Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023

Satu hari dalam 12 jam, semua kejahatan dilegalkan tanpa ada keadilan, polisi, atau paramedis yang bekerja.

Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023

Seperti apa Amerika Serikat di tahun 2023? Mungkin yang kalian bayangkan semuanya akan lebih mudah dengan beragam teknologi canggih atau robot-robot dalam film Real Steel sudah mulai bermunculan. Sayangnya, bukan itu yang terjadi.

Tahun 2023 di Amerika Serikat, sebuah penguasa baru menerapkan sebuah aturan yang sanggup membuat negaranya memiliki statistik luar biasa, diantaranya sama sekali tidak ada kriminalitas dan angka pengangguran hanya 5%. Namun, dengan sebuah aturan yang mereka beri nama The Purge yang bisa diartikan pelampiasan.

Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023

Sebelumnya citizen sudah melihat film The Purge di tahun 2013, dan kali ini sekuel film tersebut diluncurkan dengan judul The Purge: Anarchy. Dengan latar tahun 2023, tepatnya pada 21 Maret 2023 dimana aturan ini sudah berjalan beberapa tahun.

The Purge: Anarchy memiliki cerita yang lebih luas dibanding film sebelumnya. Kali ini setidaknya ada tiga kisah yang nantinya akan menjadi fokus cerita dalam satu malam pelampiasan di Los Angeles, yang diawali oleh Eva Sanchez (Carmen Ejogo), seorang ibu dengan anaknya Cali (Zoe Soul) yang mencoba melewati hari pelampiasan yang berlangsung selama 12 jam ini. Bagi yang belum tahu, The Purge atau hari pelampiasan ini merupakan satu hari dimana selama 12 jam semua jenis kejahatan dilegalkan, termasuk dengan membunuh. tidak akan ada keadilan, polisi, atau paramedis yang bekerja di malam itu. Semua orang dipersilahkan untuk menggunakan senjata di bawah kelas 4 kepada siapapun dan dengan cara apapun.

Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023

Malam itu, selain Eva dan Cali, sepasang kekasih Shane (Zach Gilford) dan Liz (Kiele Sanchez) harus terjebak di luar rumah saat malam pelampiasan karena mobil yang digunakannya mogok. Dengan cara yang cukup klise, mereka semua dipertemukan oleh Leo Barnes (Frank Grillo), seorang polisi yang berniat melakukan pelampiasan kepada Warren Grass (Brandon Keener), orang yang telah membunuh anaknya. Leo yang sudah siap dengan segala perlengkapan untuk melakukan pelampisan terpaksa harus menundanya karena harus menyelamatkan Eva, Cali, Shane dan Liz.

Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023 Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023

Dari awal film suasana tegang sudah terasa, apalagi bagi yang sudah pernah menonton film sebelumnya. Para pemeran pembantu melakukan tugasnya dengan baik, khususnya orang-orang yang ingin melakukan pelampiasan, terlihat menakutkan dengan senjatanya masing-masing. Termasuk sebuah geng dengan topeng yang selalu datang tiba-tiba. Unsur kesenjangan sosial pun akan sangat tampak saat hari pelampiasan ini berlangsung, aturan dari New Founders of America (NFA) ini membuat orang miskin tidak bisa bertahan hidup lama.

Film karya James DeMonaco ini sudah pasti masuk kategori film dewasa, karena beberapa pembunuhan sadis terlihat dengan cukup jelas. Jadi, bagi para penggemar film jenis ini rasanya tidak boleh melewatkan The Purge baik yang pertama ataupun yang kedua ini.

Review The Purge: Anarchy: Lihat Kejamnya Pemerintahan Amerika Serikat di Tahun 2023

Kabar baiknya, Jason Blum yang menjadi salah satu produser dari The Purge: Anarchy sudah menyiapkan film ketiga yang menjadi prequel dari film ini. Sebuah jawaban bagi kita, bagaimana sebenarnya pemerintahan baru yang ada disana bisa melakukan aturan yang sangat kejam ini.

The Purge: Anarchy sendiri sudah tayang sejak bulan Juli lalu di Amerika Serikat. Sedangkan untuk Indonesia, film horror thriller ini bisa kalian saksikan mulai 10 September 2014.

[youtube id="Ec8T3drWnwM"]

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU