Review The Fable: John Wick Jepang Yang Mengocok Perut!

The Fable jadi bagian dari Japanese Film Festival 2019

Review The Fable: John Wick Jepang Yang Mengocok Perut!

Japanese Film Festival jadi tempat yang oke banget buat kamu nonton film-film Jepang dengan harga murah. Untuk tahun ini, JFF 2019 menampilkan banyak film oke, salah satunya adalah Angel Sign yang sebagian segmennya merupakan co-production dengan sineas Indonesia.

Setelah Angel Sign, jujur saya cukup bingung memilih film selanjutnya yang ingin ditonton. Dengan perhelatan JFF 2019 yang mencapai ujungnya, pilihan saya jatuh ke The Fable yang disutradarai Kan Eguchi. Menonton The Fable di hari terakhir JFF di CGV Paris van Java Bandung, saya pulang dengan perasaan terkesan. Seperti apakah film The Fable sebenarnya?

1. Pembunuh bayaran menjalani kehidupan normal

Review The Fable: John Wick Jepang Yang Mengocok Perut!filmlinc.org

The Fable (Junichi Okada) adalah seorang pembunuh bayaran profesional. Ia sudah dilatih sejak usia dini dengan seni membunuh, bela diri, dan pertahanan hidup. Ia beraksi tanpa menunjukkan rasa ampun atau belas kasih karena ia menjalani pekerjaannya sebagai seorang profesional.

Kini The Fable mendapatkan tugas baru dari sang bos (Koichi Sato), yaitu untuk menjalani hidup sebagai orang biasa selama satu tahun. Dengan dalih sebagai latihan penyamaran, The Fable dikirim ke Osaka untuk hidup jadi orang biasa biasa di bawah lindungan Yakuza lokal dari kelompok Meguro. The Fable yang kini mengambil identitas Akira Sato juga ditemani oleh partner-nya (Fumino Kimura) yang menyamar sebagai adik Akira, Yoko.

Namun, Akira dan Yoko datang di waktu yang kurang tepat. Kelompok Meguro tengah diguncang isu kudeta oleh Sunagawa (Osamu Mukai). Belum lagi mereka juga akan menyambut kepulangan anggota mereka Kojima (Yuya Yagira) yang dikenal senang membunuh orang. Hal ini kemudian diperparah karena ada dua orang pembunuh saingan Code (Ryo Kimura) dan Hood (Kai Inowaki) yang ingin memburu sosok The Fable. Misi Akira dan Yoko jadi taruhannya, karena jika Akira membunuh barang satu orang saja, nyawanya yang bakal menghilang selanjutnya.

2. Keluguan seorang pembunuh

Review The Fable: John Wick Jepang Yang Mengocok Perut!filmlinc.org

Komedi dari The Fable berasal dari berbagai running gag para karakternya. Kebanyakan berasal dari sosok Akira itu sendiri yang tidak memiliki pengetahuan tentang kehidupan masyarakat normal. Ia menganggap makan serangga sangat normal, dan ia pun tidak memahami konsep "mentraktir" teman.

Meski demikian, kelucuan Akira juga berasal dari kepribadian sosoknya sendiri. Ia sangat sensitif terhadap makanan panas dan bisa panik bahkan jika menyantap makanan hangat. Ia juga senang dengan komedi receh, terutama dari komedian Jackal Tomioka.

Baca Juga: Film Baru Rurouni Kenshin akan Hadir 3 Juli 2020 di Jepang!

3. Aksi gun-fu cantik

Review The Fable: John Wick Jepang Yang Mengocok Perut!filmlinc.org

Untuk ukuran film komedi, The Fable justru punya adegan aksi yang sangat, sangat keren! Koreografi aksinya cukup mengingatkan pada John Wick, dimana Akira sebagai The Fable mampu bertarung dengan kombinasi senjata pistol dan shotgun, serta bela diri dengan sangat fluid dan cantik. Apalagi menjelang akhir film, koreografi aksinya benar-benar over the top dan bikin gregetan. Rupanya, adegan aksi film ini dikoreografikan oleh Alain Figlarz yang dikenal berkat kontribusinya di film The Bourne Identity, Taken 2 dan 3, serta Anna.

Di samping cantik, aksi dalam film The Fable juga cukup sadis dengan tampilan kekerasan yang sangat gamblang. Nyawa sangat murah di film ini, dan bakal ada banyak mayat bergelimpangan kiri-kanan. Meskipun tidak ada organ tubuh yang terurai, tampilan darah yang melimpah ruah disertai visual orang mati ditembak yang sangat jelas mungkin akan membuat beberapa orang kurang nyaman.

4. Aksi-komedi, atau komedi-aksi?

Melabeli dirinya sebagai film aksi-komedi, The Fable buat saya sendiri justru lebih kuat di segmen aksinya karena elemen itulah yang benar-benar membuat The Fable menonjol.

Setelah menonton The Fable dan menyaksikan credit title dalam iringan theme song Born This Way dari Lady Gaga, saya baru sadar bahwa film ini adalah adaptasi manga karya Katsuhisa Minami, dan meskipun saya sudah membaca manganya saya justru semakin yakin bahwa elemen komedi dalam serial ini memang hanya bumbu tambahan saja alih-alih menjadi sebuah elemen utama.

Meski demikian, film The Fable mengembangkan aksi Akira lebih jauh lagi. Kan Eguchi mampu meng-upgrade sosok Akira dari pembunuh pro berdarah dingin di manga menjadi John Wick versi Jepang di filmnya. John Wick yang suka guyonan garing lebih tepatnya, hehe. Walaupun komedi dalam The Fable terasa kurang mengigit, aksinya tak perlu diragukan merupakan salah satu yang terbaik untuk standar film Jepang.

Baca Juga: Review Angel Sign: Lampaui Batasan Bahasa Lewat Antologi Film Bisu

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU