Review DOTA Dragon's Blood: Petualangan Dragon Knight dan Mirana!

Cara asyik menyimak lore DOTA kayanya nih

Review DOTA Dragon's Blood: Petualangan Dragon Knight dan Mirana!

Seperti mungkin sudah kamu dengar sebelumnya, DOTA dapat animasi.

Judulnya adalah DOTA: Dragon's Blood, dengan dua hero utama yang disorot adalah Dragon Knight dan Mirana. 

Bagus gak sih? Simak ulasannya di bawah ini! 

1. Soal apa sih?

Davion adalah seorang Dragon Knight, sosok yang dapat dipercaya untuk membunuh naga. Namun pertemuan tak terduga dia dengan seekor Eldwurm mengubah jalan hidupnya.

Mirana adalah pejuang dari Hutan Nightsilver. Suatu hari dia gagal mencegah dicurinya lotus suci dari Kuil Mene. Bersama dengan Marci pengikut setianya serta hewan tungganganya Sagan, dia mulai memburu sang pencuri untuk membawa pulang lotus itu. 

Jalan Davion dan Mirana kemudian bersilangan, dan mereka pun bertualang dalam animasi DOTA ini.

Sementara itu, ada ancaman berbahaya dari Terrorblade terhadap dunia, dan juga eskalasi konflik antara pengikut Selemene dari Hutan Nightsilver dengan para elf. Apakah kedua hero kita dapat mempengaruhi jalannya dua konflik berbahaya tersebut? 

Baca Juga: 5 Karakter Pengguna Kekuatan Matahari Terkuat di Dunia Anime

2. Animasi delapan episode yang seru

Untuk saya pribadi, animasi DOTA: Dragon's Blood ini seru.

Saya bukan pemain DOTA 2. Namun cara animasi ini menyajikan karakter Mirana, Davion, dan tokoh lain yang tampil di seri ini membuat saya jadi tertarik mengecek lore DOTA 2, karena pengolahan karakternya yang oke.

Kalau kamu pemain DOTA 2, kamu pun bisa jadi akan mendapat sensasi yang oke juga sebagai pemain. Soalnya, animasi ini jadi terasa sebagai penyajian lore yang menarik dari para hero.

Kamu ingin tahu bagaimana Dragon Knight bisa memperoleh skill seperti berubah menjadi naga? Animasi ini memberi gambarannya. 

Total, animasi ini terdiri dari delapan episode. Tempo cerita, pembangunan konflik, dan twist yang tersaji di setiap episode bisa menggoda kamu untuk terus menonton secara maraton.

Kalau kelemahan... saya merasa seri ini kurang panjang. Mungkin karena konflik yang disajikan dalam delapan episode ini, terutama episode akhir, lebih terasa sebagai permulaan sebuah kisah.

Sensasi yang saya rasakan itu begini. Dalam delapan episode, kita diperlihatkan latar belakang dan perkembangan karakter dari hero seperti Mirana dan Davion. Terus begitu kita kenal para hero utama, kita akhirnya terasa mulai masuk ke cerita utamanya.

Oke, let's go, this is going to be the fun part, saya pikir. Tapi terus ternyata delapan episode sudah habis dan kita masih harus menunggu dulu episode lanjutannya. 

Ujung-ujungnya, saat seri berakhir, kita sebagai penonton memperoleh lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. 

3. Bagaimana kualitas animasinya?

Review DOTA Dragon's Blood: Petualangan Dragon Knight dan Mirana!Studio Mir/Dota Dragon's Blood

Pihak yang mengerjakan animasi untuk Dota: Dragon's Blood adalah Studio Mir. Studio yang salah satu karyanya adalah The Legend of Korra.

Kalau menurut saya, kualitas animasinya awamnya terasa oke. Adegan seperti aksi tersaji dengan mulus dan mendebarkan.

Bagian yang bikin kening saya berkerut hanya saat pertempuran besar, di mana CGI disajikan untuk menganimasikan banyak petarungnya. 

Awamnya penggunaan CGI di animasi ini terasa oke, namun di bagian itu saya pribadi merasa kurang. 

4. Hati-hati, ini bukan animasi untuk anak-anak

Review DOTA Dragon's Blood: Petualangan Dragon Knight dan Mirana!Studio Mir/Dota Dragon's Blood

DOTA: Dragon's Blood menyajikan unsur sensual dan kekerasan yang bukan buat anak-anak.

Darah tertumpah, organ putus, dan beberapa adegan sensual tersaji di animasi ini.

Jadi kalau kamu belum cukup umur untuk menonton konten seperti itu, atau memang tidak suka dengan unsur seperti itu, maka animasi ini tidak cocok untuk kamu. 

5. Kesimpulan

Bagi saya, Dota: Dragon's Blood adalah animasi yang lumayan oke. Dengan kualitas visual yang menarik, jajaran pengisi suara ternama, dan pengolahan konflik yang bagus, kalau kamu suka fantasi aksi berdarah kamu mungkin akan menghabiskan delapan episode seri ini dalam satu maraton seperti saya.

Saya akan memberi seri ini nilai 4/5. 

Namun saat ini, saya merasa seperti membahas separuh seri saja. Kalau nanti seri ini dilanjutkan, dan pertanyaan-pertanyaan yang diangkat di seri ini bisa terjawab serta konflik besarnya selesai, saya mungkin baru bisa memberi nilai yang lebih akurat.

Nah, itu pendapat saya soal Dota: Dragon's Blood. Kalau kamu penasaran, seri ini dijadwalkan rilis di Netflix tanggal 25 Maret nanti. 

Baca Juga: DOTA 2 Jadi Anime! Netflix Umumkan Serial Anime DOTA: Dragon's Blood!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU