Review She Said, Biopik Mengenai Kasus Pelecehan Seksual di Hollywood

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan Harvey Weinstein

Review She Said, Biopik Mengenai Kasus Pelecehan Seksual di Hollywood

Masih ingat dengan hashtag #MeToo yang meledak di tahun 2015? Hashtag yang sempat menggegerkan dunia tersebut dipopulerkan oleh Alyssa Milano, karena terbongkarnya perilaku seksual predator yang dilakukan oleh Harvey Weinstein secara terang-terangan.

Film She Said ini merupakan sebuah biopik yang diangkat dari buku yang ditulis oleh jurnalis New York Times, Jodi Kantor dan Megan Twohey pada tahun 2019. Buku tersebut menceritakan proses terbongkarnya kasus sang pendiri studio Miramax tersebut.

Simak review filmnya di bawah ini. 

1. Pelecehan Seksual di Hollywood

Review She Said, Biopik Mengenai Kasus Pelecehan Seksual di HollywoodDok. Universal

Pada tahun 2017, reporter New York Times Jodi Kantor (Zoe Kazan) menerima tip bahwa aktris Rose McGowan dilecehkan secara seksual oleh produser Hollywood Harvey Weinstein. McGowan awalnya menolak berkomentar, tetapi kemudian menelepon Kantor kembali dan menjelaskan pertemuan di mana Weinstein memperkosanya ketika dia berusia 23 tahun.

Kantor juga berbicara dengan aktris Ashley Judd dan Gwyneth Paltrow, yang menggambarkan hubungan seksual mereka sendiri dengan Weinstein, tetapi keduanya meminta untuk tidak dikutip dalam artikel karena takut akan rusaknya karier mereka. Frustrasi oleh kurangnya kemajuan dalam penyelidikan selanjutnya, Kantor merekrut Megan Twohey (Carey Mulligan) untuk membantu pekerjaan itu.

Twohey melacak seorang wanita yang bekerja sebagai asisten Weinstein di Miramax beberapa dekade lalu dan menghilang; wanita itu dengan takut menolak untuk berbicara tentang masalah tersebut karena NDA yang ditandatangani. Kantor mengonfrontasi mantan CFO Miramax tentang pembayaran sebelumnya oleh Weinstein terhadap para penuduhnya, tetapi dia ragu untuk membocorkan informasi apa pun tentang hal itu.

Setelah itu Kantor menerima tip tentang tiga mantan asisten Weinstein yang mungkin telah dilecehkan: Rowena Chiu, Zelda Perkins, dan Laura Madden. Kantor terbang untuk menghadapi mereka satu per satu; demi mengungkap semua kasus yang terjadi di balik sosok Harvey Weinstein.

Baca Juga: Sinopsis Giant Killing, Gambaran Sepak Bola yang Sesungguhnya!

2. Siapa itu Harvey Weinstein?

Review She Said, Biopik Mengenai Kasus Pelecehan Seksual di HollywoodDok. Universal

Pasti kamu tidak mengenal siapa itu Harvey Weinstein, bila kamu awam atau baru menjadi pecinta film di tahun 2000-an. Harvey Weinstein adalah orang yang namanya bisa disamakan dengan Steven Spielberg.

Banyak film terkenal lahir dari perusahaan film miliknya, Miramax yang ia dirikan bersama saudaranya Bob Weinstein pada akhir 1970-an. “Reservoir Dogs” (1992); ”Pulp Fiction” (1994); “Scream” (1996); “Melena” (2000); “Kill Bill” (2003-2004) dan banyak lagi bila kita memasukan kiprah studio Mirmax di layar lebar maupun TV.

Banyak film yang diproduksinya menghasilkan jutaan dolar di box office dan mendapat lebih dari selusin nominasi Oscar dan tiga kemenangan untuk kategori Best Movie. Dengan begitu banyaknya prestasi yang dia dapatkan, Weinstein menjadi sosok yang disegani, apalagi dia memiliki sifat yang sangat keras ketika berbisnis.

Selain keras, ternyata Weinstein memiliki berbagai permasalahan yang membuat Miramax harus membayar berbagai kompensasi atau uang tutup mulut bagi artis-artis atau kolega yang menjadi “korban” dirinya.

3. Film yang berbicara dengan sendirinya

Review She Said, Biopik Mengenai Kasus Pelecehan Seksual di HollywoodDok. Universal

She Said adalah film yang sangat mudah untuk digarap. Film ini seperti berbicara sendiri mengenai konten yang dimilikinya. Mungkin karena diangkat dari sebuah tulisan yang dibuat oleh wartawan, sehingga proses penceritaannya terasa gamblang dan lugas, tanpa ada kiasan yang membuat tulisan terasa lebih artistik.

Karena sangat gamblang, kita jadi tidak melihat proses sinematografi yang rumit apalagi sulit. Sebagai gantinya cerita di film She Said ini mengalir dengan lancar tanpa ada masalah yang berarti. Jelas ada banyak pesan moral yang bisa dipetik di dalamnya. Terutama yang terkait dengan perlindungan hukum bagi para korban pelecehan seksual, yang sayangnya masih lemah juga di Indonesia.

Film ini akan membuat kita sadar kalau pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan tidak memandang kelamin. Butuh keberanian lebih untuk membongkarnya, apalagi saat aparat dan penegak hukum tidak peduli dengan kasus semacam ini. Sementara sang korban terkena trauma dan tidak berani berbicara.

She Said kami ganjar dengan nilai 4 dari 5 bintang review karena materi yang ada di dalamnya. Film ini bakal tayang di Indonesia pada tanggal 25 November 2022.

Baca Juga: Sinopsis Bocchi the Rock! Anime Musik Wajib Tonton!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU