Review Sonic The Hedgehog, Film Adaptasi Game yang Solid!

Film tentang landak biru yang berlari secepat kilat!

Review Sonic The Hedgehog, Film Adaptasi Game yang Solid!

Mengadaptasi game ke media film merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Sudah tidak terhitung banyaknya adaptasi gagal yang “mengotori” layar lebar dan merusak image video game. Terutama ketika Uwe Boll membuat banyak film demi menggelapkan pajak Jerman yang memiliki loophole untuk urusan film.

Sejak saat itu film yang berasal dari adaptasi game dihindari oleh banyak studio dan sutradara. Walaupun setiap tahun kita pasti mendapatkan satu atau dua film adaptasi, tapi jumlahnya tidak pernah bertambah atau berkurang, alias stagnan.

Untunglah semakin lama video game semakin matang untuk diadaptasi ke film, hal ini terlihat jelas saat Warner Bros merilis Detective Pikachu, dan Sony merilis The Angry Birds Movie dan sekuelnya.

Tahun ini giliran Paramount yang menggandeng Sega ke Hollywood. Tidak tanggung-tanggung, Paramount langsung mengadaptasi Sonic The Hedgehog yang merupakan maskot utama perusahaan game asal Jepang tersebut. Seperti apa kiprah si landak biru tersebut di layar lebar? Kamu bisa menyimaknya di bawah ini.

1. Sonic si landak biru dengan kecepatan super

Review Sonic The Hedgehog, Film Adaptasi Game yang Solid!sonicthehedgehogmovie.com

Ketimbang menciptakan origin yang aneh dan tidak masuk akal, Pat Casey dan Josh Miller menetapkan kalau Sonic (Ben Schwartz) yang ada di film ini adalah seorang alien. Hal ini tentu mudah dimengerti, sebab di Bumi ini mana ada landak yang bisa berlari sangat kencang layaknya The Flash atau Quicksilver.

Pada intinya Sonic adalah makhluk alien yang memiliki kekuatan super tanpa tanding. Karena itu di planet asalnya Sonic dijaga oleh Longclaw (Donna Jay Fulks). Sayang, Sonic yang tidak bisa diam selalu ingin memamerkan kekuatannya pada semua orang. Karena perilaku tersebut, Sonic akhirnya diikuti oleh musuh-musuhnya hingga ke sarang Longclaw.

Melihat musuh yang terlalu banyak, Longclaw akhirnya memutuskan untuk mengirim Sonic ke Bumi dengan memanfaatkan portal yang diciptakan oleh cincin-cincin emas yang dia miliki. Pesan Longclaw hanyalah satu, kabur sejauh mungkin dan gunakan cincin-cincin tersebut bila ada musuh yang mengincarmu. Sejak saat itu Sonic tinggal sendirian di Bumi, lebih tepatnya di Green Hills Montana.

Sepuluh tahun kemudian, Sonic masih tinggal di Green Hills dan beradaptasi dengan seluruh kehidupan kota kecil tersebut. Sonic bahkan mengidolakan seorang Sheriff Tom (James Marsden) dan istrinya, Maddie (Tika Sumpter). Sonic memanggil Tom sebagai Donuts Lord, sementara Maddie sebagai Pretzel Lady. Tentunya semua ini dia lakukan diam-diam, tanpa ketahuan siapapun.

Suatu waktu Sonic yang merasa kesepian memutuskan untuk berlari kencang hingga menciptakan gelombang EMP yang memadamkan seluruh kota. Pemerintah Amerika yang menangkap sinyal energi Sonic memutuskan untuk mengirimkan Dr. Robotnik (Jim Carrey).

Dalam pencariannya Robotnik dihalang-halangi oleh Tom yang kebetulan menemukan Sonic. Merasa kalah terhadap Tom, Robotnik menjadi sangat terobsesi terhadap keduanya. Apakah Tom dan Sonic bisa bertahan dari kejaran sang manusia paling jenius di dunia?

2. Adaptasi yang mengalir lancar

Review Sonic The Hedgehog, Film Adaptasi Game yang Solid!sonicthehedgehogmovie.com

Film adaptasi game selalu memiliki tantangan tersendiri di bagian origin ataupun asal-muasal karakter utama. Sonic The Hedgehog memutuskan untuk menyederhanakan proses ini dan hanya menyertakannya di bagian awal film. Hal ini sepertinya disengaja,agar sang penulis naskah Pat Casey dan Josh Miller, memiliki banyak ruang untuk bagian lain dari kisah Sonic. 

Dalam film ini kita tidak diajak untuk berpikir terlalu berat. Sebagai gantinya Kita diajak untuk langsung mengikuti kisah Sonic melawan Dr. Robotnik yang sinting. Sangat mirip dengan game-nya sehingga rasanya cukup familiar bagi siapapun. Terutama bagi orang-orang yang memainkan game atau menonton animasinya di tahun 90-an.

Konflik ringan dan karakter yang mudah dimengerti menjadi kunci utama film Sonic. Penyederhanaan ini juga membuat film ini memiliki ending yang sangat terbuka untuk dilanjutkan. Yah, siapa tahu filmnya sukses berat. Dan ternyata memang filmnya sukses secara pendapatan di box office, walaupun sejatinya mendapatkan kritik biasa saja di mana-mana.

Oh iya, film ini juga menyuguhkan theme song khas si landak biru ini. Beberapa musik diaransemen ulang sehingga hanya memunculkan reff-nya saja. Sementara beberapa musik baru lainnya dibuat cukup apik.

3. Jim Carrey gila-gilaan

Review Sonic The Hedgehog, Film Adaptasi Game yang Solid!sonicthehedgehogmovie.com

Jim Carrey yang memiliki ciri khas akting meledak-ledak sepertinya tidak bisa dilepaskan begitu saja dari karakter apapun yang Ia perankan, termasuk sebagai Dr. Robotnik di film Sonic The Hedgehog. Gestur kocak dan gaya bercanda slapstick miliknya ternyata masih cukup ampuh untuk menyihir penonton sepanjang film.

Rasanya film Sonic The Hedgehog ini tidak akan hidup kalau tidak ada Jim Carrey di dalamnya. Sebab tanpa dirinya kamu tidak akan mendapati penjahat yang sangat komikal dan unik, yang mampu menggiring cerita sambil menjalankan peran jahatnya.

Hal lain yang juga patut diapresiasi adalah, karakter suara Ben Schwartz yang berhasil menghadirkan karakter Sonic yang terasa muda. Ekspresi Sonic yang dibuat Ben lewat bantuan teknologi CGI juga berhasil membuat karakter Sonic jauh lebih hidup dibanding versi animasinya.

4. Kesimpulan akhir? Film adaptasi game yang layak tonton

Review Sonic The Hedgehog, Film Adaptasi Game yang Solid!sonicthehedgehogmovie.com

Yup, seperti yang kami sebutkan dari tadi, Sonic The Hedgehog merupakan film animasi yang layak tonton karena menghadirkan tema yang sederhana dan mudah dimengerti oleh siapapun. Saking sederhananya film ini mungkin akan dianggap boring bagi orang-orang yang mencari hiburan lebih.

Sonic The Hedgehog bisa kami ganjar dengan nilai 4 dari 5 bintang. Sebuah permulaan yang lumayan dari franchise ini. Kami sangat menantikan sekuelnya, sebab Paramount sudah membuat sebuah stinger yang cukup menarik di akhir film. Siapa yang tidak ingin menonton Sonic dua tahun lagi? Kalau kami sih pasti akan menontonnya dan membuat reviewnya sekali lagi.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU