Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Gambaran Kisah Polo Gram, Ayah Marco, dengan Shirohige di One Piece!

Gambaran Kisah Polo Gram, Ayah Marco, dengan Shirohige di One Piece!
Polo Gram dan Shirohige. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya Sih
  • Polo Gram pertama kali bertemu Shirohige di Insiden God Valley, saat Shirohige sedang terpuruk setelah diserang Rocks D. Xebec dan kehilangan arah hidupnya.
  • SBS volume 115 mengonfirmasi bahwa Polo Gram adalah ayah Marco dan sempat menjadi partner dekat Shirohige sebelum akhirnya meninggal dunia.
  • Setelah kematian Gram, Marco bergabung dengan Bajak Laut Shirohige dan tumbuh menjadi tangan kanan sekaligus komandan Divisi Pertama yang paling dipercaya sang Yonko.
  • Polo Gram pertama kali bertemu Shirohige di Insiden God Valley, saat Shirohige sedang terpuruk setelah diserang Rocks D. Xebec dan kehilangan arah hidupnya.
  • SBS volume 115 mengonfirmasi Polo Gram adalah ayah Marco; meski awalnya ditolak, ia akhirnya menjadi partner dekat Shirohige sebelum meninggal dunia.
  • Setelah kematian Gram, Marco bergabung dengan Bajak Laut Shirohige dan tumbuh menjadi tangan kanan sang Yonko serta komandan Divisi Pertama yang paling dipercaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Polo Gram mungkin baru diperkenalkan di One Piece bab 1165, menjelang akhir flashback God Valley.

Namun begitu ia muncul, banyak fans langsung curiga dia bapaknya Marco. Bentuk rambut dan kepalanya sangat mirip dengan Marco, sampai sulit menganggap itu kebetulan.

Nah, SBS volume 115 akhirnya mengonfirmasi kecurigaan tersebut.

Jadi seperti apa kisah Polo Gram dengan Edward Newgate alias Shirohige?

Ini yang sejauh ini diketahui!

Table of Content

1. Mereka pertama kali bertemu di God Valley

1. Mereka pertama kali bertemu di God Valley

Polo Gram. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Polo Gram. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Pertemuan pertama Gram dan Shirohige terjadi saat Insiden God Valley.

Ketika itu, Shirohige sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia baru saja diserang Rocks D. Xebec, sosok yang selama ini ia ikuti dengan loyal.

Yang tidak diketahui Shirohige saat itu adalah bahwa Rocks sebenarnya sedang berada di bawah pengaruh Domi Reversi. Dari sudut pandang Shirohige, ia hanya melihat kaptennya tiba-tiba menyerang tanpa alasan yang jelas.

Karena itulah ia tampak tidak memiliki niat untuk kembali ke Bajak Laut Rocks.

Di tengah situasi itu, Gram muncul dan memperkenalkan diri sebagai penggemar Shirohige. Ia bahkan menawarkan kerja sama, terutama karena Shirohige saat itu tidak memiliki kapal untuk berlayar.

Lucunya, respons awal Shirohige cukup ketus. Ia berusaha mengusir Gram dan tidak terlihat tertarik dengan tawaran tersebut.

Namun rupanya hubungan mereka tidak berhenti sampai di sana.

2. Gram akhirnya menjadi partner Shirohige

shirohige muda. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
shirohige muda. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

SBS volume 115 akhirnya memberikan jawaban yang sudah lama dinanti fans.

Ketika ditanya apakah Polo Gram memang ayah Marco, Eiichiro Oda menjawab:

"Ya, tidak ada gunanya menyembunyikan ini lagi, hahaha. Kau benar. Ternyata nama lengkap aslinya adalah Polo Marco. Pada saat Insiden God Valley, Marco sudah lahir, tetapi dia belum menjadi bajak laut. Namun setelah Gram, yang telah menjadi partner dan rekan Shirohige, meninggal, putranya Marco ikut bergabung, dan akhirnya menjadi tangan kanan Shirohige."

Jawaban ini mengungkap beberapa fakta penting sekaligus.

Pertama, Gram memang ayah Marco.

Kedua, meski awalnya ditolak mentah-mentah, Gram pada akhirnya benar-benar menjadi partner dan rekan dekat Shirohige.

Sayangnya, Oda belum menjelaskan apa yang terjadi pada Gram. Yang jelas, ia meninggal.

3. Setelah Gram meninggal, Marco mengambil tempatnya

Marco ketika di Wano
Marco (dok. Toei Animation/One Piece)

Yang menarik adalah Marco ternyata sudah lahir saat Insiden God Valley berlangsung.

Setelah Gram meninggal, Marco kemudian bergabung dengan Bajak Laut Shirohige dan perlahan menjadi salah satu anggota terpenting kelompok itu.

Bahkan pada masa kilas balik Kozuki Oden, Marco sudah terlihat sebagai anggota Bajak Laut Shirohige ketika kapal mereka terdampar di Wano.

Seiring waktu, Marco berkembang menjadi sosok yang paling dipercaya Shirohige. Ia bukan hanya komandan Divisi Pertama, tetapi juga tangan kanan yang selalu berada di sisi sang Yonko.

Jadi ada ironi yang menarik di sini.

Shirohige awalnya berusaha mengusir Gram saat pertama kali bertemu.

Namun pada akhirnya, Gram menjadi partner dekatnya. Dan setelah Gram tiada, putranya justru tumbuh menjadi salah satu orang paling penting dalam kelompok Shirohige.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More