- Agnes Tachyon: bintang jenius dengan takdir tragis
- Dantsu Flame: rival bersahabat yang ikut terdorong oleh kompetisi Tachyon-Pokke
- Manhattan Cafe: sosok tenang dengan ambisi besar
- TM Opera O: “final boss” yang kalau di kisah versi anime ini sedang berada di era dominasi
- Fuji Kiseki: sosok "kakak mentor" Pokke
Review Film Umamusume: Pretty Derby - Beginning of a New Era

- Film Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era akhirnya tayang terbatas di Indonesia setelah sukses besar di Jepang, memanfaatkan lonjakan popularitas game globalnya.
- Cerita berfokus pada perjalanan Jungle Pocket dan rivalitasnya dengan Agnes Tachyon, menghadirkan drama emosional yang kuat serta eksplorasi karakter mendalam di setiap balapan.
- Visual animasi Cygames Pictures tampil detail dan dinamis, membuat pengalaman menonton di layar lebar terasa intens dan memuaskan bagi penggemar maupun penonton baru.
Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era memang bukan film yang beneran baru. Di Jepang, film ini sudah rilis sejak 24 Mei 2024.
Namun memang ada situasi unik soal Umamusume di Indonesia.
Sejak versi global Umamusume rilis pada Juni 2025, popularitas para gadis kuda ini melonjak pesat. Dampaknya bahkan terasa sampai ke aktivitas fans di dunia pacuan kuda lokal, sesuatu yang sebelumnya terasa niche.
Mungkin karena momentum itu, Moxienotion akhirnya menghadirkan film ini dalam penayangan terbatas mulai 1 Mei.
Lalu, apakah film ini benar-benar layak ditonton di layar lebar?
Mari kita bedah.
Sinopsis Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era
Jungle Pocket atau “Pokke” adalah Umamusume berbakat yang terinspirasi oleh Fuji Kiseki untuk menjadi pelari.
Potensinya besar. Sangat besar malah.
Namun segalanya berubah ketika ia bertemu dengan Agnes Tachyon di Hopeful Stakes. Pertemuan itu bukan hanya menentukan hasil balapan, tapi juga arah perjalanan hidupnya sebagai Umamusume.
1. Film olahraga yang “sudah punya skrip sempurna”

Kalau kamu familiar dengan perjalanan Jungle Pocket (terutama dari Japanese Derby hingga Japan Cup 2001) kamu akan sadar satu hal: ini sudah seperti cerita film… bahkan sebelum dijadikan film.
Mulai dari kemenangan besar di Derby, fase penurunan performa, hingga klimaks gila-gilaan Japan Cup... strukturnya terasa seperti “hero’s journey” versi olahraga.
Yang patut diapresiasi, Cygames Pictures tidak merusak fondasi itu. Mereka justru memperkuatnya lewat dramatisasi yang terasa natural.
Di saat yang sama, film ini juga harus menyeimbangkan banyak karakter:
Dengan durasi 108 menit, pendekatan yang dipilih cukup efektif: fokus pada poros Pokke–Tachyon, sambil tetap memberi ruang pada karakter lain.
Memang ada yang akhirnya terasa “tanggung” seperti Manhattan Cafe. Jadi karena beberapa faktor, seperti Cafe asli memang tidak ikut Japan Cup 2001, secara storytelling agak unik Cafe yang terasa baru saja bersinar di Kikuka-shō malah tidak terlibat di race puncak.
Tapi tetap, secara keseluruhan kisah Pokke dan Tachyon terasa tersaji bagus, dan Umamusume lain dapat sorotan yang pas.
2. Struktur cerita yang kuat dan emosional

Balapan di Umamusume itu tergolong singkat. Makannya film ini bisa memasukkan berbagai momen balapan mulai dari Hopeful Stakes hingga Japan Cup. Tapi justru karena race-nya cepat itu, film punya ruang luas untuk eksplorasi karakter.
Dan di sinilah kekuatan utamanya. Kita diperlihatkan hal-hal seperti...
- Pokke bukan sekadar ingin menang. Dia kemudian ingin mengalahkan Tachyon, rivalnya... dan kemudian impostor syndrome yang menghinggapinya.
- Tachyon bukan sekadar jenius, dia juga adalah sosok yang tahu waktunya terbatas.
- Dantsu Flame tahu bahwa dirinya mungkin tidak punya potensi Pokke dan Tachyon, tapi dia ingin menang juga.
Konflik ini membuat setiap race punya makna.
Kita tidak hanya melihat siapa yang menang, tapi juga kenapa kemenangan itu penting bagi mereka.
Hasilnya, setiap balapan terasa intens dari awal sampai akhir.
Ditambah lagi, kualitas animasi yang masih terasa sangat solid di 2026 membuat adegan race benar-benar memanjakan mata.
3. Visual yang memang layak dinikmati di bioskop

Karena filmnya sudah rilis lama di Jepang, saat ini sudah banyak klip film ini sudah beredar di TikTok atau YouTube. Mulai dari kecepatan gila-gilaan Agnes Tachyon hingga monolog teatrikal TM Opera O.
Tapi tetap saja: menonton di layar besar memberikan pengalaman yang berbeda.
Animasi dari Cygames Pictures terasa detail, dinamis, bisa menyajikan sempurna intensitas dan kecepatan para kuda pebalap kita.
Setiap langkah, setiap dorongan di tikungan terakhir, setiap sprint, terasa punya bobot.
Ini tipe visual yang memang worth it untuk tiket bioskop!
4. Fan service yang terasa sebagai pelengkap, bukan jualan utama

Sebagai adaptasi dari IP besar, tentu ada elemen fan service.
Kalau kita bicara kameo, karakter seperti Oguri Cap dan Haru Urara tetap hadir meski ini bukan kisah mereka.
Ada juga momen khas seperti latihan di pantai (swimsuit), festival dengan yukata.
Oh dan ada momen performance panggung dari para Umamusume utama kita di akhir film.
Namun ini menariknya.
Untuk kebanyakan adaptasi anime dari IP ternama, fokusnya biasanya adalah parade fan service seperti kameo, interaksi yang telah dinanti, atau momen kocak yang sulit terjadi di judul utama.
Tapi di sini kita sudah punya kisah olahraga yang solid banget. Jadi bagian fan service ini pun terasa seperti topping ekstra yang manis, bukan inti utamanya.
Yang menarik perhatian saya adalah bahkan di adegan santai itu pun kita menghadapi perkembangan cerita menarik dimana Pokke sedang bergulat dengan impostor syndrome. Jadi adegan yang berpotensi terasa sebagai "padding fan service" pun tetap punya dampak pada cerita utama.
5. Kesimpulan

Saya memberi nilai 4.5/5 untuk Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era.
Ini bukan sekadar “anime bagus”.
Ini adalah film olahraga yang kuat, dengan struktur cerita yang, berkat mengadaptasi dengan dramatisasi sejumlah kejadian nyata soal Pokke dan Tachyon... malah bikin ceritanya jadi segar dan membekas.
Jadi meski ini mungkin film yang di Jepang sudah lama rilis, saya merasa ini masih layak banget untuk ditonton di layar lebar.
Kalau bisa bersama dengan fan base Umamusume biar kalian bisa seru-seruan bareng.
| Producer | CygamesPictures |
| Writer | Kiyoko Yoshimura |
| Age Rating | SU |
| Genre | Animasi, Drama, Komedi, Fantasi |
| Duration | 108 Minutes |
| Release Date | 24-05-2024 |
| Theme | sports, anthropomorphism, based on video game, horse racing, anime, philosophical, comforting |
| Production House | Cygames, CyPic |
| Where to Watch | CGV, Cinepolis |
| Cast | Yuri Fujimoto, Sumire Uesaka, Yui Ogura, Haruna Fukushima, Sora Tokui |

















