Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Film Superhero Perempuan Terburuk, Supergirl Termasuk?

7 Film Superhero Perempuan Terburuk, Supergirl Termasuk?
still cut film Supergirl (dok. DC Studios/Supergirl)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tujuh film superhero perempuan dengan rating rendah di Rotten Tomatoes, termasuk Supergirl (1984) hingga Madame Web (2024).

  • Supergirl (2026) menjadi tambahan terbaru dalam daftar, mendapat 55% rating dan respons beragam meski akting Milly Alcock sebagai Kara Zor-El menuai pujian.

  • Kritik utama terhadap film-film ini mencakup alur cerita lemah, karakter kurang berkembang, serta eksekusi visual dan naskah yang tidak memenuhi ekspektasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Film superhero perempuan memang cukup sering menjadi sorotan di industri ini. Sayangnya, tidak semua adaptasi layar lebarnya berhasil memenuhi ekspektasi.

Beberapa judul justru menuai kritik karena buruknya eksekusi naskah hingga efek visual yang dianggap kurang maksimal. Menariknya, daftar film superhero perempuan terburuk kembali bertambah setelah Supergirl (2026) rilis.

Film tersebut memperoleh respon yang cukup beragam dari para kritikus dan penonton. Lantas, film apa saja yang masuk dalam daftar ini? Ini dia daftar film superhero perempuan terburuk dengan rating rendah di Rotten Tomaotes.

Table of Content

1. Supergirl (1984)

1. Supergirl (1984)

Posisi pertama dalam daftar film superhero perempuan terburuk ditempati oleh Supergirl yang rilis pada 1984. Film ini hanya memperoleh 19% di Rotten Tomatoes, menjadikannya salah satu adaptasi superhero DC dengan rating terendah.

Berbeda dengan Supergirl versi terbaru, film ini mengikuti kisah Kara Zor-El, sepupu Superman, yang meninggalkan Argo City untuk mencari Omegahedron. Pencariannya membawanya ke Bumi, tempat artefak tersebut jatuh ke tangan penyihir jahat bernama Selena.

Demi mencegah Selena memanfaatkan kekuatan Omegahedron, Supergirl harus menghadapi berbagai rintangan. Meski premisnya terdengar menarik, banyak kritikus menilai eksekusi film ini jauh dari harapan. Alur ceritanya dianggap terlalu sederhana dan berjalan tanpa arah yang jelas.

Selain itu, karakter Supergirl dinilai kurang memiliki daya tarik yang kuat. Sosok Kara memang digambarkan ceria dan penuh optimisme, tetapi kepribadiannya dianggap belum cukup mampu membuat penonton terhubung secara emosional.

2. Barb Wire (1996)

Lanjut ke film kedua, Barb Wire (1996). Film adaptasi komik Dark Horse ini dibintangi Pamela Anderson. Berlatar 2017, film Dark Horse menceritakan kisah Barb Wire, seorang tentara bayaran yang tinggal di kota distopia bernama Steel Harbor.

Meski tidak memiliki kekuatan super, Barb memiliki kemampuan bertarung, keahlian menembak, serta motor kesayangannya untuk menyelesaikan berbagai misi berbahaya. Setelah dirilis, Barb Wire menuai banyak kritik karena jalan ceritanya dianggap membingungkan dan kurang fokus.

Penampilan Pamela Anderson sebagai pemeran utama juga menjadi sorotan. Banyak kritikus menilai aktingnya kurang mampu menghidupkan karakter Barb Wire, baik dalam adegan dramatis maupun adegan komedi.

3. Catwoman (2004)

Berikutnya ada Catwoman (2004) yang hanya meraih 8% di Rotten Tomatoes. Film ini menjadi film superhero perempuan terburuk karena dianggap gagal menghadirkan sosok Catwoman.

Alih-alih mengadaptasi karakter Selina Kyle, film ini memperkenalkan tokoh baru bernama Patience Phillips yang diperankan Halle Berry. Patience adalah seorang desainer grafis pemalu yang bekerja di perusahaan kosmetik Hedare Beauty.

Suatu hari, ia secara tidak sengaja mengetahui rahasia kelam perusahaan tempatnya bekerja. Penemuan tersebut membuatnya menjadi target pembunuhan, hingga akhirnya ia memperoleh kekuatan yang mengubahnya menjadi Catwoman.

Meski premisnya cukup menarik, banyak penggemar kecewa karena film ini hampir tidak memiliki keterkaitan dengan versi Catwoman dalam komik Batman. Selain itu, Catwoman juga menuai kritik karena alur ceritanya dinilai biasa saja.

Adegan aksinya pun dianggap kurang kreatif. Selain itu, penggunaan efek visual serta CGI juga menjadi sasaran kritik dari penonton. Akan tetapi, penampilan Halle Berry justru menjadi salah satu aspek yang paling sering mendapat apresiasi. Bagaimaa? Tertarik untuk menonton?

4. Elektra (2005)

Elektra menempati posisi keempat dalam daftar film superhero perempuan terburuk. Film spin-off dari Daredevil ini hanya memperoleh 11% di Rotten Tomatoes dan dianggap sebagai salah satu adaptasi karakter Marvel yang paling mengecewakan.

Film ini menceritakan kisah Elektra Natchios, seorang pembunuh bayaran yang dihidupkan kembali setelah kematiannya di Daredevil. Berbekal kemampuan bela diri an kekuatan mistis, Elektra menerima misi untuk membunuh seorang pria bernama Mark Miller beserta putrinya, Abby.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru berbalik melindungi keduanya dari organisasi ninja The Hand. Sebenarnya, film ini cukup menarik untuk ukuran film aksi superhero. Sayangnya, hasil akhirnya justru menuai banyak kritik.

Alur cerita dinilai berjalan lambat dan nuansa tegang yang dibangun menjadi tidak maksimal. Selain itu, karakter Elektra juga dianggap kurang mendapat pendalaman karakter yang benar. Padahal di versi komik, ia dikenal sebagai karakter yang kompleks.

5. Dark Phoenix (2019)

Berikutnya ada Dark Phoenix (2019) yang memperoleh 22% di Rotten Tomatoes. Film ini mengadaptasi salah satu alur cerita paling populer dalam komik X-Men, yaitu The Dark Phoenix Saga.

Dark Phoenix menceritakan kisah Jean Grey yang menyerap kekuatan kosmik misterius. Kekuatan tersebut pun membuat kemampuan mutannya meningkat drastis. Sayangnya, adaptasi kisah ini tidak mampu memenuhi ekspektasi penggemar.

Sebenarnya, film ini cukup menarik untuk film aksi superhero. Sayangnya, hasil akhirnya justru menuai banyak kritik. Alur cerita dinilai berjalan lambat dan nuansa tegang yang dibangun menjadi tidak maksimal.

Selain itu, sejumlah karakter X-Men juga dianggap kurang mendapat pendalaman karakter yang benar. Hubungan emosional antaranggota juga tidak muncul dengan maksimal.

Kombinasi naskah yang kurang solid, pengembangan karakter yang terbatas, dan eksekusi cerita yang terburu-buru membuat film ini mendapat banyak ulasan negatif. Sayang banget, ya.

6. Madame Web (2024)

Berikutnya ada Madame Web (2024) yang hanya meraih 10% di Rotten Tomatoes. Film yang menjadi bagian dari Sony's Spider-Man Universe ini sempat menarik perhatian karena mengangkat karakter Madame Web ke layar lebar untuk pertama kalinya.

Sayangnya, antusiasme tersebut tidak diikuti dengan respon positif dari para kritikus. Premis tentang kemampuan meramal masa depan sebenarnya cukup menarik dan unik. Alih-alih mengandalkan pertarungan besar, Madame Web mencoba membangun asal-usul karakter dengan nuansa misteri dan thriller.

Namun, banyak kritikus menilai eksekusinya kurang maksimal. Alur ceritanya dianggap terlalu mudah ditebak dan konflik yang diangkat terasa datar. Samapi sekarang, film ini masih sering masuk dalam daftar film superhero perempuan terburuk.

7. Supergirl (2026)

Terakhir ada Supergirl (2026) yang menjadi debut Milly Alcock sebagai Kara Zor-El. Film ini memperoleh 55% di Rotten Tomatoes dengan respons kritikus yang cukup beragam.

Supergirl terbaru ini mengisahkan asal-usul Kara Zor-El yang berusaha menemukan jati dirinya sebagai seorang pahlawan. Berbeda dengan versi 1984, Supergirl (2026) menghadirkan karakter Kara yang lebih percaya diri, berani, dan memiliki kepribadian yang kuat.

Penampilan Milly Alcock bahkan mendapat banyak pujian karena berhasil menghadirkan sosok Supergirl yang karismatik. Sayangnya, kualitas akting tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan ceritanya. Beberapa konflik juga dianggap kurang berkembang dan ritme cerita kurang konsisten.

Daftar film superhero perempuan terburuk di atas, menunjukkan bahwa rating rendah gak selalu membuat sebuah film sepenuhnya sulit dinikmati. Meski mendapat rating rendah di Rotten Tomatoes, beberapa film tersebut tetap memiliki basis penggemar yang menyukai jalan ceritanya. Jadi, apakah ada film lain yang juga layak masuk daftar ini?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

FAQ seputar film superhero perempuan terburuk

Film superhero perempuan apa yang memiliki rating Rotten Tomatoes paling rendah?

Di antara daftar ini, Catwoman (2004) menjadi yang terendah dengan skor 8% di Rotten Tomatoes.

Mengapa banyak film superhero perempuan mendapat kritik?

Penyebabnya beragam, mulai dari alur cerita yang kurang kuat, pengembangan karakter yang minim, hingga adaptasi yang terlalu jauh dari versi komik.

Apakah Supergirl (2026) termasuk film yang gagal?

Dengan rating 55% di Rotten Tomatoes, film ini mendapat respons yang beragam. Beberapa kritikus memuji akting pemeran utama, tetapi sebagian lainnya menilai penyajiannya masih belum maksimal.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More