresi tegang dalam adegan film Foufo, salah satunya mengenakan kaus bergaris merah putih dan peci hitam.
cuplikan film Foufo (dok. Skak Studios/Foufo)

Foufo menjadi film berbudaya Madura pertama yang hadir di layar lebar Indonesia. Melalui ceritanya, film ini mengangkat budaya, bahasa, dan nilai kekeluargaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Madura. Kehadiran unsur-unsur tersebut membuat Foufo memiliki makna tersendiri bagi para penontonnya.

Sejumlah warga Madura yang telah menyaksikan Foufo mengaku bangga karena merasa budaya dan kisah mereka akhirnya hadir di bioskop Indonesia. Mereka juga mengapresiasi penggunaan bahasa Madura yang menjadi bagian dari cerita. Bagi sebagian penonton, pengalaman tersebut menjadi kali pertama menyaksikan film Indonesia di layar lebar yang menggunakan bahasa Madura.

Respons positif itu menunjukkan bahwa Foufo tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberi ruang bagi budaya Madura untuk dikenal lebih luas. Kehadiran bahasa daerah dalam film turut memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penonton. Tak heran jika Foufo mendapat sambutan hangat dari masyarakat Madura menjelang penayangannya di bioskop.


3. Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026

Karakter alien berwarna biru dengan kostum merah dan hijau sedang melambaikan tangan dalam cuplikan film Foufo.
cuplikan film Foufo (dok. Skak Studios/Foufo)

Foufo dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 9 Juli 2026. Film ini disutradarai oleh Bayu Skak, yang juga sebagai produser bersama Ricky R. Setiawan. Deretan pemainnya menghadirkan Tretan Muslim, Habib Ja'far, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, Siti Kamariyah, Ade "Bibier" Kurniyawan, Bambang Ceper, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

Salah satu pemain, Tretan Muslim, mengatakan bahwa Foufo juga menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan talenta asli Madura. Menurutnya, film ini ingin memperlihatkan kuatnya nilai kekeluargaan masyarakat Madura, terutama hubungan anak dengan sang ibu. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang ingin disampaikan kepada penonton melalui cerita yang dihadirkan.

Dengan mengangkat budaya, bahasa, dan nilai kekeluargaan masyarakat Madura, Foufo menawarkan cerita yang dekat dengan identitas daerah tersebut. Film ini sekaligus menjadi langkah menghadirkan representasi budaya Madura di layar lebar Indonesia saat mulai tayang pada 9 Juli 2026.

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku


Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More