Ini 4 Alasan Anak-anak Tidak Akan Suka Film Joker!

Bukan karena level kekerasannya doang ya!

film joker

Film Joker memperoleh rating dewasa, jadi sejak awal juga anak-anak tidak boleh menonton film ini kecuali dengan bimbingan orang tua. Tapi kalaupun ada anak di bawah umur yang mencoba menonton, saya ragu mereka akan bisa menikmati film ini. 

Jangan salah, dari kualitas sih film Joker ini bagus, meski masih memiliki kelemahan. Tapi ada beberapa alasan anak-anak tidak akan suka film Joker

1. Pendekatan film ini bukan aksi

pantauan penayangan film jokerfacebook.com/jokermovie

Sebelum ini, film berdasarkan seri superhero dengan nuansa kelam dan dewasa adalah Logan. Tapi Joker mengambil pendekatan berbeda dari itu. 

Meski dewasa, Logan masih menyajikan banyak aksi di dalam filmnya. Bahkan adegan pembukanya saja memperlihatkan Logan tua beraksi brutal. 

Joker mengambil pendekatan bergaya drama psikologis. Jumlah adegan aksi di film ini sebenarnya bisa dihitung dengan jari. Fokus utamanya soalnya adalah mengenai karakter Arthur Fleck, dan kondisi mentalnya yang terus memburuk. 

Bukan hanya bisa dihitung jari, adegan kekerasan di film ini juga biasanya berlangsung dengan relatif cepat. Jangan harap kamu bisa melihat adegan aksi panjang seperti bagian hutan di klimaks Logan. 

Jujur, saya pribadi merasa lebih seperti melihat drama kriminal ketimbang film seperti Logan. Jadi kalau kamu masuk ke film ini ingin melihat film aksi berdarah gaya  Deadpool, Logan, atau John Wick, kamu bakal kecewa. 

Baca Juga: Di Amerika Serikat, Polisi Turun Mengawasi Penayangan Film Joker!

2. Tingkat kekerasan

penayangan film joker di los angeles dan new york dijaga polisifacebook.com/jokermovie

Saya sudah menulis di atas kalau adegan kekerasan di film ini bisa dihitung dengan jari. Joker bukan seperti film Hellboy terbaru, yang begitu penuh gore sampai sensornya di Indonesia benar-benar berantakan. 

Meski begitu, setiap adegan kekerasan ini disajikan dengan begitu realistis. Setiap pembunuhan yang terjadi bisa berpotensi membuat shock. Ada satu adegan pembunuhan, terutama, yang tersaji dengan sangat brutal dan berdarah. 

Di sisi lain, ada juga satu adegan pembunuhan yang sama sekali tidak berdarah, namun bisa membuat penontonnya merasa tidak nyaman karena prosesnya tidak instan. 

3. Penyajian karakter Arthur Fleck

penayangan film joker dijaga polisifacebook.com/jokermovie

Beredar meme yang memperlihatkan kalau film Joker menyemangati orang-orang untuk berbuat jahat, karena Joker katanya adalah orang baik yang menjadi jahat karena situasi masyarakat. 

Benarkah begitu? Kalau kamu menonton filmnya apa adanya sih mungkin saja kamu mengira begitu. Tapi kalau kamu mengamati baik-baik filmnya, kamu akan mendapati kalau jawabannya tidak sesederhana itu. 

Apakah Arthur Fleck benar-benar orang baik? Benarkah Thomas Wayne adalah orang jahat? Kita seperti diajak untuk melihat dunia film ini dari mata Arthur Fleck, yang diselimuti kegilaan. 

Cara penyajian karakter Arthur Fleck ini bisa dibilang adalah salah satu kekuatan film Joker. Konsepnya benar-benar tidak sesederhana orang baik yang kemudian menjadi jahat karena sekelilingnya buruk. Bagaimana kalau sejak awal, masalahnya memang berada di Arthur?

Pergolakan karakter ini bisa jadi bahan perdebatan tersendiri. Tapi saya merasa penyajian ini berpotensi meleset dan kurang diperhatikan oleh penonton di bawah umur. 

4. Tidak ada Batman

batman jokermicrosoft.com

Berhubung film ini berjudul Joker, saya merasa bakal ada anak di bawah umur atau orang tua yang ingin menonton bersama keluarga karena mengira Batman akan muncul. 

Kalau kamu menonton trailer, kamu pasti tahu kalau mustahil Batman ada di film ini. Bruce Wayne masih kecil saat Arthur Fleck mulai menjadi Joker. 

Itulah empat alasan anak-anak tidak akan suka film Joker. Sekali lagi: ini bukan film Deadpool, di mana rating dewasa ada untuk menutupi rentetan adegan kekerasan dan seksual. 

Joker adalah film drama psikologis, sejenis dengan film seperti Taxi Driver. Jenis yang memang sejak awal sulit untuk dipahami begitu saja oleh anak di bawah umur. Bila ada anak di bawah umur yang tetap nekat menonton? Saya curiga sih mereka ya bakal bosan. 

Baca Juga: Di Amerika Serikat, Polisi Turun Mengawasi Penayangan Film Joker!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU