Dok. A24 (The Death of Robin Hood)
Jika kamu mengharapkan film aksi petualangan yang ceria, kamu akan salah tempat. The Death of Robin Hood memiliki tempo (pacing) yang pelan dan sengaja dibangun untuk menguliti psikologis karakter utamanya. Michael Sarnoski kembali menggunakan keahliannya dalam meracik cerita emosional di tengah kesunyian, sama seperti yang ia lakukan di film Pig.
Sutradara berhasil menciptakan atmosfer yang depresif namun indah. Desain produksinya kotor, berdarah, dan sangat membumi. Transisi dari masa lalu Robin yang penuh kekerasan ke masa tuanya yang rapuh dieksekusi dengan sangat rapi, memberikan vibes yang sangat mirip dengan film Logan.
Sebagai film produksi A24, fokus utama film ini adalah eksplorasi karakter (character-driven), bukan tontonan blockbuster musim panas. Beberapa penonton kasual mungkin akan merasa film ini terlalu lambat atau kekurangan adegan panahan epik yang identik dengan nama Robin Hood.
Koreografi pertarungannya memang brutal dan realistis, namun porsinya tidak banyak. Film ini lebih mementingkan akibat dari kekerasan itu sendiri dibandingkan memamerkan kekerasannya. Jadi, bersiaplah untuk lebih banyak dialog filosofis dan momen perenungan yang sunyi.