Review High and Low: The Worst X, Sekuel yang Seru dan Penuh Aksi! 

Penggemar Crows Zero dan High and Low sih rasanya bakal puas

Screenshot dari trailer High and Low: The Worst X. (Dok. Shochiku/High and Low: The Worst X)

High and Low: The Worstsudah tayang di Indonesia sejak hari Rabu (11/1/2023). 

Gimana kabarnya kelanjutan High and Low: The Worst ini? Simak review High and Low: The Worst X di bawah ini! 

1. Cerita High and Low: The Worst X

Adegan dari teaser High and Low The Worst X. (youtube.com/High and Low)Adegan dari teaser High and Low The Worst X. (youtube.com/High and Low)

Ancaman untuk SMA Oya kali ini datang dari STM Senomon. 

Ketua STM Senomon, Kohei Amagai, telah membangun aliansi dengan SMA Kamasaka dan Ebara. Aliansi ini mengincar Oya. 

Bisakah Fujio sebagai pemimpin Oya mengatasi ancaman itu? 

Baca Juga: 10 Poster Karakter SMA Oya dari High and Low The Worst X!

2. Durasi High and Low: The Worst X cukup panjang, tapi memuaskan

Di adegan ini, siswa Senomon terlihat menyerang siswa Housen? (youtube.com/High and Low)Yuken Odajima diserang Ryo Suzaki. (youtube.com/High and Low)

Sebagai penggemar seri manga Crows dan juga penggemar seri film High and Low, saya datang menonton High and Low: The Worst X untuk menyaksikan baku hantam. 

Apakah memuaskan?

Bagi saya sih iya. 

Dalam durasi sekitar 2 jam, High and Low: The Worst X terasa sebagai film yang komplet. Ada bagian yang kocak, ada bagian yang bikin emosional, dan tentu saja ada banyak perkelahian seru.

Bagian pertempuran akhir, terutama, terasa luar biasa. Dengan beberapa momen terasa sangat kreatif. 

Penggemar Crows bahkan bakal menyaksikan hal menarik di sini. SMA Suzuran, yang tidak terlibat konflik High and Low: The Worst, lebih disorot! Generasi baru Suzuran pun memiliki peran yang cukup unik. 

Semua keseruan itu tentu saja diiringi dengan musik-musik yang keren.

Penggemar High and Low sih rasanya tidak heran dengan itu. Sejak High and Low awal juga setiap filmnya selalu menyajikan musik yang asyik. 

Bagian yang tidak saya suka sepertinya hanya cara penyelesaian konflik utamanya... tapi model penyelesaian begini juga tidak asing di High and Low. 

3. Perlukah menonton film sebelumnya untuk paham?

SMA Housen terlihat di trailer High and Low The Worst X. (Youtube.com/High and Low)SMA Housen terlihat di trailer High and Low The Worst X. (Youtube.com/High and Low)

High and Low itu seri yang panjang. Perlukah kita nonton film sebelumnya untuk memahami ceritanya?

Menurut saya, film ini lumayan dalam menjelaskan tokoh-tokoh yang muncul. 

Tapi untuk kenikmatan menonton yang optimal, saya sarankan minimal menonton High and Low: The Worst. Soalnya High and Low: The Worst X memang menyorot generasi baru Oya dan siswa-siswa Housen, yang disorot The Worst.

Kalau kamu langganan Netflix, High and Low: The Worst juga masih ada di sana saat artikel ini ditulis. 

Gimana dengan film High and Low lain? Yang itu sepertinya tidak terlalu wajib, berhubung geng lain SWORD tidak disorot.

Kalau kamu bisa menemukan 6 From High & Low The Worst akan lebih baik, meski begitu yang paling penting ya High and Low: The Worst.

4. Kesimpulan

Screenshot dari trailer High and Low: The Worst X. (Dok. Shochiku/High and Low: The Worst X)Screenshot dari trailer High and Low: The Worst X. (Dok. Shochiku/High and Low: The Worst X)

Saya akan memberikan High and Low: The Worst X nilai 4,5/5 bintang.

Bagian yang saya kurang sreg hanya cara penyelesaian konflik di puncak film. Sisanya, terutama bagian pertarungan dan konflik besar-besarannya, terasa epik dan memuaskan. 

Saya mendapat semua yang saya harapkan dari film High and Low.

Kalau menurut kamu, bagaimana dengan review High and Low: The Worst X ini?

Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: High and Low: The Worst X Tayang di CGV Indonesia Januari 2023!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU