Review See For Me, Gadis Difabel Netra Versus Perampok Rumah

Seorang gadis berhadapan dengan perampok rumah profesional

Review See For Me, Gadis Difabel Netra Versus Perampok Rumah

Kalau kamu suka dengan film thriller maka kamu akan mendapatkan tontonan wajib untuk bulan Juni 2022 ini. See For Me yang merupakan film thriller produksi Kanada bakalan dirilis di bioskop-bioskop Indonesia.

Film yang menggabungkan genre thriller dengan home invasion ini sedikit banyak mengingatkan kami akan film Don’t Breathe pertama. Tapi See For Me milih pendekatan yang lebih masuk akal. Apalagi di See For Me, karakter utamanya adalah seorang gadis difabel netra, yang otomatis tidak bisa mencekik lawannya layaknya The Blind Man. Simak review See For Me berikut.

1. Sophie, sang gadis difabel netra

Review See For Me, Gadis Difabel Netra Versus Perampok RumahDok. Level Film

Sophie Scott (Skyler Davenport) merupakan seorang gadis berusia 18 tahun yang menderita penyakit retinitis pigmentosa. Ini membuat dirinya mengalami kebutaan, sehingga karirnya sebagai atlet ski es harus ia kubur dalam-dalam meski sebenarnya ada cabang olahraga sama dengan atlet tuna netra, namun Sophie memilih untuk berhenti.

Hari-harinya menjadi super membosankan, ia tidak bisa kemana-mana dengan kondisinya yang seperti itu. Ia hanya bisa melihat kilatan cahaya saja, ini membuat ruang gerak Sophie jadi terbatas. Satu kali, ia menerima pekerjaan untuk menjaga sebuah kucing seorang wanita super kaya. Meski Sophie tidak bisa melihat, sang pemberi kerja tidak keberatan karena hanya mengurus kucing saja.

Selama berada di rumah tersebut Sophie mengandalkan aplikasi See For Me untuk melihat kondisi sekitar melalui kamera ponsel yang dipegang Sophie. Aplikasi tersebut pada intinya menggunakan operator untuk menjelaskan ada di hadapan Sophie.

Pekerjaan yang sederhana ini berubah menjadi petaka ketika di malam hari Sophie mendengar kegaduhan di dalam rumah. Ternyata ada perampok yang masuk ke dalam rumah. Lokasi rumah tersebut cukup jauh dari keramaian, sehingga polisi membutuhkan waktu cukup lama untuk datang dan menolong Sophie.

Mau tidak mau, Sophie harus bersembunyi dari dari para perampok tersebut. Sayangnya proses petak-umpet tersebut tidak berjalan lancar, sehingga Sophie harus bertahan dari serangan para perampok sambil dibantu dengan operator aplikasi See For Me.

Baca Juga: Beberapa Film Spider-Man dan Venom Akan Hadir di Disney+ Hotstar!

2. Bukan film yang lurus-lurus saja

Review See For Me, Gadis Difabel Netra Versus Perampok RumahDok. Level Film

Bila kamu membaca sinopsis See For Me secara sekilas, kamu pasti akan berpikir kalau film ini hanya sekedar thriller survival yang melibatkan home invader. Resep ini memang kerap digunakan para sineas Hollywood untuk membangun ketegangan, tapi di See For Me kita berhadapan juga dengan moral kompas seorang Sophie.

Bagaimanapun caranya Sophie masih manusia biasa, sehingga apapun yang menjadi keputusannya akan melibatkan akal dan nafsu. Karena inilah kita akan disuguhi sosok Sophie yang tidak lurus-lurus amat sepanjang film.

Kita akan disuguhi bagaimana Sophie melakukan negosiasi, berbuat jahat, hingga meminta bagian pada para penjahat yang berupaya merampok rumah orang kaya tersebut. Pada intinya, kita disuguhi protagonis yang tidak sempurna, sehingga terasa cukup nyata bila dibandingkan dengan film home invading lainnya.

3. Thriller yang kurang rapi

Review See For Me, Gadis Difabel Netra Versus Perampok RumahDok. Level Film

Cerita tentang seorang gadis yang sendirian di satu tempat dan harus berhadapan dengan para kriminal merupakan sebuah premis film paling pasaran yang pernah ada. Hal ini menjadikan para penonton sudah bisa menebak jalan ceritanya dan endingnya bagaimana.

Satu hal yang kebanyakan penonton ingin tahu adalah apakah proses si gadis dari bertemu para orang jahat sampai akhirnya ia selamat; seru untuk diikuti atau tidak sama sekali. Sayangnya See For Me jatuh ke pilihan yang kedua. Apalagi film ini menampilkan banyak plot yang sangat ketebak.

Hal ini semakin diperburuk dengan hadirnya para antagonis yang “kurang bengis” dalam urusan merampok rumah. Ketimbang menyeramkan dan menebar teror yang membuat bulu kuduk berdiri, mereka malah tampil seperti Harry dan Marv yang hadir di Home Alone 1 dan 2. Tidak becus menghadapi seorang gadis buta yang awalnya tidak bersenjata.

4. Kesimpulan

Review See For Me, Gadis Difabel Netra Versus Perampok RumahDok. Level Film

See For Me merupakan sebuah film thriller yang menarik. Apalagi saat kita menyaksikan bagaimana Sophie mengambil keputusan yang berhubungan dengan nilai moral dirinya. Sisi inilah yang jarang diperlihatkan secara gamblang pada film lain yang sejenis.

Sayangnya bagian thrillernya sangat berantakan sehingga kami hanya bisa memberikan nilai 3 dari 5 bintang review saja. Seandainya Randall Okita bisa memberikan pendekatan yang lebih baik pada sisi thriller, film ini bisa saja menyaingi Don’t Breathe atau bahkan lebih.

See For Me bakal bisa kamu saksikan di bioskop Indonesia di bulan Juni 2022 ini. Jangan lewatkan untuk menyaksikan bagaimana Sophie yang diperankan dengan cukup apik oleh Skyler Davenport, berurusan dengan para perampok yang mengancam nyawanya.

Itulah Review See For Me, tertarik untuk nonton?

Baca Juga: Sinopsis The Doll 3, Film Horor Indonesia Mirip Chucky

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU