Review Hypnotic, Ketika Ben Affleck Terjebak Ilusi di Dunia Nyata 

Perjuangan agen polisi Rourke menemukan sang anak tercinta

H1

Hypnotic adalah sebuah film yang dikembangkan oleh Robert Rodriguez dari tahun 2002. Pada awalnya film ini dinamai sebagai “one of my favorite stories”.

Pada tahun 2018 film ini mendapatkan lampu hijau dari Studio 8. Robert Rodriguez dikonfirmasi sebagai sutradara, sementara Max Borenstein ditunjuk untuk menulis ulang cerita Hypnotic untuk Studio 8.

1. Dunia ilusi dan dunia nyata

H2Dok. Studio 8

Danny Rourke (Ben Affleck) merupakan seorang detektif kepolisian Austin yang mengalami trauma akibat kehilangan anaknya beberapa waktu lalu. Sampai saat ini dia masih mencari keberadaan anaknya, sementara penculiknya sendiri mengaku tidak ingat pernah menculik anaknya.

Suatu hari Rourke beralih ke kasus baru tentang seseorang yang akan merampok sebuah bank, tepatnya sebuah ruang penyimpanan. Ia pun bergegas ke ruang tersebut dan menemukan foto anaknya dengan tulisan “Temukan Lev Dellrayne”.

Seorang pria yang disebut bernama Dellrayne (William Fichtner) terlihat menghipnotis orang lain untuk merampok bank. Tapi ia kabur ketika Rourke mengejarnya. Rourke lalu menemui seorang penghipnotis bernama Diana Cruz (Alice Braga) untuk mengetahui lebih lanjut tentang hipnotis.

Kekuatan hipnotis ini digambarkan bisa mempengaruhi semuanya, termasuk presepi dan kelima indra. Berbagai situasi aneh membuat Rourke dan Diana bermain kucing- kucingan dengan Dellrayne.

Segala misteri tersebut membuat Rourke semakin penasaran dengan Dellrayne. Dan kemungkinan besar sosoknya terhubung dengan kasus penculikan anaknya.

Baca Juga: Review The Little Mermaid Live Action, Update Versi 2023!

2. Jangan percaya apa yang kamu lihat

H3Dok. Studio 8

Visual dan gaya film ini sebenarnya terlihat biasa saja, tetapi kita tidak percaya begitu saja dengan apa yang ditampilkan di hadapan kita. Berbagai plot misterius dan kejadian aneh yang dialam oleh Rourke membuat kita bertanya-tanya, mana yang benar, mana yang salah.

Cerita semakin membingungkan ketika semakin banyak fakta yang diungkap oleh Roarke. Rasanya seperti dunia akan runtuh begitu Roarke mengetahui segala kenyataan yang dihadapinnya. Meskipun dari awal kita tahu kalau hipnotis membuat dunia yang tidak nyata menjadi nyata, begitupun sebaliknya.

Bagian membingungkan ini bisa membuat kamu kehilangan fokus dan arah cerita. Untunglah beberapa petunjuk ditebar di sepanjang film, membuat kamu bisa menebak-nebak sendiri, mana yang nyata, dan mana yang tidak. Mana yang benar-benar terjadi, dan mana yang cuman hipnotis belaka.

3. Bukan yang pertama, tapi tetap menarik

H4Dok. Studio 8

Walaupun sudah dikembangkan selama 20 tahun, bukan berarti kalau film sejenis ini belum pernah hadir di Hollywood. Sebagai contoh, kamu bisa melihat Inception (2010) atau Shutter Island (2010) untuk merasakan pengalaman yang serupa, terutama di urusan plot twist.

Sayangnya film ini memiliki budget yang rendah sehingga menyebabkan beberapa elemen terasa sangat kedodoran. Terutama di bagian efek dan durasi yang terbilang sangat pendek. Hasilnya ada beberapa bagian yang harus kamu simak dengan sangat teliti, bila kamu ingin memahami kisah Hypnotic secara utuh. Itupun kamu pasti akan tetap merasakan feeling “kok begitu sih” ketika menyaksikan bagian endingnya.

Berbagai kekurangan tersebut membuat Hypnotic hanya bisa kami ganjar dengan nilai 3,8 dari 5 bintang revew. Seharusnya banyak yang bisa dibangun dan digali dari plot Hypnotic. Sehingga muncul berbagai penjelasan yang lebih mengena atau visual yang lebih apik dari yang sudah dihadirkan oleh Hypnotic di layar lebar.

https://www.youtube.com/embed/XAwpu4rQpeQ

Baca Juga: Review Razer Blackwidow V4 Pro, Fullsize Pakai Bonus?

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU