Review Shang-Chi and The Legends of Ten Rings! Buka Jalan Fase 4 MCU?

Perjuangan Shang-Chi mencari jati dirinya!

Review Shang-Chi and The Legends of Ten Rings! Buka Jalan Fase 4 MCU?

Setelah dua bulan lamanya Indonesia berhadapan dengan badai COVID-19 kedua, akhirnya pemerintah mengizinkan bioskop untuk beroperasi kembali. Kebetulan, Disney Indonesia memiliki Shang-Chi and The Legends of Ten Rings sebagai film perdana yang bisa disaksikan di bioskop kesayanganmu.

Shang-Chi and The Legends of Ten Rings bercerita tentang sebuah organisasi pembunuh misterius yang menjadi pemicu utama seorang Tony Stark membuat baju zirah canggih di dalam gua. Organisasi misterius itu ternyata sudah berdiri selama ribuan tahun dan menjadi latar utama kisah Shang-Chi and The Legends of Ten Rings.

1. Sang Pembawa 10 Cincin

Review Shang-Chi and The Legends of Ten Rings! Buka Jalan Fase 4 MCU?Dok. Marvel

Kisah Shang-Chi and The Legends of Ten Rings dimulai ketika Xu Wenwu (Tony Leung) menggunakan sepuluh cincin ajaib untuk menguasai dunia kegelapan. Satu persatu wilayah berhasil dikuasai oleh Wenwu sehingga dirinya cukup kuat untuk menghancurkan sebuah negara dari balik bayangan.

Wenwu menamai organisasinya sebagai ‘Ten Ring’. Suatu hari dia penasaran dengan sebuah wilayah yang dikenal sebagai Ta Lo. Wilayah tersebut menyembunyikan sebuah desa yang berisikan orang-orang sakti yang dilatih oleh sang dewa secara langsung. Dalam perjalanannya mencari Ta Lo, Wen Wu bertemu dengan Jiang Li (Fala Chen).

Jiang Li bukanlah wanita biasa, dia adalah penjaga Ta Lo yang bertugas menahan orang-orang yang lolos dari jebakan hutan hidup dan berusaha masuk ke Ta Lo. Keduanya lalu bertarung untuk pertama kalinya. Wenwu yang sangat kuat ternyata dengan mudah dikalahkan oleh Li.

Wenwu yang kalah bukannya dendam malah datang kembali keesokan harinya dan mengajak Li berkenalan. Keduanya ternyata jatuh cinta pada pertarungan pertama dan memutuskan untuk meninggalkan Ta Lo.

Pada akhirnya Li dikarunia dua orang anak, mereka adalah Shang-Chi (Simu Liu) dan Xialing (Meng’er Zhang). Shang-Chi tumbuh menjadi seorang petugas parkir valet bersama dengan Katy (Awkwafina), sementara sang adik membuka tempat pertarungan bawah tanah di Makau, Tiongkok.

Keduanya dipertemukan lagi ketika organisasi Ten Ring mengincar kalung mereka yang menjadi petunjuk arah menuju Ta Lo.

Baca Juga: Film Shang-Chi Resmi Tayang di Bioskop Indonesia 22 September!

2. Jackie Chan Movie Vibes

Review Shang-Chi and The Legends of Ten Rings! Buka Jalan Fase 4 MCU?Dok. Marvel

Kami tidak tahu apa yang ditonton oleh Destin Daniel Cretton ketika menulis naskah Shang-Chi bersama dengan David Callaham. Sebab kami menemukan rasa dan cara bercerita yang sama dengan film Jackie Chan di Shang-Chi. setidaknya di sepertiga awal film.

Menyaksikan aksi Simu Liu berkelahi di dalam bus membuat kami ingat beberapa adegan di Police Story. Selain itu beberapa adegan lainnya mengingatkan kami akan era Jackie Chan yang baru masuk ke Hollywood melalui film populer seperti Mr. Nice Guy dan Rush Hour.

Sayangnya vibes tersebut berhenti ketika Shang-Chi melakukan reuni keluarga bersama sang ayah. Sebagai gantinya kita disuguhi cara bercerita khas barat yang cukup standar untuk ukuran film Marvel. Seandainya saja Destin Daniel Cretton tetap menggunakan cara bercerita Jackie Chan yang merenteng kisah melalui jeda adegan laga, pasti Shang-Chi bakal menjadi film Marvel yang “one of the kind”.

Untunglah aksi Shang-Chi kembali dilanjutkan di sepertiga akhir film. Meskipun di saat yang bersamaan kami juga menemukan vibes kota ajaib ala Wakanda versi diskon yang dilengkapi dengan senjata-senjata aneh yang kali ini tidak dibuat dengan menggunakan Vibranium.

3. Duo Simu Liu dan Awkwafina

Review Shang-Chi and The Legends of Ten Rings! Buka Jalan Fase 4 MCU?Dok. Marvel

Simu Liu dan Awkwafina menghadirkan duet yang selama ini belum pernah hadir di film Marvel manapun. Melihat akting mereka berdua itu seperti melihat kombinasi akting antara Jackie Chan dan Chris Tucker. Keduanya sanggup melengkapi, tapi Awkwafina diplot sebagai pemecah suasana, terutama ketika adegan yang ditampilkan terlalu serius.

Selain sebagai pemecah suasana, Awkwafina juga berakting layaknya narator yang menjelaskan plot Shang-Chi secara gamblang bagi orang umum. Terdengar out of place, tetapi justru sangat menghibur. Apalagi kebanyakan dialognya disajikan dengan menggunakan intonasi stereotip Asia.

Di Shang-Chi kamu juga bakal disuguhi akting Tony Leung yang meyakinkan. Dengan melihatnya saja kamu bakal tahu kalau sebenarnya Mandarin atau Wenwu sangat sayang pada kedua anaknya. Tapi rasa bersalahnya terhadap sang istri membutakan matanya.

Rasanya penjahat Marvel sangat jarang ditampilkan memiliki dua sisi layaknya Wenwu. Hal ini menjadikan Wenwu sebagai salah satu penjahat Marvel yang forgivable, atau dimaklumi segala perbuatannya.

4. Kesimpulan

Review Shang-Chi and The Legends of Ten Rings! Buka Jalan Fase 4 MCU?Dok. Marvel

Shang-Chi and The Legends of Ten Rings merupakan film Marvel yang sangat apik dan memiliki impak melebihi Black Panther. Rasanya karakter Shang-Chi ini bisa dimasukkan ke film Marvel mana saja, tanpa takut tenggelam oleh karakter utama. Meskipun begitu, dunia mistis milik Dr. Strange masih menjadi pilihan yang seimbang bagi Shang-Chi.

Shang-Chi sebaiknya memiliki filmnya sendiri di masa depan agar gaya penyampaiannya bisa dipertahankan. Tapi kalaupun tidak, setidaknya dia sudah memiliki pondasi cukup kuat sehingga bisa disejajarkan dengan karakter Marvel lainnya.

Shang-Chi and The Legends of Ten Rings bisa kami ganjar dengan nilai 4 dari 5. Satu-satunya bagian yang mengurangi penilaian kami adalah bagian penyampaian cerita ala film barat yang membuyarkan seluruh fokus awal dari film ini yang seharusnya lebih cenderung ke film kung fu era Jackie Chan.

Seperti biasa, kalau kamu ingin nonton film ini di bioskop, jangan lupa patuhi protokol kesehatan ya. 

Baca Juga: Shang-Chi Kantoran! Simu Liu Membagikan Foto Waktu Jadi Model Foto!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU