Review Top Gun: Maverick, Misi Terakhir Tom Cruise di US Navy

Tom Cruise kembali memerankan Pete "Maverick" Mitchell

Review Top Gun: Maverick, Misi Terakhir Tom Cruise di US Navy

Top Gun merupakan film kelas B yang menjadi cult di tahun 80-an. Film yang memperlihatkan betapa serunya sebuah dogfight, mengilhami banyak remaja Amerika untuk bergabung ke US Navy. Begitupun dengan penjualan jaket bomber dan kacamata pilot yang kala itu melonjak sebesar 40%.

Indonesia sendiri pernah mengalami demam Top Gun. Hal ini ditandai dengan dibuatnya film sejenis berjudul Perwira dan Ksatria yang dibintangi oleh Dede Yusuf, Donny Damara, dan Dian Nitami pada tahun 1991.

Setelah 36 tahun lamanya akhirnya Hollywood meluncurkan sekuel Top Gun yang berjudul Top Gun Maverick. Sesuai dengan judulnya, film ini akan mengangkat kisah sepak terjang seorang kapten Pete "Maverick" Mitchell setelah 36 tahun bertugas sebagai pilot pesawat tempur di US Navy.

1. Kembali ke Top Gun

Review Top Gun: Maverick, Misi Terakhir Tom Cruise di US NavyDok. Paramount

Selama ini Kapten Pete "Maverick" Mitchell (Tom Cruise) selalu berusaha untuk menghindari kenaikan jabatan. Hal ini dia lakukan demi untuk duduk di belakang kokpit pesawat tempur. Kapten yang memiliki “reputasi” sebagai pilot bengal dan tidak bisa diatur ini, menjalani hari-harinya sebagai test pilot sebuah pesawat hypersonic bermesin ramjet.

Sayang proyek tersebut dibatalkan oleh pemerintah dan diganti dengan para drone yang lebih aman dan murah. Mendengar pembatalan ini, Pete malah berusaha mendorong batasan sang pesawat hingga menembus mach 10 (12.348 km/h). Nahas, pesawat tersebut meledak di udara ketika Pete berusaha menembus kecepatan yang lebih tinggi lagi.

Karena insiden tersebut, Pete nyari dipecat dari US Navy. Untunglah kawan lama Pete, Tom "Iceman" Kazansky (Val Kilmer), memberikan rekomendasi pada Pete, sehingga dia tidak jadi dipecat dan dikembalikan ke sekolah Top Gun.

Usut punya usut, ternyata pengembalian tersebut terjadi karena US Navy membutuhkan seorang instruktur yang bisa mengajari para pilot terlatih lulusan Top Gun. Para pilot tersebut akan menghadapi sebuah misi pengeboman rahasia yang melibatkan manuver rumit dengan tingkat keberhasilan yang rendah.

Kembalinya Pete ke Top Gun rupanya tidak terlalu mulus. Karena dia harus mengajari Lieutenant Bradley "Rooster" Bradshaw (Miles Teller) yang merupakan anak dari sahabatnya yang tewas saat menjalani misi bersama dengan dirinya.

Baca Juga: 8 Film Horor Indonesia yang Akan Tayang, Ada Keramat 2

2. Nostalgia Top Gun di Era Modern

Review Top Gun: Maverick, Misi Terakhir Tom Cruise di US NavyDok. Paramount

Menyaksikan Top Gun: Maverick itu rasanya seperti menyaksikan berbagai adegan nostalgia yang diupdate dengan teknologi modern. Sebagai contoh, Pete masih memiliki motor Suzuki Katana di film ini, meskipun pada akhirnya digantikan dengan sebuah Ninja H2. Begitupun dengan pesawat F-14 Tomcat yang berganti menjadi F-18 Super Hornet.

Update juga terjadi pada love interest bagi Pete. Ketimbang memasukan karakter baru yang tidak dikenal, Peter Craig dan Justin Marks memilih memasukkan nama Penny Benjamin. Penny yang diperankan dengan apik oleh Jennifer Connelly ini ternyata merupakan pacar Pete saat pendidikan pilot. Namanya pernah disinggung sekali saja oleh Nick "Goose" Bradshaw di Top Gun pertama.

Sebagai film militer yang dipenuhi dengan aksi dogfight, lemparan Fox One. dan Fox Two, Top Gun Maverick menampilkan berbagai efek CGI yang sangat top notch. Kami dibuat terkagum-kagum dengan berbagai manuver yang dihadirkan di dalam film ini. Termasuk Pugachev Cobra dan Pirouette yang dilakukan terbalik sehingga lebih mirip sebagai low speed nose spin.

Selain manuver, film ini juga menyajikan berbagai pesawat tempur modern yang saat ini tengah dikembangkan, memasuki masa dinas, maupun sudah pensiun. Sebut saja mulai dari SR-72 Darkstar yang dibuat oleh Lockheed Martin Skunk Works, F-18 Super Hornet, F-35 Lightning II, Su-57 Felon, dan F-14 Tomcat.

Pokoknya kalau kamu suka dengan film militer dan pesawat tempur, kamu pasti bakal senang sekali dengan seluruh sajian militer yang dihadirkan Top Gun: Maverick.

3. Misi yang Bagus untuk Film

Review Top Gun: Maverick, Misi Terakhir Tom Cruise di US NavyDok. Paramount

Bagian ketiga dari review kali ini kami peruntukan bagi para penggila militer yang langsung sadar kalau ada yang janggal dengan misi yang ada di Top Gun: Maverick. Kalau kamu tidak ingin mendapatkan berbagai spoiler dari misi utama di Top Gun: Maverick, kamu bisa melewati bagian ini.

Kita mulai dari peluncuran rudal Tomahawk yang dibawa oleh kapal induk US Navy. Rudal Tomahawk tersebut digunakan untuk menghantam landasan udara musuh, buka Baterai SAM yang disusun berjajar di bukit-bukit. Hal ini jadi tidak masuk akal mengingat rudal Tomahawk yang dikerahkan terbilang banyak dan berlebihan. Selain itu tim Top Gun bisa mendapatkan informasi di mana lokasi SAM dengan cukup akurat, itu artinya mereka bisa menghabisi SAM tersebut dengan memanfaatkan rudal Tomahawk.

Call sign Maverick yang dipakai oleh Pete mengingatkan kami pada rudal AGM-65 yang merupakan rudal darat ke udara jarak jauh. Seharusnya kapal induk memiliki banyak rudal AGM-65 Maverick yang bisa ditembakan dari jarak 22 km tanpa terdeteksi oleh SAM. Dengan menembakkan AGM-65 dari jauh, tim Top Gun bisa menjalankan misi pengeboman dengan lebih santai. Toh lokasi yang menjadi target pengeboman tidak bisa berpindah-pindah.

Ini baru urusan SAM dan AGM-65, belum masalah formasi pesawat yang tidak masuk akal. Walaupun F-18 adalah sebuah pesawat multirole, tetapi seharusnya dia disandingkan dengan sebuah F-16 Viper yang lincah atau F-22 Raptor sekalian untuk menahan gempuran para Su-57 yang mungkin lolos dari terjangan Tomahawk. Tapi kalau diingat-ingat, begitu US Navy menghancurkan landasan militer mereka, semua pesawat musuh yang mengudara seharusnya berada dalam status stray. Pesawat tempur yang berada dalam kondisi stray biasanya memilih kembali ke pangkalan terdekat daripada harus melawan musuh yang memiliki backup dan fire power lebih besar.

4. Kesimpulan?

Review Top Gun: Maverick, Misi Terakhir Tom Cruise di US NavyDok. Paramount

Kami sangat menikmati setiap momen nostalgia yang ada di Top Gun: Maverick. Ini adalah sebuah sekuel yang sempurna bagi film cult yang tidak pernah lekang dimakan zaman. Walaupun misi yang ditampilkan sedikit banyak mengingatkan kami pada salah satu misi di Ace Combat Zero.

Walaupun begitu, kami tetap menyukai cara film ini disuguhkan bagi penonton modern yang mungkin belum pernah menonton film Top Gun yang pertama. Karena itulah kami bisa memberikan nilai 4 dari 5 bintang review.

Sayang pada sekuelnya ini kami tidak menemukan lagu “Take My Breath Away” yang dinyanyikan oleh Berlin. Padahal lagu “Danger Zone” Kenny Loggins masuk ke awal film. Atau jangan-jangan adegan yang menyajikan soundtrack ini tidak lolos sensor Indonesia? Hmm, who knows.

Baca Juga: 5 Karakter Pengguna Buku Darkhold di Film Marvel!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU