Review Star Wars: The Rise of Skywalker, Babak Terakhir Perang Bintang

Babak terakhir peperangan kebaikan melawan kejahatan

Review Star Wars: The Rise of Skywalker, Babak Terakhir Perang Bintang

Star Wars: The Rise of Skywalker menjadi salah satu film yang paling ditunggu-tunggu orang. Hal ini terjadi karena nama besar Star Wars dan kurang baiknya performa  Star Wars: The Last Jedi di box office. Karena hal itu Disney kembali menunjuk J.J. Abrams untuk menghidupkan kembali saga Star Wars, atau frachise ini akan kembali tenggelam seperti sebelumnya.

1. Masa lalu Rey diungkap

Review Star Wars: The Rise of Skywalker, Babak Terakhir Perang Bintangstarwars.com

Di kedua film sebelumnya kita diperkenalkan pada sosok Rey. Pengenalan tersebut baru berpusat pada kekuatan yang dimilikinya dan berpihak pada siapakah Rey. Selain kedua hal tersebut, kita tidak memiliki informasi apapun mengenai masa lalu Rey hingga akhirnya Star Wars: The Rise of Skywalker muncul di bioskop.

Selama ini kamu pasti tahu kalau Rey memiliki force yang sangat besar, bahkan bisa dibilang jauh lebih besar dari Luke Skywalker. Rupanya kekuatan yang dimilikinya ini berasal dari garis keturunan Rey yang menjadi tema utama film ini.

Selain mengungkap jati diri Rey, Star Wars: The Rise of Skywalker akan mengungkap juga hubungan khususnya dengan Kylo Ren. Bagaimana mereka berdua saling terhubung, melihat, mencari, sekaligus bertolak belakang di dalam penguasaan force, dan segala interpretasinya.

Bisa dibilang apa yang terjadi di Star Wars: The Rise of Skywalker memiliki pola yang mirip-mirip dengan Return of the Jedi yang diputar di tahun 80-an. Selain itu film ini juga memunculkan sang last boss yang sangat familier bagi orang-orang yang menyaksikan Star Wars episode lawas.

Baca Juga: Buruan ke Bioskop! Star Wars: The Rise of Skywalker Tayang 18 Desember

2. Penuh fan service untuk fan Star Wars

Review Star Wars: The Rise of Skywalker, Babak Terakhir Perang Bintangstarwars.com

Fan service yang saya maksud di sini tentunya bukan unsur seksi, tapi lebih ke referensi-referensi nostalgia dari seri Star Wars.

J.J. Abrams sepertinya benar-benar buntu dalam membuat Star Wars episode kesembilan ini. Hal ini cukup tercium dengan banyaknya fan service yang muncul di Star Wars: The Rise of Skywalker.

Dalam film ini kamu akan diajak melihat semua elemen yang menjadi ikon pop culture Star Wars. Mulai dari hadirnya Force Ghost, Luke Skywalker, Han Solo, X-Wing lawas, Holocron, Sith, Palpatine, Chewbacca, dan banyak lagi. Pada intinya J.J. Abrams seperti melontarkan semuanya ke hadapan kita dan berharap kita menyukai salah satunya.

Sebenarnya langkah ini bagus, tapi terlihat sangat main aman. Hasilnya seperti tidak ada yang baru pada Star Wars: The Rise of Skywalker. Kemudian terlihat sekali kalau J.J Abram juga melakukan scrap pada ide-ide Rian Johnson yang hadir di The Last Jedi. Hasilnya film Star Wars: The Rise of Skywalker seperti melompati semua momen yang terjadi di The Last Jedi.

3. Akting sih juara

Review Star Wars: The Rise of Skywalker, Babak Terakhir Perang Bintangstarwars.com

Star Wars: The Rise of Skywalker dipenuhi dengan akting-akting top notch dari para aktor dan aktris sungguhan, maupun render 3D mereka. Seperti biasa, tiga serangkai Finn, Poe, dan Rey tetap mampu menampilkan setiap chemistry dan emosi yang mereka miliki tanpa terasa berlebihan.

Karakter baru seperti Zorii Bliss yang diperankan Keri Russell juga sanggup mencuri perhatian meskipun tidak memiliki banyak screen time. Selain itu kembalinya Billy Dee Williams sebagai Lando, membuat para penggemar Star Wars lama mendapatkan nostalgianya sendiri.

Oh iya, Disney kembali menghadirkan sosok Carrie Fisher melalui keajaiban CGI milik mereka. Sosok Leia yang muncul kali ini membawa perasaan haru tersendiri yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Sosok Carrie Fisher tidak akan bisa digantikan oleh siapapun sampai kapanpun. Sleep well princess Leia Organa, we always love you.

4. Kesimpulan, layak dapat 3,5 bintang

Review Star Wars: The Rise of Skywalker, Babak Terakhir Perang Bintangstarwars.com

Sebenarnya cukup susah bagi kami untuk membuat review Star Wars: The Rise of Skywalker tanpa memuntahkan spoiler kecil di mana-mana. Tapi ada akhirnya hal tersebut tetap kami lakukan. Toh film ini memang menggunakan berbagai teori Star Wars yang sudah beredar banyak di internet.

Secara kualitas film Star Wars: The Rise of Skywalker merupakan film penutup yang cukup layak bagi trilogi baru Star Wars . Tidak banyak kejutan tetapi sesuai ekspektasi hingga kami bisa memberikan nilai 3,5 dari 5 bintang review.

Star Wars: The Rise of Skywalker sudah bisa kamu saksikan di bioskop Indonesia pada tanggal 18 Desember 2019.

Baca Juga: Ini 7 Variasi Lightsaber di Film Star Wars yang Paling Terkenal!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU