Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Ulasan Film Phi Phong The Blood Demon, Teror Iblis Folklor Vietnam

Ulasan Film Phi Phong The Blood Demon, Teror Iblis Folklor Vietnam
Dok. BlueBell Studios (Phi Phong: The Blood Demon)
Intinya Sih
  • Film Phi Phong: The Blood Demon mengangkat mitologi Vietnam tentang iblis penghisap energi yang bersembunyi di balik wujud manusia, berlatar di desa terpencil pegunungan utara.
  • Kekuatan utama film ini terletak pada visual dan desain artistik yang memukau, meski alur ceritanya terasa datar dan kurang mendalam dibandingkan aspek estetikanya.
  • Paruh kedua film melambat karena eksposisi mitos yang panjang, namun atmosfer kuat dan pendalaman folklor membuatnya tetap menarik bagi penonton pencinta horor visual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di tengah gempuran tren horor Asia Tenggara, Phi Phong: The Blood Demon (Phi Phông: Quỷ Máu Rừng Thiêng) garapan Do Quoc Trung mencoba tampil beda dengan mengangkat mitologi lokal yang spesifik.

Film ini bukan sekadar wahana penakut-nakuti, melainkan sebuah upaya ambisius untuk mengonversi folklor tradisional menjadi sebuah intellectual property horor komersial yang menjanjikan.

Table of Content

1. Teror dari Dataran Tinggi Vietnam

1. Teror dari Dataran Tinggi Vietnam

MV5BNjJkYmZmNDEtYzgxZC00Y2Q4LWJhYzUtZmU2OWY0N2YzZWNjXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. BlueBell Studios (Phi Phong: The Blood Demon)

Berlatar di sebuah desa terpencil di pegunungan utara Vietnam, film ini mengupas legenda Phí Phông entitas iblis yang berwujud manusia biasa di siang hari, namun berubah menjadi monster penghisap energi kehidupan di malam hari. Narasi digerakkan oleh tragedi kematian yang memaksa para karakter utamanya menggali rahasia kelam dan ritual kuno desa tersebut, yang tanpa sengaja membangunkan kembali sang iblis.

2. Atmosfer dan Artistik yang Luar Biasa

1777998167301_quy-hut-mau-rung-thieng.jpg
Dok. BlueBell Studios (Phi Phong: The Blood Demon)

Kekuatan utama film ini terletak pada aspek artistiknya yang sangat menonjol dan bergaya. Alih-alih mengandalkan jump scare murahan dengan set seadanya, Phi Phong: The Blood Demon berhasil membangun kengerian sekaligus keindahan visual secara bersamaan. Desain desa di atas gunung sangat impresif, menampilkan rumah-rumah berstruktur panggung yang dicat hitam pekat, menciptakan kontras yang tajam dengan latar alam yang didominasi oleh warna hijau dan biru. Selain itu, desain kostum karakternya pun tak kalah memukau; tidak tampil warna-warni secara mencolok, namun sangat kuat merepresentasikan etnis dan budaya tertentu dengan estetika yang dipikirkan matang.

Namun, sayangnya, kemegahan visual tersebut tidak diimbangi oleh kedalaman cerita. Dari segi naskah, alur Phi Phong cenderung bergulir terlalu lurus tanpa kejutan atau hambatan konflik yang berarti. Hal ini membuat penceritaannya pada titik tertentu terasa "sekadarnya saja". Tidak buruk, namun terasa sangat jomplang jika dibandingkan dengan sisi artistiknya yang dahsyat. Beruntung, jajaran pemeran utama memberikan performa akting yang solid. Kemampuan mereka menopang beban emosional karakter menjaga agar alur cerita film ini tetap menarik dan enak untuk diikuti hingga akhir.

3. Paruh Kedua yang Menurun

1477602_phiphongtheblooddemon_675283.jpg
Dok. BlueBell Studios (Phi Phong: The Blood Demon)

Sebagai karya yang berusaha menanamkan lore baru ke benak penonton, ada harga yang harus dibayar pada ritme penceritaan. Di pertengahan film, elemen eksposisi yang menjelaskan asal-usul dan aturan main dari mitos ini membuat pacing terasa agak melambat. Bagi sebagian penonton, penumpukan narasi di babak kedua ini mungkin terasa sedikit bertele-tele sebelum akhirnya mencapai resolusi di babak ketiga.

Pada akhirnya, Phi Phong: The Blood Demon berhasil membuktikan bahwa cerita rakyat lokal bisa dieksekusi menjadi tayangan horor berkualitas dengan standar sinematik yang rapi. Meski ritmenya sesekali tersendat oleh eksposisi cerita, pembangunan atmosfer dan pendalaman mitologinya membuat film ini sangat layak dinikmati, terutama bagi mereka yang mencari film horor dengan visual kelas kakap.

Synopsis Phi Phong: The Blood Demon

Berlatar di sebuah desa terpencil yang memukau di dataran tinggi pegunungan utara Vietnam, tersembunyi sebuah legenda kelam tentang Phí Phông. Di balik deretan rumah panggung tradisional berwarna hitam pekat yang sangat kontras dengan keindahan alam sekitarnya, masyarakat dihantui oleh entitas supranatural purba. Makhluk mengerikan ini mampu membaur sebagai manusia biasa di siang hari, namun diam-diam berubah wujud di malam hari untuk menghisap darah dan energi kehidupan warga desa.

Ketenangan semu di desa tersebut akhirnya hancur ketika sebuah tragedi kematian tragis menimpa seorang ibu. Peristiwa duka ini mendorong dua saudara untuk tidak tinggal diam dan mulai menelusuri jejak masa lalu. Pencarian mereka mengupas rahasia gelap serta ritual-ritual kuno yang selama ini dikubur rapat oleh para penduduk, membawa mereka menyusuri tradisi etnis yang indah namun sarat akan misteri.

Nahasnya, alih-alih sekadar menemukan kebenaran, penyelidikan mereka justru memicu malapetaka dengan tanpa sengaja membangunkan kembali sang iblis yang telah lama tertidur. Kini, di tengah teror yang mengancam nyawa, karakter-karakter utama ini harus berjuang bertahan hidup sekaligus menanggung beban emosional yang berat untuk memutus kutukan berdarah di desa mereka.

Phi Phong: The Blood Demon
2026
4/5
Directed by Đỗ Quốc Trung
Producer

Vo Nguyen Dan

Writer

Đỗ Quốc Trung

Age Rating

D17+

Genre

Kengerian, Misteri

Duration

120 Minutes

Release Date

26-06-2026

Theme

Folklore, Ghost, Haunted, Cursed

Production House

Bluebells Studio

Where to Watch

CGV, Cinema XXI, Cinepolis

Cast

Kiều Minh Tuấn, Nutthacha Padovan, Diệp Bảo Ngọc, Trần Gia Huy, Minh Anh

Trailer Phi Phong: The Blood Demon

Galeri Phi Phong: The Blood Demon

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More