Review Abominable - Petualangan ke Puncak Tertinggi Dunia

Sebuah film keluarga dengan Yeti sebagai karakter utamanya

Review Abominable - Petualangan ke Puncak Tertinggi Dunia

Saat Abominable diumumkan oleh DreamWorks Animation, kami masih terlalu sibuk dengan Toy Story 4 dan The Secret Life of Pets 2. Hasilnya film ini tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya dia peroleh. Untunglah Universal Pictures memiliki waktu rilis yang lebih senggang, sehingga Abominable menjadi film pengisi waktu luang sebelum badai film kelas berat kembali melanda.

1. Yeti di Atas Atap

Review Abominable - Petualangan ke Puncak Tertinggi Duniadok. DreamWorks

Kisah Abominable berputar pada karakter Yi (Chloe Bennet), Peng (Albert Tsai), dan Jin (Tenzing Norgay Trainor). Yi adalah anak yatim yang tinggal bersama ibu dan neneknya. Sementara Peng adalah anak yang hobi bermain basket, meskipun terlihat tidak memiliki teman. Satu-satunya yang memiliki kehidupan sangat baik adalah Jin, yang merupakan anak paling tampan dan cukup kaya.

Yin yang kehilangan sang ayah, memiliki cita-cita untuk berkeliling Tiongkok. Menuju ke susunan Pegunungan Emas, gurun Gobi, hingga ke patung Buddha Leshan. Untuk mewujudkan cita-citanya ini, Yi rela bekerja paruh waktu di manapun. Sedikit demi sedikit Yi mulai mengumpulkan uang, hingga akhirnya tidak cukup waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Kondisi ini berubah begitu seekor Yeti melarikan diri dan bersembunyi di atas apartemen Yi. Kedua makhluk beda spesies ini pada awalnya saling tidak percaya. Tapi rupanya Yi langsung melunak begitu melihat wajah takut sang Yeti ketika tersorot sinar lampu helikopter milik Burnish (Eddie Izzard). Yi menamai sang Yeti sebagai Everest, yang kebetulan juga menjadi lokasi rumah sang Yeti. 

Keadaan yang damai ini tidak bertahan lama, tim pencari dari perusahaan Burnish berhasil menangkap sosok Everest. Mau tidak mau Yi dan Everest harus melarikan diri dari atap untuk menuju ke arah pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan, Yi memutuskan melompat ke atas kapal bersama Everest. Jin yang melihat keadaan tersebut, memutuskan untuk ikut melompat juga bersama Peng.

Di atas kapal yang menuju Tibet ini, Yi menjelaskan rencana untuk memulangkan Everest ke rumahnya. Mendengar niat itu, Jin tidak setuju dan segera mengajak Peng untuk pulang ke rumah setelah kapal tersebut berlabuh. Sayang, rencana Jin untuk pulang tidak berjalan mulus. Sebagai gantinya, mereka bertiga malah terjebak dalam sebuah perjalanan panjang memulangkan Everest ke puncak Himalaya.

Baca Juga: Review A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon - Saat Domba Bertemu Alien

2. Film Keluarga Kaya Pesan

Review Abominable - Petualangan ke Puncak Tertinggi Duniadok. DreamWorks

Sama seperti dengan film DreamWorks lainnya, Abominable adalah film keluarga yang syarat dengan makna dan role model yang bisa ditiru oleh anak-anak. Semua pesan ini disampaikan melalui sosok Yi, Jin, Peng, plus sang Yeti. Dari mereka berempat, kamu bisa memetik banyak pelajaran hidup.

Yi digambarkan sebagai anak muda yang tidak kenal menyerah dan sangat periang walaupun kehilangan sang ayah. Peng digambarkan sebagai anak yang selalu jahil, tetapi mengerjakan segala sesuatunya dengan tulus dan bersemangat. Jin digambarkan sebagai anak yang mencintai teman-temannya layaknya keluarga. Walaupun pada awalnya Jin terlihat sangat arogan, sejatinya sifat tersebut merupakan pengalihan dari semua kekurangannya.

Terakhir sang Yeti. Meskipun tidak memiliki sifat manusia, tapi kamu akan merasakan betapa lembutnya hati sang raksasa salju ini. Melalui nyanyiannya, sang Yeti bisa mengendalikan alam dan hidup berdampingan dengan seluruh elemen yang ada di Bumi ini. Bisa dibilang, Yeti menggambarkan bagaimana seharusnya manusia memperlakukan alam.

3. Sedikit Kurang Nendang

Review Abominable - Petualangan ke Puncak Tertinggi Duniadok. DreamWorks

Cerita yang menggerakan Abominable bisa dianggap sangat sederhana. Kisahnya hanya berkutat pada upaya Yi, Jin, dan Peng memulangkan Everset ke rumahnya. Dialog yang dihadirkan juga terbilang sederhana, sehingga tidak meninggalkan kesan yang terlalu dalam. Tapi melalui kesederhanaannya ini, film Abominable jadi mudah diikuti anak-anak. 

Dari sisi grafis kamu juga tidak bisa berharap banyak. Setelah melihat evolusi Toy Story 4, semua animasi 3D jadi terasa biasa saja. Kamu tidak akan menyaksikan refleksi  realistik seperti yang hadir di muka Bo Peep, atau bagaimana Pixar menggerakan karakter manan yang mereka ciptakan di Toy Story 4.

Walaupun memiliki sedikit kekurangan di sana-sini, bukan berarti film ini memiliki standar yang buruk. Kamu tetap akan menemukan semua kualitas DreamWorks di Abominable. Jadi tenang saja, tidak ada yang jelek di film animasi ini.

4. Kesimpulan

Review Abominable - Petualangan ke Puncak Tertinggi Duniadok. DreamWorks

Abominable adalah animasi ringan yang bisa disaksikan siapa saja di akhir minggu. Kamu bisa saja mengajak adik kecilmu untuk menyaksikan Abominable, tanpa perlu khawatir akan adanya adegan-adegan aneh di dalam film.

Film ini akan dirilis minggu depan, sehingga mungkin kamu akan bertanya bagaimana mungkin film ini bisa bertahan dari gempuran film kelas berat seperti Joker. Kalau menurut kami, Joker bukanlah film yang bisa dinikmati semua umur. Sedangkan Abominable adalah hiburan solid yang ditujukan untuk keluarga dan anak-anak. Jadi jelas film ini akan memiliki pasarnya sendiri.

Abominable kami ganjar dengan nilai 68 dari 100 poin ulasan yang biasa kami berikan. Tidak terlalu spesial, tetapi tetap menghibur. Abominable akan tayang di bioksop pada tanggal 4 Oktober 2019. 

Baca Juga: Film City Hunter Shinjuku Private Eyes akan tayang di Indonesia!

Artikel terkait

Latest