Review Cruella, Ketika Disney Membuat Musuh yang Loveable

Masa lalu Cruella yang sebelumnya tidak pernah disinggung

Review Cruella, Ketika Disney Membuat Musuh yang Loveable

Selain melakukan remake pada film-film lamanya, Disney juga membuat film-film baru dengan karakter utama villains yang mengangkat sudut pandang berbeda ketimbang dongeng aslinya yang menjadi patokan.

Disney memulainya dari Maleficent yang diperankan dengan menawan oleh Angelina Jolie, kemudian mereka melanjutkannya dengan Cruella di tahun 2021 ini.

Membuat kami jatuh cinta pada sosok Maleficent yang diperankan Jolie adalah sebuah hal yang mudah, tetapi membuat kami jatuh cinta pada perancang busana sinting yang sangat menyukai kulit anjing Dalmatian, merupakan sebuah tantangan yang lain lagi. Walaupun Curella kali ini diperankan oleh Emma Stone.

1. Estella dan Cruella

Review Cruella, Ketika Disney Membuat Musuh yang LoveableDok. Disney

Film Cruella dimulai dari masa kecil Estella (Seifert-Cleveland) yang harus keluar dari sekolahan karena dicap nakal dan buruk oleh sekolah tersebut. Padahal aslinya Estella kecil cenderung sangat jenius dalam urusan mode. Hal ini terlihat dari baju dan hiasan yang dia kenakan sepanjang sekolah.

Estella ternyata memiliki dua sisi kepribadian. Bila sisi normalnya dipanggil sebagai Estella, maka sisi jahat dan narsisnya dipanggil sebagai Cruella.

Waktu kemudian bergerak cepat, Estella dewasa (Emma Stone) yang yatim piatu, beraksi di jalanan sebagai perampok ataupun maling kecil-kecilan. Dalam setiap aksinya, Estella selalu ditemani oleh Jasper (Joel Fry) dan Horace (Paul Walter Hauser). Mereka bertiga sudah seperti saudara kandung yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Suatu waktu dalam aksi mereka, Estella melihat sebuah rumah mode di seberang jalan. Melihat hal tersebut Jasper akhirnya melakukan penyusupan untuk membuat Estella bekerja di rumah mode tersebut.

Walaupun pada akhirnya Estella bekerja di rumah mode yang dimaksud, tapi dia hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih yang tidak terlalu penting.

Dalam sebuah shift malam yang dipenuhi dengan minuman keras, Estella melihat kalau pajangan di rumah mode tersebut terlalu jelek dan membosankan. Karena itu dia “menghias” ulang pajangannya dengan gaya yang dia inginkan.

Paginya Estella terbangun di jendela pajangan, dengan kondisi sangat kacau. Saat hendak dipecat dari pekerjaannya, Baroness (Emma Thompson) datang untuk merekrut Estella. Rupanya dia terkesan dengan pekerjaan Estella yang tidak biasa.

Dari situ jalan baru Estella untuk masuk ke dunia bisnis mode semakin terbuka luas. Yang jadi masalah di sini adalah, ada banyak sekali pekerjaan dan kejutan yang menanti Estella di tempat Baroness. Apakah Estella sudah siap dengan semua itu?

Baca Juga: 5 Geng Berandalan Kuat dari Dunia Film! Kekuatannya Ngeri!

2. Penjahat yang Memesona

Review Cruella, Ketika Disney Membuat Musuh yang LoveableDok. Disney

Sebagai film bertemakan fashion, Cruella memiliki segalanya. Mulai dari gaun-gaun elegan dengan garis dan bayangan yang tajam, hingga gaun eksperimen yang melibatkan kertas koran dan robekan-robekan kain.

Tercatat ada 45 kostum yang dikenakan oleh Emma Stone di sepanjang film. Dan semua kostum tersebut jauh dari kata biasa saja. Semuanya terlihat fashionable dan sangat modis untuk zamannya (70s). Bahkan beberapa di antaranya terlihat memiliki garis-garis modern yang seharusnya belum muncul di tahun itu.

Kalau kamu paham dengan fashion, kamu akan melihat bagaimana Baroness memiliki selera fashion yang sedikit agak tua, sementara Estella memperlihatkan selera fashion yang jauh lebih muda. Sepertinya hal ini disengaja oleh Disney sehingga kita mendapatkan kesan kalau Baroness merupakan penjahat mode yang terlalu lama berkuasa.

Selain urusan mode, kita juga disuguhi akting Emma Stone yang memesona. Membuat kita jatuh cinta pada Estella dan Cruella sekaligus. Estella merupakan wanita baik yang mau belajar dari siapapun. Sementara itu Cruella adalah wanita jenius yang mampu menyelesaikan masalah, walaupun sedikit gila dan narsistik parah.

Emma Thompson yang menjadi lawan main juga memperlihatkan akting veteran yang sulit untuk dilupakan. Melalui akting dan gerak tubuhnya, kita langsung tahu siapa penjahat sesungguhnya, dan siapa wanita gila yang berada di dalam ruangan tersebut. Meskipun pada kenyataannya kita memiliki dua wanita gila di dalam satu ruangan.

Keduanya beradu akting dengan sangat hebat, membuat semua mata terpaku pada keduanya bila mereka berada dalam satu frame. Kedua-duanya terlihat artistik, nyentrik, dan menakutkan di saat yang bersamaan.

3. Imajinasi Liar Disney

Review Cruella, Ketika Disney Membuat Musuh yang LoveableDok. Disney

Seperti yang kami ceritakan di awal review. Membuat kita jatuh cinta pada Maleficent itu mudah, tapi membuat kita jatuh cinta pada Cruella itu merupakan sebuah tantangan yang lain.

Hal ini rupanya sangat diperhatikan oleh Aline Brosh McKenna, Kelly Marcel, dan Steve Zissis. Ketiganya berhasil membuat masa lalu Cruella yang sangat sedih dan loveable, sehingga sosok Cruella yang diperankan oleh Emma Stone ini bekerja dengan sempurna tanpa melupakan sosoknya yang eksentrik, narsistik, dan gila.

Kita jadi bisa melihat sisi lain Cruella yang mungkin tidak muncul atau tidak pernah ada pada novel garapan Dodie Smith yang menjadi dasar film One Hundred and One Dalmatians.

Bisa dibilang penggambaran masa lalu Cruella di film ini melebihi seluruh ekspektasi dan imajinasi kami. Bahkan melampaui imajinasi kami ketika pertama kali melihat film Maleficent yang kini sudah memiliki sekuelnya di tahun 2019.

4. Wajib Nonton?

Review Cruella, Ketika Disney Membuat Musuh yang LoveableDok. Disney

Kalau pertanyaan di bagian ini adalah wajib nonton atau tidak, jawabannya sudah pasti wajib nonton dong!

Lagian film ini memiliki semuanya kok. Mulai dari cerita yang segar, akting kelas kakap, makeup dan kostum yang indah, soundtrack yang keren, dan sebarek hal positif lainnya. Termasuk pesan moral yang memberi lapisan tersendiri di luar seluruh kegilaan yang dilakukan Cruella.

Pasalnya, segila apapun Cruella, dia tetap saja tidak bisa melupakan jasa sang Ibu yang telah berjuang demi dirinya dari waktu kecil. Ikatan emosi Ibu dan anak ini juga menjadi alur utama di film Cruella.

Untuk pertama kalinya di tahun 2021 ini kami bisa memberikan nilai hampir penuh pada sebuah film. Kami memberikan nilai 4.5 dari 5 poin review untuk film Cruella. Film ini hanya kekurangan 0.5 saja untuk mencapai nilai penuh. Kekurangan nilai ini sebenarnya muncul karena pada bagian sound kami kerap mendengar adanya fade out yang dipaksakan menyebabkan sebuah lagu terputus begitu saja.

Kalau pada film biasa mungkin kami tidak akan sadar dengan kesalah-kesalahan ini, tetapi berhubung ini adalah film Cruella yang menempatkan fashion dan visual pada garis depan, kami jadi bisa merasakan setiap mood yang dimunculkan di latar melalui sebuah lagi. Sayangnya beberapa lagu tersebut dipotong atau terkena fade out di saat yang kurang tepat.

Baca Juga: Sequel Monsters At Work Siap Hadir di Disney+ Hotstar!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU