Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Keputusan Salah yang Diambil Avatar, Sebagian Berakibat Fatal!

8 Keputusan Salah yang Diambil Avatar, Sebagian Berakibat Fatal!
Avatar aang dan Korra
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti delapan keputusan keliru para Avatar, dari Wan hingga Korra, yang berdampak besar terhadap keseimbangan dunia dan memicu konsekuensi jangka panjang.
  • Kesalahan mereka mencakup tindakan impulsif seperti membebaskan roh jahat, mendirikan organisasi korup, hingga gagal mengantisipasi ambisi sahabat yang berujung perang besar.
  • Dampak keputusan tersebut terus terasa lintas generasi, bahkan menyebabkan hilangnya koneksi spiritual antar Avatar serta munculnya konflik baru di era setelah Korra.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selama ribuan tahun, para Avatar dikenal sebagai penjaga keseimbangan dunia. Namun meski memiliki kekuatan dan kebijaksanaan yang luar biasa, para Avatar tetaplah manusia yang bisa membuat kesalahan.

Beberapa keputusan mereka mungkin terlihat masuk akal pada masanya, tetapi seiring berjalannya waktu justru memicu konsekuensi besar yang memengaruhi dunia selama puluhan hingga ribuan tahun.

Mulai dari membebaskan roh kegelapan, mendirikan organisasi yang berubah menjadi korup, hingga keputusan yang dampaknya mungkin masih terasa hingga era Avatar berikutnya, berikut 8 keputusan salah yang pernah diambil para Avatar dan konsekuensi fatal yang mengikutinya.

1. Wan Membebaskan Vaatu

Raava vs Vaatu di Avatar Korra.jpg
Raava vs Vaatu di Avatar Korra

Saat melihat Raava dan Vaatu bertarung, Wan mengira Raava adalah pihak yang menindas sementara Vaatu adalah korban. Tanpa memahami konflik yang telah berlangsung selama ribuan tahun, ia memutuskan untuk ikut campur.

Wan kemudian menggunakan pengendalian api untuk memisahkan Raava dan Vaatu. Keputusan yang dilandasi niat baik ini justru menjadi bencana besar karena Vaatu kembali bebas menyebarkan kekacauan ke seluruh dunia.

Kesalahan tersebut memaksa Wan menghabiskan hidupnya untuk memperbaiki keadaan. Pada akhirnya ia harus menyatu secara permanen dengan Raava, menciptakan Avatar pertama demi menghentikan ancaman yang tanpa sengaja ia lepaskan sendiri.

2. Kuruk Memilih Memburu Roh Gelap Sendirian

avatar-the-last-airbender-avatar-kuruk.png
Avatar Kuruk di Serial Avatar

Sebagai penerus Yangchen, Kuruk menghadapi banyak roh yang marah kepada manusia akibat berbagai kompromi yang dibuat generasi sebelumnya. Untuk melindungi dunia, ia memilih memburu roh-roh berbahaya tersebut secara diam-diam.

Masalahnya, Kuruk menggunakan pendekatan yang sangat agresif. Ia menghancurkan roh-roh tersebut satu per satu sambil menyembunyikan seluruh konflik dari teman-teman maupun dunia.

Setiap pertarungan perlahan merusak jiwa dan tubuhnya. Kuruk akhirnya meninggal pada usia 33 tahun, sementara dunia tidak pernah memahami pengorbanannya. Kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkannya kemudian memicu berbagai krisis yang harus dihadapi Kyoshi.

3. Kyoshi Mendirikan Dai Li

Agen Dai Li berdiri di ruangan remang dengan pakaian hitam dan hijau khas, di samping lentera menyala dari serial animasi Avatar: The Last Airbender.
Agen Dai Li. (Dok. Nickelodeon/Avatar: The Last Airbender)

Setelah menghadapi berbagai kekacauan politik di Ba Sing Se, Kyoshi memutuskan membentuk Dai Li sebagai pasukan khusus untuk melindungi budaya dan stabilitas kota.

Pada masanya, keputusan ini memang berhasil menjaga ketertiban. Namun Kyoshi tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi setelah ratusan tahun berlalu.

Dai Li perlahan berubah menjadi organisasi rahasia yang korup dan sangat berkuasa. Mereka mencuci otak warga, memanipulasi Raja Bumi, mengendalikan informasi, hingga akhirnya membantu Azula merebut Ba Sing Se. Ironisnya, salah satu ancaman terbesar Kerajaan Bumi justru berasal dari organisasi yang dibentuk oleh Kyoshi sendiri.

4. Roku Mengampuni Sozin

Sozin dan Avatar Roku (dok. Nickelodeon/Avatar: The Last Airbender)
Sozin dan Avatar Roku (dok. Nickelodeon/Avatar: The Last Airbender)

Roku mengetahui ambisi sahabatnya, Sozin, untuk memperluas wilayah Negara Api. Ketika Sozin mulai menjalankan rencananya, Roku datang dan menghancurkan istananya sebagai peringatan.

Meski begitu, Roku tidak sanggup membunuh sahabat masa kecilnya. Ia memilih memberi kesempatan kedua dan berharap Sozin berubah.

Keputusan ini menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah dunia Avatar. Setelah Roku meninggal, Sozin langsung melancarkan Perang Seratus Tahun dan memulai genosida terhadap seluruh Pengembara Udara.

5. Aang Meninggalkan Pelatihan Avatar State di Ba Sing Se

Aang Dikalahkan Azula di Avatar The Last Airbender.jpg
Aang Dikalahkan Azula di Avatar The Last Airbender

Saat berlatih bersama Guru Pathik, Aang hampir berhasil menguasai Avatar State sepenuhnya. Namun di tengah proses tersebut, ia mendapat kabar bahwa Katara sedang dalam bahaya.

Aang memutuskan meninggalkan pelatihannya sebelum selesai dan langsung menuju Ba Sing Se.

Akibatnya, ia menghadapi Azula tanpa persiapan yang matang. Petir Azula kemudian menghantam Aang saat berada dalam Avatar State, membuatnya koma dan nyaris mengakhiri Siklus Avatar untuk selamanya.

6. Aang Membentuk Republic City di Bekas Koloni Negara Api

Republic City di Avatar Korra Patung Aang 1.jpg
Republic City di Avatar Korra Patung Aang

Setelah perang berakhir, Aang dan Zuko menghadapi masalah besar mengenai koloni-koloni Negara Api yang telah berdiri selama beberapa generasi di wilayah Kerajaan Bumi.

Alih-alih mengembalikan seluruh wilayah tersebut kepada Kerajaan Bumi, Aang mendukung pembentukan negara baru yang kemudian berkembang menjadi Republic City dan United Republic.

Keputusan ini memang membawa perdamaian dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan ketegangan politik baru yang menjadi salah satu akar konflik di era Korra. Banyak pihak menilai keputusan tersebut menyelesaikan satu masalah sambil menciptakan masalah baru yang berbeda.

7. Korra Membuka Portal Roh Secara Permanen

momen Korra mengeluarkan jurus Spiritbending (dok. Nickelodeon/Avatar: The Legend of Korra)
momen Korra mengeluarkan jurus Spiritbending (dok. Nickelodeon/Avatar: The Legend of Korra)

Setelah Harmonic Convergence berakhir, Korra mengambil keputusan besar dengan membiarkan portal roh tetap terbuka. Ia percaya manusia dan roh seharusnya hidup berdampingan seperti pada masa kuno.

Keputusan tersebut memang membawa perubahan positif, seperti kembalinya roh ke dunia manusia dan lahirnya generasi baru Pengembara Udara. Namun pada saat yang sama, batas antara kedua dunia menjadi semakin kabur dan berbagai masalah baru mulai bermunculan.

Menariknya, sinopsis serial Avatar: Seven Havens mengungkap bahwa Avatar setelah Korra hidup di dunia yang telah hancur akibat bencana besar, dengan Dunia Roh dan dunia fisik sama-sama porak-poranda. Meski penyebab pastinya belum diketahui, banyak penggemar menduga keputusan Korra membuka portal roh akan menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi pada kondisi dunia di era Avatar berikutnya.

8. Korra Kehilangan Hubungan dengan Avatar Terdahulu

Korra kehilangan roh Avatar.jpg
Korra kehilangan roh Avatar

Dalam pertarungan melawan Unalaq dan Vaatu, Raava berhasil dipisahkan dari tubuh Korra lalu dihancurkan oleh Vaatu.

Walaupun Raava akhirnya lahir kembali dan Korra berhasil menyelamatkan dunia, hubungan spiritual dengan seluruh Avatar sebelumnya ikut terputus.

Akibatnya, Korra menjadi Avatar terakhir yang dapat terhubung dengan Aang, Roku, Kyoshi, Kuruk, Yangchen, dan Wan. Seluruh pengetahuan serta pengalaman yang diwariskan selama ribuan tahun hilang dalam satu peristiwa, menjadikannya salah satu kerugian terbesar dalam sejarah Siklus Avatar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Ramadhan
EditorDimas Ramadhan

Related Articles

See More