6 Kelemahan Film Ant-Man and The Wasp: Quantumania

Apa saja kelemahan dari film ketiga Ant-Man ini?

ant-man.jpg

Tentu saja tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk dengan film Ant-Man and The Wasp: Quantumania yang tentunya punya beberapa kelemahan.

Kelemahan tersebut beragam mulai dari yang ringan sampai yang paling dikiritik oleh orang-orang, apa saja itu?

1. Visual efeknya yang terasa kurang terutama di awal-awal film

ant-man quantum realmmarvel studios

Film Quantumania itu berlatar di Quantum Realm, sebuah jagat fiksi yang ada di Marvel Cinematic Universe.

Dengan begini, hampir 90% filmnya akan menggunakan CG untuk latar fiksinya ini.

Namun, terutama di awal film itu visual efeknya terasa kurang bagus bagi sebagian orang.

2. Karakter utama justru tak menjadi sorotan utama

the wasp.jpgmarvel studios

Nama filmnya adalah Ant-Man and The Wasp: Quantumania, tentu Ant-Man (Scott) dan The Wasp (Hope) adalah dua karakter utamanya.

Namun kalau kita spesifik membahas ke The Wasp, Hope itu hampir tak punya peran yang diingat di film ini selain bagian akhirnya.

3. Lebih banyak 'menceritakan' dibandingkan 'menunjukan'

ant-man-and-the-wasp-quantumania-kang-1.jpgmarvel studios

Karakter Kang dan akting dari Jonathan Majors jelas salah satu keunggulan dan momen terbaik di filmnya.

Namun, karakter Kang selalu "diceritakan" sebagai karakter yang berbahaya, karakter yang "diceritakan" telah mengalahkan banyak Avengers sampai lupa berapa banyak Avengers yang sudah ia kalahkan. Pokoknya Kang tidak boleh sampai keluar Quantum Realm!

Tetapi, kengerian Kang ini lebih banyak "diceritakan" melalui dialog, bukan "ditunjukan". Memang mungkin untuk menghindari spoiler soal karakternya, tapi tetap saja lebih baik menunjukan dibandingkan menceritakan.

4. Selain Kang dan Janet, karakter lainnya terasa kurang menarik

kang dan janet.jpgmarvel studios

Banyak yang sepakat kalau film ini bukan filmnya Ant-Man (Scott) dan The Wasp (Hope), tapi justru filmnya Kang dan Janet.

Kedua karakter itu lebih banyak digali, ditambah Jonathan Majors yang memerankan Kang dan Michelle Pfeiffer yang memerankan Janet juga membawa karakternya dengan sangat baik, salah satu yang terbaik dari film ini.

Tapi, karakter lainnya terasa kurangd ari segi perkembangan karakter, dialog karakter, dan aktingnya juga (jika dibandingkan Jonathan Majors dan Michelle Pfeiffer).

5. Komedi yang kadang kena kadang tidak, lebih banyak tak kenanya

Ant-Man and the Wasp: Quantumaniadok. Marvel Studios/ Ant-Man and the Wasp: Quantumania

Seperti film marvel Cinematic Universe lainnya, komedi khas Marvel Studios tetap coba dimasukan di film ini.

Dari beberapa komedi yang ada, kebanyakan adalah komedi yang terasa kurang masuk dengan situasi, skenario, dan penontonnya.

Jadi banyak juga yang merasa kalau penulisan komedi di film ini justru menjadi kelemahannya.

6. Film yang hanya terasa jadi pijakan untuk Saga berikutnya

Kang the Conqueror face.jpgKang the Conqueror. (Dok. Marvel Studios/Ant-Man and the Wasp: Quantumania)

Meskipun judulnya Ant-Man, tapi mirip seperti poin 2 dan poin 4, film ini terasa hanya sebagai pijakan untuk Saga baru.

Ini adalah kelemahan shared universe atau film di dunia dan jagat yang sama karena satu film bisa dibuat hanya sebagai "roda" penggerak film berikutnya, dan itu sangat terasa di Quantumania.

Eksposisi untuk siapa itu Kang, apa itu ancaman dari Kang, bagaimana bahayanya Multiverse dan perjalanan waktu sangat ingin ditunjukan di sini. Tapi karakter utamanya justru tenggelam.

Ironisnya, bahkan di post credit kedua penonton jadi lebih semangat dengan kelanjutan Loki dibandingkan Cassie Lang, yang secara logika adalah "masa depan" seri Ant-Man, ini filmnya Ant-Man, lho.

Nah itu beberapa kelemahan dari film Ant-Man and The Wasp: Quantumania. Kamu tak sependapat atau punya pendapat lain? Tulis di kolom komentar, ya.

Baca Juga: 10 Misteri Ant-Man and The Wasp: Quantumania yang belum Terjawab!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU