Terakhir ada Supergirl (2026) yang menjadi debut Milly Alcock sebagai Kara Zor-El. Film ini memperoleh 55% di Rotten Tomatoes dengan respons kritikus yang cukup beragam.
Supergirl terbaru ini mengisahkan asal-usul Kara Zor-El yang berusaha menemukan jati dirinya sebagai seorang pahlawan. Berbeda dengan versi 1984, Supergirl (2026) menghadirkan karakter Kara yang lebih percaya diri, berani, dan memiliki kepribadian yang kuat.
Penampilan Milly Alcock bahkan mendapat banyak pujian karena berhasil menghadirkan sosok Supergirl yang karismatik. Sayangnya, kualitas akting tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan ceritanya. Beberapa konflik juga dianggap kurang berkembang dan ritme cerita kurang konsisten.
Daftar film superhero perempuan terburuk di atas, menunjukkan bahwa rating rendah gak selalu membuat sebuah film sepenuhnya sulit dinikmati. Meski mendapat rating rendah di Rotten Tomatoes, beberapa film tersebut tetap memiliki basis penggemar yang menyukai jalan ceritanya. Jadi, apakah ada film lain yang juga layak masuk daftar ini?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku
Film superhero perempuan apa yang memiliki rating Rotten Tomatoes paling rendah? | Di antara daftar ini, Catwoman (2004) menjadi yang terendah dengan skor 8% di Rotten Tomatoes. |
Mengapa banyak film superhero perempuan mendapat kritik? | Penyebabnya beragam, mulai dari alur cerita yang kurang kuat, pengembangan karakter yang minim, hingga adaptasi yang terlalu jauh dari versi komik. |
Apakah Supergirl (2026) termasuk film yang gagal? | Dengan rating 55% di Rotten Tomatoes, film ini mendapat respons yang beragam. Beberapa kritikus memuji akting pemeran utama, tetapi sebagian lainnya menilai penyajiannya masih belum maksimal. |