Review Film Dune, Kisah Perebutan Kekuasaan Epik Versi Galaksi

Film cult yang diremake dengan teknologi canggih dan modern

Review Film Dune, Kisah Perebutan Kekuasaan Epik Versi Galaksi

Kalau kamu pernah menonton Dune lawas, atau membaca novel karya Frank Herbert yang terbit di tahun 1965, kamu pasti akan sangat menantikan remakenya yang satu ini.

Film cult yang bisa disandingkan dengan Star Wars ini mendapatkan remake yang cukup signifikan. Pada versi terbarunya Dune dibidani oleh Denis Villeneuve dan diproduksi Warner Bros. Untuk urusan skala ambisi, Villeneuve sampai memotong-motong kisah Dune menjadi tiga bagian demi menjelaskan dunia Dune yang sangat kompleks.

Yang jadi pertanyaan di sini adalah, apakah kamu bakal menerima Dune baru ini? Apakah cara Villeneuve memotong-motong kisah Dune adalah tepat? Untuk menjawab kedua pertanyaan ini kamu bisa menyimak review kami di bawah ini.

1. Perebutan kekuasaan di planet Arrakis

Review Film Dune, Kisah Perebutan Kekuasaan Epik Versi GalaksiDok. Warner

Arrakis adalah sebuah planet yang sangat unik. Planet yang keseluruhannya ditutup oleh gurun pasir ini menghasilkan Spice di permukaannya. Spice merupakan sebuah partikel yang menyebabkan halusinasi. Pada sisi lainnya Spice digunakan untuk melakukan perjalanan luar angkasa.

Pada awalnya Arrakis dikuasai oleh keluarga Harkonnen yang terkenal berkat kebrutalannya. Keluarga yang dipimpin oleh seorang Baron bernama Vladimir Harkonnen (Stellan Skarsgard) ini memiliki kekayaan sangat besar berkat panen Spice di Arrakis.

Melihat kekuatan Harkonnen yang semakin hari semakin tumbuh mengancam kekuasaan kekaisaran galaksi Padishah, akhirnya dibuat rencana untuk mengadu domba antara keluarga Harkonnen yang kaya raya dengan keluarga Atreides yang dipimpin oleh Leto Atreides (Oscar Isaac).

Atreides sendiri diincar oleh kekaisaran karena kepopularitasan mereka yang meningkat pesat. Apalagi di samping Leto ada Lady Jessica Atreides (Rebecca Ferguson) yang merupakan seorang Bene Gesserit. Leto dan Jessica memiliki seorang anak bernama Paul Atreides (Timothee Chalamet)

Kekaisaran mengadu domba Harkonnen dengan Atreides melalui pengambilalihan planet Arrakis dari Harkonnen untuk diberikan pada Atreides.

Benar saja, tidak lama Atreides berkuasa di Arrakis, Harkonnen langsung mengumpulkan kekuatan untuk menyerang Atreides yang bersarang di Arrakis. Lebih gilanya lagi, serangan ini dibantu oleh para Sardaukar yang merupakan pasukan milik kekaisaran Padishah.

Saat serangan berlangsung, Paul dan Lady Jessica berhasil melarikan diri. Dari sini dimulailah petualangan Paul untuk mempelajari cara hidup orang-orang gurun yang disebut Fremen. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan Chani (Zendaya), gadis Fremen yang kerap hadir di dalam mimpinya.

Baca Juga: Yayan Ruhian Bakal Main di Film Sam Raimi Boy Kills World!

2. Film cult yang super kompleks

Review Film Dune, Kisah Perebutan Kekuasaan Epik Versi GalaksiDok. Warner

Dune merupakan novel fiksi ilmiah yang memiliki kedalaman cerita dan aspek dunia yang sangat kompleks. Bahkan saking kompleksnya sampai-sampai Villeneuve seperti kebingungan untuk memulai ceritanya sendiri.

Premis awal Dune ini cukup mudah dipahami, tetapi setelahnya kita bakal dilempari berbagai istilah yang membingungkan yang tidak direferensi di bagian manapun di dalam film. Hasilnya kita jadi harus mencari tahu sendiri elemen apa yang sedang dibicarakan di dalam adegan.

Sebagai contoh, kita bakal disuguhi adegan mengenai Bene Gesserit tanpa mengetahui arti dari Bene Gesserit itu sendiri. Kalau kamu pernah menonton atau membaca novel Dune, pasti kamu langsung paham. Tapi sebaliknya kalau kamu belum pernah bersentuhan dengan franchise ini, pasti kamu akan garuk-garuk kepala dipaksa mengira-ngira apa itu Bene Gesserit yang ternyata tidak lebih dari sebutan Witch atau penyihir di dunia Dune.

Bene Gesserit ini baru sebagian kecil dari banyaknya terminologi yang dilontarkan di dalam film ini. Contoh lainnya yang seharusnya sangat penting adalah Lisan Al Ghaib atau Mahdi, yang terkait langsung dengan keberadaan Paul.

3. Artistik yang memukau

Review Film Dune, Kisah Perebutan Kekuasaan Epik Versi GalaksiDok. Warner

Menonton Dune itu seperti menyaksikan ratusan halaman wallpaper yang ada di komputermu. Rasanya hanya Alpha yang dibuat oleh Columbia Pictures di tahun 2018 yang mampu menyaingi keindahan sinematografi Dune.

Dunia Dune yang dipenuhi dengan warna kuning digambarkan sangat artistik di film ini. Bahkan warna kulit Zendaya yang sawo matang terlihat indah, apalagi ketika dipadukan dengan warna mata suku Fremen yang biru.

Setiap armor, senjata, dan kendaraan yang ada di Dune dibuat dengan detail yang cukup kompleks tapi fungsional. Hal tersebut menjadikan Dune sebagai surga dunia bagi orang-orang yang menyukai genre sains fiksi yang menggabungkan senjata tajam dengan senjata canggih.

Sayang untuk urusan akting kami tidak menemukan sesuatu yang memukau di sini. Kebanyakan adegan yang dihadirkan masih terlalu singkat untuk menilai kemampuan akting masing-masing karakter. Satu-satunya yang berkilau di sini adalah Jason Momoa yang berperan sebagai Duncan Idaho.

Urusan musik diserahkan ke Hans Zimmer yang kembali menyertakan shepard tone yang menyebabkan setiap adegan memiliki intensitas yang cukup tinggi. Sayang beberapa musik terasa kurang pas sehingga membuat kami mengernyit ketika mendengarkan potongan track dari Zimmer yang kadang-kadang meleset.

4. Kesimpulan

Review Film Dune, Kisah Perebutan Kekuasaan Epik Versi GalaksiDok. Warner

Dune bakal dinikmati oleh orang-orang yang menyukai film opera luar angkasa seperti Star Wars, Jupiter Ascending, atau Valerian. Bagian pertama dari kisah Dune sudah diceritakan dengan baik meskipun menghasilkan hiccup yang cukup parah bagi orang-orang yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan franchisenya.

Selain kelemahan di atas, Dune merupakan sebuah entry yang cukup sempurna untuk tahun ini, saat industri film belum bangkit sepenuhnya dari pandemi COVID-19, sehingga haus akan hiburan kelas berat seperti Dune.

Kami memberikan nilai 4 dari 5 bintang karena ambisi dan potensi yang dimiliki film ini. Bila Villeneuve bisa melanjutkan kisahnya dengan baik di bagian kedua, Dune akan menjadi salah satu franchise yang memiliki cult baru layaknya Harry Potter ataupun Lord of The Rings.

Film Dune bakal diputar di bioskop Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2021. Seperti biasa, jangan lupa untuk menjalankan protokol kesehatan, serta gunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan check-in ketika memasuki bioskop.

Baca Juga: Joaquin Phoenix Tertarik Lanjutkan Film Joker 2 Jika Dibuat

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU