Soundtrack Review: Justice League (oleh Danny Elfman)

Kangen dengan theme Superman dari John Williams? Album ini mungkin akan memuaskan anda!

Soundtrack Review: Justice League (oleh Danny Elfman)

Danny Elfman (Spider-Man 1&2, Nightmare Before Christmas, Batman 1989) akhirnya kembali ke semesta DC untuk menggarap skor musik Justice League, menggantikan komposer Tom Holkenborg/Junkie XL.

Mari kita mundur sedikit ke beberapa tahun yang lalu.

Ketika Warner Bros mengumumkan bahwa mereka akan me-reboot seri Superman dengan film Man of Steel (2013) yang disutradarai Zack Snyder, fans Superman yang kecewa dengan Superman Returns (2006) berandai-andai apakah musik tema klasik untuk sang Manusia Baja gubahan John Williams akan digunakan kembali di film ini.

Hans Zimmer; komposer yang ditunjuk oleh Snyder untuk menggarap skor musik Man of Steel kemudian mengumumkan bahwa ia tidak akan memakai musik tema ikonik itu. Dan tebak apa yang terjadi? Amarah dan kecaman dari para purists tidak dapat dibendung lagi.

Ayolah! Film Superman tanpa musik John Williams? Apa kata dunia? Kurang lebih itu yang biasa terucap dari mulut para purist. Terlepas betapa bagusnya musik tema baru yang digubah oleh Zimmer, mereka sudah memantapkan tekad untuk memandang musiknya dengan rendah.

Melompat ke tahun 2016, komposer Junkie XL yang berkolaborasi dengan Zimmer untuk menggarap skor Batman v Superman: Dawn of Justice kemudian ditunjuk oleh Snyder untuk menggarap Justice League. Junkie XL sendiri menggubah musik tema baru untuk karakter Batman di film ini.

Namun, ketika Snyder turun dari kursi sutradara setelah putrinya wafat dan digantikan oleh Joss Whedon untuk menangani proses reshoot, Junkie XL juga ikut diganti oleh komposer veteran DC Universe yaitu Danny Elfman, yang pernah menggarap musik skor Batman (1989) dan menciptakan musik tema Batman yang dianggap paling ikonik.

Situasi pun menjadi berbanding terbalik. Elfman mengumumkan bahwa ia tidak akan menggunakan musik tema Superman dan Batman baru gubahan Zimmer/Junkie XL di Justice League, namun ia akan menghidupkan kembali tema Batman dan Superman klasik miliknya dan John Williams!

"Pengkhianat! Tak tau diri! Dasar sombong!", ujar para fans Zimmer dan Junkie XL. Mereka menganggap Elfman terlalu mengandalkan pada kekuatan nostalgia alih-alih meneruskan kontuinutas musikal di DCEU. Lucunya, para fans lama bersorak gembira karena akhirnya mereka bisa mendengar lagi musik tema klasik itu di bioskop.

[duniaku_baca_juga]

Nasi sudah menjadi bubur, tinggal beberapa hari lagi Justice League tayang. Mau diperdebatkan seperti apapun, baik Zack Snyder maupun Warner Bros sudah merestui niatan Elfman.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah musik tema klasik itu bisa berfungsi dan menyatu dengan baik tanpa terdengar terlalu mencolok? Apakah Elfman yang kehilangan sentuhannya beberapa tahun terakhir ini bisa menggubah sebuah skor yang bombastik untuk film DCEU paling ambisius ini?

[read_more id="345386"]

Mengulas sebuah album skor tanpa menonton filmnya terlebih dahulu mungkin akan agak sulit, tapi mengingat albumnya sendiri dirilis sebelum filmnya keluar, tentu tidak ada salahnya jika kita mengulasnya terlebih dahulu!

Penasaran bagaimana soundtrack-nya? Cek halaman kedua!

Soundtrack Review: Justice League (oleh Danny Elfman) Sumber: Billboard.com[/caption]

Album skor untuk Justice League ini sebenarnya cukup menarik. Bisa jadi ini adalah film DC pertama dalam beberapa tahun terakhir yang musiknya tidak digarap oleh Hans Zimmer maupun murid-murid didikannya dari Remote Control Production.

[duniaku_baca_juga]

Bagi anda yang terbiasa mendengar bunyi-bunyi khas Zimmer dan "Zimmer Clones" di banyak film blockbuster, siap-siap untuk kaget karena Danny Elfman memiliki gaya musikal yang lebih condong ke gaya musik klasik seperti John Williams, Jerry Goldsmith, Alexandre Desplat, dan Thomas Newman.

Dengan kata lain, bersiaplah untuk sebuah sajian musikal yang minim dengan manipulasi elektronika maupun soundscape ala skor musik modern, namun dengan orkestra megah yang didominasi bunyi paduan suara yang surgawi, terompet yang menggelegar, dan pilihan-pilihan instrumen menarik yang bisa jadi tidak anda duga akan digunakan di dalam film blockbuster superhero.

[read_more id="345309"]

"The Justice League Theme - Logos" membuka album ini dengan cukup manis, sekaligus memberikan gambaran kepada pendengar akan bunyi-bunyi yang akan mendominasi musik latar Justice League.

Dilanjutkan dengan bunyi orkestra megah "Hero's Theme" yang didominasi dengan terompet menggelegar, dengan sedikit sentuhan paduan suara di tengah-tengah. Cukup memorable untuk sebuah musik tema, namun terasa agak kurang matang.

Elfman tidak serta merta mengabaikan warisan musik Zimmer. Di beberapa detik awal "Batman on the Roof" terdengar secara halus tema The Dark Knight Trilogy yang cukup mudah dikenal.

Trek ini juga menandakan kemunculan pertama musik tema klasik Batman gubahan Elfman di bagian akhir trek. Cukup bagus untuk in-between track yang akan lebih bisa dinikmati setelah melihat konteks pemakaiannya di dalam film.

Untuk karakter yang lekat dengan unsur mekanik dan teknologi, "Enter Cyborg" yang menjadi motif utama untuk sang karakter titular terdengar lembut dan melankolis lewat pemilihan instrumen akustik seperti piano, gitar, dengan sedikit sentuhan bunyi seruling. Melodi piano di awal trek juga kembali di bagian akhir "Cyborg Meets Diana".

Musik tema ikonik sang Putri Amazon kembali di "Wonder Woman's Rescue"! Alih-alih menggunakan kembali gitar dan biola listrik seperti yang Rupert Gregson-Williams terapkan untuk skor Wonder Woman, Elfman mengadaptasi melodi tersebut menggunakan aransemen bombastis miliknya lewat bunyi terompet yang menggelegar, sesekali silang menyilang dengan reprise melodi dari "Hero's Theme".

"Aquaman in Atlantis" dan "The Amazons Mother Box" sebenarnya memiliki build-up yang cukup menarik sebagai dua trek aksi, namun kehilangan identitas uniknya di tengah-tengah gemuruh bunyi dawai, drum, terompet, dan paduan suara yang "menghajar" telinga pendengar, terutama motif utama Aquaman yang hampir tidak bisa dikenali.

"The Story of Steppenwolf" memperkenalkan motif untuk sang antagonis utama Steppenwolf dengan terdengar bombastis, epik, mengerikan, namun secara mengejutkan berubah menjadi melankolis di akhir.

[read_more id="345324"]

Mungkin tidak se-memorable seperti yang lainnya, tapi pendengar bisa dengan mudah mengidentfikasi tema ini ketika melodinya muncul kembali di trek-trek selanjutnya. Salah satu trek terbaik di album ini.

Bagaimana dengan paruh akhir soundtrack-nya? Simak ulasannya di halaman ketiga!

Soundtrack Review: Justice League (oleh Danny Elfman) Sumber: messypandas @deviantart[/caption]

"The Tunnel Fight"! Trek aksi yang satu ini jauh lebih menyenangkan dan terstruktur dengan baik. Semua tema yang diperkenalkan di paruh awal muncul kembali di sini dengan aransemen yang lebih bombastik, terutama "The Justice League Theme" dan "Hero's Theme" yang kali ini terdengar lebih matang.

Versi 11 menit yang muncul di sebagai trek bonus di akhir album juga sangat menarik untuk disimak.

[duniaku_baca_juga]

Trek ini juga menandakan kemunculan pertama motif untuk karakter The Flash, yang juga bisa didengar lagi di trek "Sparks of the Flash". Melodi arpeggio bertempo cepat di sini sangat cocok untuk karakternya, sederhana namun mudah diingat, sesekali mengingatkan kita pada tema serial The Flash di Arrowverse yang digubah oleh Blake Neely.

Masih ingat dengan janji Elfman untuk mengembalikan musik tema Superman gubahan John Williams? "Friends and Foes" menandakan kemunculan pertama motif terompet ikonik sang Manusia Baja dengan aransemen yang sedikit berbeda dan lumayan muram, menyatu dengan baik ketika bersilang dengan motif The Flash yang juga muncul kembali di sini.

"Justice League United" sesekali terdengar seperti musik tema The Avengers gubahan Alan Silvestri, yang kemudian berubah menjadi sesuatu yang lebih spesial lagi: Kembalinya tema Justice League Animated Series!

Meskipun sempat muncul di "Hero's Theme", kali ini terdengar cukup jelas bagi yang familiar dengan musik tema itu. Pendek, namun sangat menyenangkan.

[read_more id="345347"]

"Home" adalah salah satu dari sedikit trek yang lebih tenang di album ini dengan bunyi orkestra dawai dipadu dengan gitar, piano, dan seruling, sedikit mengingatkan pada "Big Fish Theme" gubahan Elfman untuk film Big Fish (2003), tidak terlalu mudah diingat tapi enak untuk dinikmati.

Trek ini juga menyambung dengan baik dengan trek selanjutnya yaitu "Bruce and Diana", yang juga memiliki bunyi-bunyian yang cukup sama.

"The Final Battle" bagaikan sebuah trek best of untuk semua motif yang muncul di album Justice League ini.

Mars Batman dan Superman klasik sama sekali tidak malu-malu untuk muncul dengan penuh kejayaan, inilah komposisi klasik skor film yang sudah lama hilang ditelan bunyi-bunyian Hollywood modern. Versi 12 menitnya juga sangat menyenangkan untuk didengar.

"A New Hope" juga mengumpulkan kembali beberapa motif di album ini, namun dengan komposisi yang jauh lebih tenang, namun tidak kalah menggairahkan. Bisa jadi ini adalah musik terakhir yang diperdengarkan ketika semua pahlwan berkumpul sebelum akhirnya kredit pentup berjalan.

Tapi tunggu... Masih ada "Anti-Hero's Theme"! Trek yang satu ini terdengar sangat menarik dengan menggabungkan semua motif yang muncul, tidak hanya motif dari para hero namun juga milik Steppenwolf.

Sesekali terdengar optimistik, namun juga cukup muram. Oh, bisa jadi ini mungkin hanya saya, tapi ada variasi motif dari Man of Steel muncul di sini.

Dan sepertinya Elfman mengikutsertakan motif dari "Red Capes Are Coming" gubahan Zimmer dari Batman v Superman di trek bonus "Mother Russia". Tidak ada yang spesial dari trek ini, selain variasi dari motif Steppenwolf.

[read_more id="337970"]


Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit pihak yang akan kecewa dengan skor Justice League, terbukti dengan backlash di internet yang cukup besar dari para penggemar musik Hans Zimmer dan Junkie XL yang tidak terima dengan perlakuan Elfman.

Absennya tema ikonik Man of Steel gubahan Zimmer memang agak disayangkan karena menurut saya pribadi, tema tersebut jauh lebih cocok untuk tokoh Superman di DCEU.

Tapi Junkie XL? Ayolah, tema Batman-nya di Batman v Superman sama sekali tidak menarik, repetitif dan membosankan. Menggunakan kembali tema gubahan Elfman untuk Batman merupakan keputusan yang sangat baik.

[read_more id="334041"]

Adanya tiga lagu vokal yakni cover "Everybody Knows" milik Leonard Cohen oleh Sigrid, "Come Together" milik The Beatles oleh Gary Clark Jr., dan "Icky Thump" oleh The White Stripes dari album berjudul sama juga merupakan tambahan yang cukup menarik. Terutama "Everybody Knows" yang memili nuansa ala James Bond yang cukup kental.

Sebagai seorang penggemar skor musik, Justice League: Original Motion Picture Soundtrack ini tidak hanya berhasil dalam mengembalikan gairah komposisi musik bergaya klasikal di film-film DCEU, namun juga mengembalikan citra baik Danny Elfman yang sempat tenggelam di dalam skor-skor medioker.

Sisi minusnya mungkin ada pada kekurangan motif individual yang memorable untuk anggota-anggota baru Justice League. Selain The Flash, motif untuk Cyborg terasa kurang bisa diingat, apalagi milik Aquaman yang nyaris tidak ada sama sekali, malahan motif milik Steppenwolf bisa lebih mudah diingat dibandingkan kedua hero tersebut.

[read_more id="345371"]

Justice League: Original Motion Picture Soundtrack bisa anda dengarkan seutuhnya di Spotify atau bisa anda beli dari iTunes.

Diedit oleh Doni Jaelani

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU