Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Pembahasan One Piece 1187, Kebangkitan Haoshoku Haki Sanji Makin Dekat

Pembahasan One Piece 1187, Kebangkitan Haoshoku Haki Sanji Makin Dekat
Rimoshifu Killingham versus Sanji. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya Sih
  • Luffy mengaktifkan Gear 5 dan menghadapi Imu yang memanggilnya Joy Boy, menandai awal pertarungan besar dengan perbedaan pandangan soal identitas sejati Luffy.
  • Sanji terlibat duel sengit melawan Killingham yang diperkuat kekuatan Omen, sekaligus memunculkan potensi kebangkitan Haoshoku Haki setelah petunjuk dari Scopper Gaban terungkap.
  • Zoro menunjukkan keyakinan penuh pada kemampuan Sanji saat menghadapi Shepherd Sommers, sementara pertempuran di Elbaph makin kacau akibat aksi para raksasa dan Dewa Hujan Zaza.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di bab 1186, Luffy akhirnya ikut turun ke medan tempur dan bahkan berhasil melayangkan tinju ke Nerona Imu.

Tapi tentu saja Imu bukan Charlos.

Satu pukulan tidak akan cukup untuk menjatuhkannya.

Lalu apa saja yang terjadi di One Piece 1187?

Mari kita bahas!

Table of Content

1. Kebetulan yang lucu menyelamatkan Gunko

1. Kebetulan yang lucu menyelamatkan Gunko

Ragnir menghantam balok es besar Gunko dengan palu raksasa di tengah lautan, menimbulkan ledakan asap dan gelombang besar.
Ragnir mengenai balok es Gunko. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Seperti yang diduga, pukulan Luffy ternyata tidak memberi dampak berarti bagi Imu.

Imu langsung membalas menggunakan Blade of Hatred: Stigma, serangan yang menghantam Loki dengan keras.

Loki terlempar... dan justru itulah yang memicu kejadian penting lain.

Tubuh Loki mendarat dekat balok es tempat Gunko terkurung.

Menariknya, sebelumnya petir Nami pun gagal menghancurkan es tersebut. Namun setelah Loki mendarat, Ragnir melayang dan menyentuh permukaan es. Dan esnya mulai meleleh.

Ini mengingatkan kembali pada satu detail penting: es ciptaan Ragnir hanya bisa dihancurkan oleh Ragnir sendiri.

Jadi meski tampak seperti kebetulan, semua kejadian ini justru membawa cerita ke arah yang sudah lama dinantikan pembaca. Momen pertemuan Brook dengan Gunko tampaknya tinggal menunggu waktu.

2. Roronoa Zoro berhadapan dengan Shepherd Sommers

Roronoa Zoro dan Shepherd Sommers berdiri berhadapan di halaman dengan latar menara tinggi dalam panel manga One Piece.
Roronoa Zoro dan Shepherd Sommers. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sementara itu, Zoro berhasil mencapai kapal yang dipersiapkan Shepherd Sommers untuk membawa anak-anak raksasa keluar dari Elbaph.

Sommers dengan santai mengatakan bahwa Killingham akan segera kembali setelah membawa 10 hingga 20 anak raksasa.

Namun respons Zoro sangat dingin. Ia mengatakan bahwa Killingham tidak akan kembali. Karena dia akan mati.

Yang menarik adalah alasan di balik keyakinan Zoro tersebut.

Zoro mengetahui Sanji sedang menuju ke desa tempat Killingham berada.

Dan tidak ada sedikit pun keraguan dalam ekspresi maupun pilihan kata Zoro.

Ini salah satu momen kecil yang menarik karena menunjukkan tingkat kepercayaan Zoro terhadap Sanji.

Meski mereka terus bertengkar, Zoro sama sekali tidak meragukan kemampuan rekan satu kelompoknya itu.

Setelah percakapan tersebut, pertarungan Zoro melawan Sommers pun resmi dimulai.

3. Pembagian peran yang menarik

Pertarungan intens antara Rimoshifu Killingham dan Sanji dalam panel manga One Piece dengan efek pukulan dramatis.
Rimoshifu Killingham versus Sanji. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Bab ini juga menunjukkan pembagian peran yang cukup jelas di desa Elbaph.

Karena Dewa Hujan Zaza memiliki wujud perempuan, Sanji jelas berada dalam situasi yang rumit. Ia tidak bisa menyerangnya.

Namun target utama Sanji sejak awal memang bukan Zaza. Yang ia incar adalah Killingham.

Bagaimanapun juga, Killingham adalah otak di balik penculikan anak-anak raksasa dan sumber dari Zaza.

Sementara perhatian para raksasa dan Ripley terpecah oleh kekacauan yang ditimbulkan Zaza, Killingham justru bisa bergerak lebih leluasa.

Masalahnya, Killingham yang kini diperkuat kekuatan Omen milik Imu terbukti jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.

Di bab ini, Sanji bahkan berhasil dijatuhkan olehnya.

4. Apakah ini saatnya Sanji membangkitkan Haoshoku Haki?

Sanji dari One Piece tampak terluka dan menatap ke atas dengan ekspresi serius dalam panel manga hitam putih.
Sanji. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ada satu dialog lama yang kembali terasa relevan setelah bab ini.

Di bab 1152, Sanji pernah bertanya kepada Scopper Gaban apakah dirinya memiliki potensi Haoshoku Haki.

Jawaban Gaban baru terungkap di bab 1187.

Menurutnya, Sanji memang memiliki potensi tersebut. Namun Gaban juga menyampaikan sesuatu yang terasa seperti petunjuk:

"Kalau kau ingin membuat Luffy menjadi Raja Bajak Laut, maka kau juga harus menjadi raja."

Kalimat itu terasa cocok dengan salah satu konflik personal Sanji.

Berbeda dengan Luffy atau Zoro yang memiliki ambisi besar dan jelas, Sanji sering kali terlalu rela mengorbankan dirinya demi orang lain.

Mimpinya menemukan All Blue memang mulia, namun tidak memiliki nuansa "penaklukan" seperti impian Luffy menjadi Raja Bajak Laut atau Zoro menjadi pendekar pedang terkuat.

Karena itu, ada kemungkinan Oda sedang mengarah ke momen ketika Sanji akhirnya menemukan bentuk ambisinya sendiri.

Dan jika itu terjadi... kebangkitan Haoshoku Haki bukanlah sesuatu yang mustahil.

Kalau benar begitu, Killingham mungkin sedang menghadapi masalah besar.

5. Imu akhirnya melihat Gear 5 secara langsung

Pertarungan antara Nerona Imu dan Luffy dalam wujud Gear 5 dari manga One Piece dengan latar langit terang dan efek energi.
Nerona Imu versus Gear 5 Luffy . (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Puncak bab ini tentu terjadi ketika Luffy akhirnya mengaktifkan Gear 5 dan berhadapan dengan Imu.

Reaksi Imu langsung menarik perhatian.

"Akhirnya kau muncul juga, Joy Boy!"

Ini sekali lagi menegaskan bahwa Imu melihat Luffy sebagai Joy Boy yang kembali.

Namun respons Luffy justru menunjukkan perbedaan cara pandang keduanya.

Luffy tidak suka dipanggil dengan nama itu. Baginya, dirinya adalah Monkey D. Luffy. Bukan Joy Boy.

Konflik ini terasa menarik karena mungkin akan menjadi salah satu tema penting dalam pertarungan mereka.

Imu terus melihat Luffy sebagai sosok dari masa lalu.

Sementara Luffy tampaknya akan terus menegaskan bahwa ia adalah dirinya sendiri, bukan reinkarnasi atau pengganti siapa pun.

Meski begitu, bukan tidak mungkin untuk benar-benar mengalahkan Imu, Luffy perlu memahami lebih jauh siapa Joy Boy sebenarnya, serta nama asli dan sejarah Buah Iblisnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More