Review House of Gucci, Drama Perebutan Kekuasaan Keluarga Gucci

Saat keluarga Gucci berebut kekuasaan atas brand mereka

Review House of Gucci, Drama Perebutan Kekuasaan Keluarga Gucci

Gucci merupakan merek fashion yang sangat terkenal di seluruh dunia. Beberapa pembaca pasti pernah melihat orang tua mereka menenteng tas atau menggunakan sabuk dengan logo “GG”. Barang-barang mewah tersebut dibuat oleh perusahaan tas dan pelana rintisan Guccio Gucci di tahun 1921, yang kini lebih dikenal sebagai perusahaan fashion.

Di balik kesuksesan mereka, ternyata Gucci menyimpan konflik keluarga yang sangat pelik. Konflik keluarga tersebut diceritakan di biografi “The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed.” Biografi tersebut diangkat ke layar lebar oleh MGM yang kemudian menunjuk Ridley Scott.

Film sepanjang 157 menit ini bakal menceritakan bagaimana perpecahan terjadi di keluarga Gucci, hingga akhirnya merek dagang ini dibangkitkan kembali.

1. Patrizia Reggiani

Review House of Gucci, Drama Perebutan Kekuasaan Keluarga GucciDok. MGM

Patrizia Reggiani (Lady Gaga) bertemu dengan Maurizio Gucci (Adam Driver) pada sebuah pesta. Keduanya langsung jatuh cinta begitu menghabiskan waktu bersama. Sayangnya hubungan mereka tidak direstui oleh sang ayah, Rodolfo Gucci (Jeremy Irons).

Akhirnya Maurizio memutuskan untuk meninggalkan sang ayah untuk hidup bersama dengan Patrizia. Hubungan mereka berlanjut hingga akhirnya keduanya menikah dan memiliki anak.

Berbeda dengan sang ayah, paman Maurizio yang bernama Aldo Gucci (Al Pacino) lebih menerima keberadaan pasangan Patrizia dan Maurizio. Melalui sebuah kesempatan, akhirnya Maurizio diajak melihat-lihat rumah produksi Gucci yang dikelola sang paman. Dari sana Maurizio mempelajari dasar-dasar cara Gucci berbisnis.

Sang ayah akhirnya menderita sakit keras, di akhir hayatnya Rodolfo menerima Patrizia sebagai bagian dari keluarga Gucci.

Ketika Patricia dan Maurizio mengelola Gucci secara langsung, mereka menemukan berbagai masalah yang selama ini hadir di perusahaan. Dari situ perpecahan dan perebutan kekuasaan terjadi. Patrizia dan Maurizio ingin mengubah Gucci, sementara sang paman ingin Gucci tidak berubah sama sekali.

Baca Juga: Tom Holland Ingin Spider-Man Melawan Kingpin di Film

2. Penuh dengan edukasi bisnis

Review House of Gucci, Drama Perebutan Kekuasaan Keluarga GucciDok. MGM

House of Gucci merupakan sebuah film yang mengangkat berbagai keputusan bisnis yang mengubah Gucci untuk selamanya. Karena itu tidak heran kalau film ini dipenuhi dengan berbagai pelajaran dan hal-hal yang berhubungan dengan bisnis.

Sebagai contoh, bila sebuah merek tidak berkembang mengikuti zaman, maka merek tersebut lama-kelamaan akan obsolete. Hal inilah yang sempat terjadi di Gucci, sehingga mereka harus diselamatkan oleh investor.

Kemudian edukasi bisnis lainnya berkutat dengan ambisi besar yang bisa menghancurkan segalanya, dan bagaimana jadinya kalau kamu pintar secara edukasi, tapi tidak pintar dalam berbisnis. Hasilnya, kamu cuman bisa menghaburkan uang tanpa memperhitungkan keuangan perusahaan.

3. Berakhir tragis

Review House of Gucci, Drama Perebutan Kekuasaan Keluarga GucciDok. MGM

Seperti yang kami sebutkan di awal review, film ini terinspirasi oleh buku The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed yang dipublikasikan pada 2012 oleh Sara Gay Forden.

Diceritakan pula bahwa pada tahun 1995 Maurizio Gucci dibunuh oleh pembunuh bayaran yang ternyata diperintahkan oleh istrinya sendiri Patrizia Reggiani. Kasus pembunuhan itu pun membuat geger banyak orang saat itu. Patrizia lantas dihukum tiga tahun kemudian dan bebas dari penjara pada tahun 2014.

Terlepas dari kisah tragis tersebut, setting latar dan kostum dari film ini cukup sukses menggambarkan keluarga kaya raya di Italia pada tahun 70an . Lady Gaga pun cukup sukses memerankan tokoh Patrizia yang menjadi masalah utama di keluarga Gucci.

Sayangnya Lady Gaga dan Adam Driver kurang konsisten dalam memainkan karakter mereka. Akhirnya beberapa adegan terkesan naik turun dalam hal chemistry maupun konflik.

4. Kesimpulan

Review House of Gucci, Drama Perebutan Kekuasaan Keluarga GucciDok. MGM

House of Gucci menghadirkan cerita yang komplek dengan fokus utama hubungan Patrizia dan Maurizio. Kalau kamu tidak terbiasa melihat film-film yang dibuat berdasarkan biografi seperti misalnya The Founder, kamu pasti akan cepat merasa bosan menyaksikan House of Gucci.

Tapi kalau kamu menyukai semua intrik dan drama yang ditimbulkan dari perebutan kekuasaan, kamu pasti bakal menikmati House of Gucci hingga adegan terakhirnya.

Kami bisa memberikan film ini nilai 4 dari 5 bintang review karena kualitas penulisan cerita dan adegan yang cukup baik. Selain itu menyaksikan bagaimana setiap orang di film ini mendapatkan “ganjaran” masing-masing, menimbulkan rasa puas tersendiri.

Di Indonesia film ini sudah tayang di bioskop-bioskop kesayangan. Seperti biasa, jangan lupa dengan protokol kesehatan karena saat ini ada varian baru Omicron yang dinilai berbahaya.

Baca Juga: James Gunn Bantah Teori Galactus di Film Guardians of The Galaxy

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU