Review Sakra, Adaptasi Demi-Gods and Semi-Devils dari Donnie Yen

Donnie Yen menjadi ketua partai pengemis

Review Sakra, Adaptasi Demi-Gods and Semi-Devils dari Donnie Yen

Pendekar Negeri Tayli atau yang lebih dikenal sebagai Demi-Gods and Semi-Devils, akhirnya mendapatkan adaptasi layar lebarnya sendiri. Adaptasi tersebut disutradarai oleh Donnie Yen dan diberi judul “Sakra” yang bisa diartikan sebagai “powerful” atau “berkuasa”.

Demi-Gods and Semi-Devils itu sendiri merupakan novel wuxia (cerita silat) yang dibuat oleh Jin Yong pada tahun 60-an. Di Indonesia, Demi-Gods and Semi-Devils pernah diterbitkan dalam bentuk cerita silat dan komik. Kehadiran Sakra di bioskop, membawa kenangan tersendiri bagi orang-orang yang tumbuh bersamaan dengan cerita silat.

Film ini didaftarkan sebagai “web distributed film” di National Radio and Television Administration China. Pada tahun 2022, konsep posternya diperlihatkan pada Festival Film Cannes.

1. Qiao Feng sang ketua partai pengemis

Film ini berfokus pada kisah Qiao Feng (Donnie Yen) yang merupakan ketua dari partai pengemis dari kerajaan Song Utara. Qiao Feng dituduh telah membunuh wakil ketua partai pengemis.

Selain itu Qiao Feng juga difitnah sebagai orang Khitan, yang merupakan musuh utama dari kerajaan Song Utara. Deretan fitnah tersebut membuat Qiao Feng dikucilkan oleh teman dan sekutunya. Di tengah-tengah perjalanan mencari tahu siapa dalang di balik semua ini, Qiao Feng bertemu dengan Azhu (Chen Yuqi).

Azhu merupakan pelayan dari keluarga Murong Fu (Wu Tue) yang tidak mengetahui siapa orang tua dia sebenarnya. Azhu dijanjikan identitas keluarga dan kisah masa lalunya, bisa dia berhasil mencuri kitab sakti para Shaolin. Dalam proses pencurian tersebut, dia kepergok Qiao Feng hingga akhirnya menerima serangan tapak Vajra dari pemimpin Shaolin. Melihat Azhu sekarat, Qiao Feng memutuskan untuk melarikan diri bersama Azhu.

Selama melarikan diri kondisi Azhu semakin memburuk. Qiao Feng tahu kalau di dunia ini hanya ada satu orang tabib yang bisa menyembuhkan luka tapak Vajra. Tabib tersebut merupakan sekutu dari partai pengemis. Mau tidak mau, Qiao Feng harus kembali dan menghadapi teman-temannya demi Azhu.

Baca Juga: Review Mummies, Petualangan Para Mumi Mesir ke Dunia Manusia

2. Sebuah adaptasi yang kurang lengkap

Kisah Demi-Gods and Semi-Devils sebenarnya terbagi menjadi tiga karakter utama dengan tiga babakan besar. Sepertinya Donnie Yen memilih untuk mengadaptasi kisah Qiao Feng saja agar cerita tiga arah ini berjalan lebih sederhana. Tetapi efeknya ada banyak bagian yang membingungkan, terutama bagi orang-orang yang belum pernah membaca cerita silat karya Jin Yong.

Akan ada banyak plot yang terasa melompat atau maju dan mundur tanpa aba-aba. Hasilnya akan ada banyak bagian yang terasa sulit untuk diikuti atau disambungkan begitu saja. Rasanya seperti melihat saluran air yang tiba-tiba dibuka lebar dan kemudian ditutup dengan paksa. Terlalu banyak potongan cerita yang melebar ke sana ke mari.

Andai saja Donnie Yen mencantumkan kisah-kisah Duan Yu dan Xuzhu, pasti kisah Sakra bakal lebih mudah diikuti. Terutama untuk porsi Duan Yu yang seharusnya jauh lebih banyak terlibat dan berhubungan langsung dengan kisah Qiao Feng.

3. Koreografi yang ciamik

Berkebalikan dengan urusan cerita, koreografi di Sakra ini pantas diacungi empat jempol sekaligus. Kami menikmati setiap adegan wiring yang dihadirkan di Sakra. Berbagai wiring ditempatkan di titik-titik tertentu yang menyebabkan gerakan Qiao Feng terasa sangat cepat dan tajam.

Selain itu kami juga terkejut dengan pemanfaatan CGI untuk efek Qigong dari Qiao Feng. Meskipun sederhana, efek tersebut membuat kami yakin kalau Qiao Feng sangat sakit mandraguna. Serangan telapak naganya, mengingatkan kami akan force push and pull dari Star Wars. Mungkin karena fungsinya sama, bedanya jauh lebih sakit saja.

Pokoknya untuk urusan koreografi, Sakra bisa kami nobatkan sebagai salah satu film silat terbaik di tahun ini. Belum pernah kami melihat adegan perkelahian “wire-fu” sedahsyat ini. Meskipun pada bagian pertempuran akhir CGI-nya terasa kurang detail karena adegannya terlalu masif.

4. Kesimpulan

Sakra adalah film silat seru yang wajib kamu tonton di bulan Januari ini. Kesaktian Qiao Feng hanya ternoda sedikit karena cerita dan alur yang membingungkan.

Di luar itu, Sakra adalah film silat epik yang bisa kami ganjar dengan nilai 3,8 dari 5 bintang review. Film ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu liburan Tahun Baru Imlek 2023 nanti.

Jika kamu penasaran dengan kisah perjuangan Qiao Feng, Sakra bakal hadir di bioskop-bioskop Indonesia pada 18 Januari 2023.

Baca Juga: Review A Man Called Otto, Saat Tom Hanks Memerankan Kakek Galak 

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU