Review Film Ambush, Ekstraksi Dramatis di Perang Yaman

Perang yang berbeda dari biasanya

Review Film Ambush, Ekstraksi Dramatis di Perang Yaman

Yaman merupakan negara termiskin di dunia Arab. Negara ini dicengkeram oleh perang saudara antara milisi Houthi dan pendukung pemerintah yang diakui internasional.

Houthi dan pemerintah Yaman telah terlibat bentrokan sejak 2004, dengan disela gencatan senjata beberapa kali. Namun pertempuran ketika itu hanya terjadi di utara Yaman, di provinsi miskin, Saada. Pada September 2014, pemberontak Houthi mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa, hingga terus ke wilayah selatan ke kota terbesar kedua Yaman, Aden.

Sejak saat itu koalisi Arab Saudi mengirimkan bala bantuan tentaranya untuk memukul mundur Houthi dari kota-kota besar Yaman. Ambush merupakan sebuah peristiwa ekstraksi yang terjadi di tahun 2018 di al-Mukha. Sekelompok mobil patroli milik koalisi Arab Saudi diserang habis-habisan oleh para pemberontak Houthi yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di pihak pasukan koalisi.

1. Sebuah Penyergapan Terencana

Review Film Ambush, Ekstraksi Dramatis di Perang YamanDok. ImageNation

Koalisi Arab Saudi menjalankan kegiatan rutinnya untuk berpatroli di wilayah al-Mukha. Patroli kali ini terdiri dari dua mobil utilitas ringan yang dipimpin oleh Sersan Mayor Bilal al Saadi (Khalifa Al Jassem), bersama-sama dengan Sersan Ali Al-mismari (Marwan Abdulla) dan Al Hindasi (Mohammed Ahmed). Ketiganya mengunjungi desa-desa yang ada di bukit al-Mukha.

Patroli rutin ini rupanya sudah ditunggu-tunggu oleh gerombolan Houthi. Mereka menghadang dan melumpuhkan mobil tersebut dengan terjangan RPG yang diarahkan ke bagian samping mobil. Ali sempat merespon serangan tersebut dengan melakukan tembakan balasan melalui turret senapan mesin. Sayangnya upaya tersebut tidak sebanding dengan serbuan gerombolan Houthi.

Upaya Ali berhenti begitu RPG kedua menghantam turret dan melukai Al Hindashi yang ada di bawahnya. Kesialan mereka tidak berhenti sampai situ saja, sebab mobil kedua ikut terkena serangan RPG meskipun bisa mundur dan meninggalkan mobil yang ditumpangi Sersan Mayor mereka.

Patroli rutin langsung berubah ke misi penyelamatan, tentara koalisi Arab Saudi langsung mengirimkan bala bantuannya termasuk menurunkan Kolonel Al Mazroui (Abdullah Bin Heider), sebuah helikopter serang dan skuadron tempur F16 ke dalam operasi tersebut.

Baca Juga: 4 Hero Film Marvel yang Calon Penerusnya Sudah Muncul 

2. Mirip Black Hawk Down

Review Film Ambush, Ekstraksi Dramatis di Perang YamanDok. ImageNation

Film Ambush atau Al Kameen yang disutradarai oleh Pierre Morel ini menampilkan banyak adegan militer yang mengingatkan kami akan film Black Hawk Down yang disutradarai oleh Ridley Scott di tahun 2001. Bedanya hanya ada di lokasi kejadian dan negara-negara yang terlibat.

Konflik yang ditampilkan juga sangat mirip. Sebuah kendaraan pengangkut tentara yang tersandera di tengah gempuran pasukan musuh dan hujan RPG. Kemiripan ini membuat kami membanding-bandingkan berbagai alutsista yang ditampilkan oleh sang sutradara di dalam film.

Ketimbang memanfaatkan teknologi canggih dan format pasukan 4 orang yang bisa diturunkan dan berpindah dengan cepat, pihak koalisi Arab Saudi memilih formasi yang lebih konvensional dengan pendekatan mekanis. Hasilnya misi penyelamatan tersebut berjalan lebih lama dari seharusnya, walaupun dengan jumlah korban yang jauh lebih minim ketimbang Black Hawk Down.

Luapan emosi yang ditimbulkan aksi heroik oleh para pemainnya juga mengingatkan kami akan Black Hawk Down. Termasuk bagaimana rasanya kehilangan teman seperjuangan yang tidak bisa digantikan oleh siapapun.

Sayangnya seluruh pertempuran yang terjadi di bukit-bukit al-Mukha terasa anti klimaks. Pasalnya pertempuran tersebut langsung berjalan tidak seimbang ketika tabir asap digunakan oleh salah satu mobil utilitas menyalak. Sepertinya penulis naskah sudah kehabisan bahan dari pertempuran singkat tersebut atau memang itulah yang sebenarnya terjadi. Yang jelas durasi pertempuran di Ambush terasa lebih padat.

3. Film Perang Wajib Tonton?

Review Film Ambush, Ekstraksi Dramatis di Perang YamanDok. ImageNation

Rasanya sudah lama tidak ada film perang dengan tema seperti ini. Terakhir kami menyaksikan 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi yang disutradarai oleh Michael Bay. Karena disutradarai oleh Bay, kami disuguhi efek Transformers digunakan di dalam film perang sungguhan. Termasuk RPG yang bisa terpental karena menghantam tong sampah, dan peluru yang berpendar seperti api las.

Ambush merupakan sebuah film perang yang mengambil konflik modern yang biasanya jarang diangkat oleh Hollywood. Film ini mengajarkan kita secara tidak langsung kalau peperangan itu tidak mengenal ras atau negara. Di manapun perang itu bentuknya sama dan sia-sia. Terlalu banyak nyawa yang terbuang hanya karena masalah politik dan kepercayaan.

Ambush atau Al Kameen bisa kami beri nilai 3,5 dari 5 bintang review karena film ini menampilkan peperangan realistik yang akhir-akhir ini jarang ditampilkan Hollywood. Siapapun yang menyukai film perang, pasti akan menikmati seluruh adegan yang disajikan oleh Ambush. Apalagi alutsista dan persenjataan yang digunakan cukup modern.

Ambush akan diputar di bioskop tanah air sebentar lagi. Jangan sampai kelewatan menyaksikan buah karya sutradara Pierre Morel yang namanya melejit berkat film Taken dan From Paris With Love ini.

Baca Juga: Daftar Kemunculan Wong di Seri dan Film Fase 4 MCU 

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU