Review Little Women, Kisah Klasik yang Tak Lekang Zaman

Novel Louisa May Alcott kembali diadaptasi ke layar lebar

Review Little Women, Kisah Klasik yang Tak Lekang Zaman

Saat kami mendengar bahwa Little Women akan diadaptasi lagi, kami langsung menghitung berapa banyak film adaptasi dari cerita ini yang sudah kami tonton. Ya, novel drama romantis karya Louisa May Alcott ini memang sudah diadaptasi dalam berbagai bentuk, termasuk film layar lebar.

Lebih hebatnya lagi, setiap adaptasi memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Begitupun dengan versi Greta Gerwig yang muncul di tahun 2019 kemarin.

1. Kisah gadis-gadis keluarga March

Review Little Women, Kisah Klasik yang Tak Lekang Zamanlittlewomen.movie

Little Women mengangkat kehidupan keluarga March dan empat anak gadis mereka. Margaret "Meg" March (Emma Watson) adalah kakak tertua dan paling cantik di antara mereka. Sementara Josephine "Jo" March (Saoirse Ronan) merupakan putri kedua yang paling mandiri dan imajinatif. Elizabeth "Beth" March (Eliza Scanlen) merupakan putri ketiga yang paling pendiam tetapi berbakat memainkan piano. Yang terakhir adalah Amy March (Florence Pugh), putri bontot yang paling manja tapi berbakat pada seni.

Mereka berempat tinggal bersama sang ibu Marmee March (Laura Dern) di dalam rumah kecil berlantai dua. Di hadapan rumah mereka, tinggal bangsawan kaya yang bernama tuan Laurance, dengan Putra bengal mereka yang bernama Theodore "Laurie" Laurence (Timothee Chalamet).

Pada awalnya anak-anak Marmee tidak terlalu mengenal keluarga Laurie, tapi lama kelamaan kedua keluarga ini semakin akrab berkat insiden yang dialami Meg dan Jo. Sejak saat itu Laurie selalu hadir di antara mereka berempat dan bahkan sempat jatuh cinta pada Jo yang memiliki sifat paling periang dan mirip dengan dirinya.

Sayang perasaan Laurie tidak terbalas, Jo malah memutuskan pergi ke New York untuk menulis dan berharap kalau Laurie melupakan perasaannya. Bagaimana kelanjutan cinta Jo dan Laurie? Well, kalau kamu pernah membaca novelnya pasti kamu apa yang terjadi.

2. Sentuhan yang lebih modern

Review Little Women, Kisah Klasik yang Tak Lekang Zamanlittlewomen.movie

Mengingat novelnya sudah diadaptasi berkali-kali dan memiliki banyak adaptasi, maka tidak heran kalau Greta Gerwig mengambil berbagai langkah yang berbeda dengan adaptasi lainnya. Salah satunya adalah menghilangkan bagian anak-anak dari kisah Little Women.

Jadi ketimbang menyajikan satu alur yang maju, Greta memutuskan untuk membuat alur maju mundur untuk menjelaskan berbagai adegan penting yang hadir di masa anak-anak para empat anak gadis March. Transisi yang memisahkan plot ini dihadirkan dengan halus dan ditandai melalui tone yang berbeda. Masa muda mereka dibuat lebih cerah dan berwarna, sementara masa dewasa mereka dibuat lebih gelap dan jelas.

Selain menghilangkan masa anak-anak, Greta juga menambahkan peran dan dialog Amy March ketimbang novel aslinya. Bila pada versi novel kamu akan melihat Amy sebagai sosok antagonis yang harus dibenci, maka di film ini kamu akan diajak melihat sisi lain dari Amy yang sebenarnya sangat dewasa dan kebanyakan merasa menjadi nomor dua dari Jo.

Tidak heran Florence Pugh mendapatkan nominasi Oscar untuk Best Supporting Actress. Sebab bagian ini memang sangat mengubah sudut pandang kami terhadap karakter Amy yang biasanya digambarkan sebagai anak manja yang menyebalkan.

3. Cast yang super ideal

Review Little Women, Kisah Klasik yang Tak Lekang Zamanlittlewomen.movie

Satu hal yang membuat kami terpukau terhadap Little Women adalah cast yang super ideal untuk sebuah film bergaya klasik. Di film ini kamu akan mendapati Emma Watson yang digambarkan sangat dewasa. Dalam sekali lihat kamu akan memahami betapa cantik dan anggunnya karakter Meg.

Sementara itu Saoirse Ronan juga memperlihatkan bagaimana sudut pandang Jo dan narasinya berhasil masuk ke dalam karakter lain. Sementara itu kita dibuat kagum dengan segala kecerdasan yang dimilikinya.

Meryl Streep sebagai sang bibi March juga mendapatkan scene dan spotlight sendiri. Kamu akan menemukan kalau kata-kata pedasnya ada benarnya meskipun sedikit tidak tepat digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang dialami keluarga March.

Terakhir Laura Dern, entah mengapa sang peneliti DNA Dinosaurus ini mampu membuat kami merasakan hangatnya keluarga March. Sebuah chemistry yang sulit untuk dibuat-buat, apalagi untuk karakter sampingan yang memiliki role tidak terlalu dominan.

Rasanya sangat sulit membayangkan bibi March dan Mrs Marmee diperankan oleh artis senior lainnya selain kedua nama besar di atas.

4. Kesimpulan? Nyaris sempurna!

Review Little Women, Kisah Klasik yang Tak Lekang Zamanlittlewomen.movie

Melihat Little Women dihidupkan sekali lagi di layar lebar membuat kami menduga-duga. Apakah kisah ini benar-benar tidak akan lekang ditelan zaman? Apakah di masa depan novel ini akan kembali diangkat ke layar lebar? Atau malah diangkat ke platform digital?

Yang jelas film Little Women merupakan adaptasi novel klasik yang menyenangkan dan menginspirasi. Kamu akan jatuh cinta dengan sosok empat adik-kakak yang cantik dan anggun. Karakter-karakter yang kuat dan akting yang prima membuat film ini kami hadiahi dengan 4,8 dari 5 bintang review.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU