Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Karakter Kuat One Piece yang Kematiannya Bukan Karena Pertarungan

6 Karakter Kuat One Piece yang Kematiannya Bukan Karena Pertarungan
Gol D Roger saat hendak di eksekusi (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti enam karakter kuat One Piece yang meninggal bukan karena pertarungan, melainkan akibat eksekusi, penyakit, kecelakaan, atau kesalahpahaman tragis.
  • Gol D. Roger, Kozuki Oden, dan Montblanc Noland sama-sama dieksekusi meski memiliki kekuatan luar biasa dan pengaruh besar terhadap sejarah dunia One Piece.
  • Candelle tewas karena wabah misterius, Kuina meninggal akibat jatuh tangga, sementara Monet terbunuh secara tidak sengaja oleh Caesar Clown karena pertukaran jantung oleh Law.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di One Piece, jika ada karakter kuat yang akhirnya gugur, biasanya penyebabnya adalah pertarungan.

Portgas D. Ace tewas saat melindungi Luffy di Marineford. Edward Newgate alias Shirohige tumbang setelah menghadapi Angkatan Laut dan kemudian diserang Bajak Laut Kurohige. Bahkan ketika mati, tubuhnya masih berdiri tegak sebagai simbol kegigihannya.

Ada juga kasus seperti Izo dan Maha dari CP0 saling bunuh di momen terakhir mereka.

Namun ada sejumlah karakter kuat yang nasib akhirnya justru ditentukan oleh hal lain. Mereka memang petarung hebat, tetapi kematian mereka bukan terjadi karena kalah dalam duel.

Siapa saja?

Table of Content

1. Gol D. Roger — Dieksekusi

1. Gol D. Roger — Dieksekusi

Gol D Roger saat hendak di eksekusi
Gol D Roger saat hendak di eksekusi (dok. Toei Animation/One Piece)

Gol D. Roger adalah Raja Bajak Laut dan salah satu manusia terkuat di eranya.

Namun menjelang akhir hidupnya, Roger sebenarnya sudah menderita penyakit mematikan. Meski masih cukup kuat untuk bertarung melawan sosok seperti Edward Newgate, ia membutuhkan perawatan rutin dari Crocus.

Pada akhirnya Roger menyerahkan diri kepada Angkatan Laut. Ia kemudian dieksekusi di Loguetown, kota tempat ia dilahirkan.

Ironisnya, eksekusi itu justru menjadi awal dari Era Kejayaan Bajak Laut. Kata-kata terakhir Roger membuat seluruh dunia berlayar mencari One Piece dan mengguncang tatanan yang selama ini dijaga Pemerintah Dunia.

2. Kozuki Oden — Dieksekusi

Kozuki Oden dieksekusi (dok. Toei Animation/One Piece)
Kozuki Oden dieksekusi (dok. Toei Animation/One Piece)

Kozuki Oden adalah samurai luar biasa yang mampu menorehkan luka permanen pada Kaido.

Dalam pertarungan mereka, Oden bahkan nyaris mengalahkan Kaido sebelum terdistraksi oleh tipu daya Kurozumi Higurashi.

Meski ditangkap, Oden tetap menunjukkan ketangguhannya dengan bertahan direbus hidup-hidup selama satu jam sambil menopang para pengikutnya.

Namun Kaido dan Orochi tidak berniat membiarkannya hidup.

Setelah hukuman rebus berakhir, Kaido menembak Oden.

Meski demikian, Oden berhasil memberikan kesempatan bagi Akazaya Nine untuk lolos. Kelompok itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor penting dalam kejatuhan Kaido dan Orochi puluhan tahun kemudian.

3. Montblanc Noland — Dieksekusi

Mont Blanc Noland
Mont Blanc Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Sering dianggap hanya sebagai petualang, padahal Noland sebenarnya sangat kuat.

Ia mampu menebas Kashigami, ular raksasa yang ditakuti penduduk Shandia, tanpa kesulitan berarti.

Namun kekuatannya tidak bisa menyelamatkannya dari takdir tragis.

Ketika Noland kembali bersama armada kerajaan untuk menunjukkan Kota Emas yang pernah ia temukan, kota tersebut sudah lenyap akibat Knock Up Stream.

Karena tidak menemukan apa yang dijanjikan, kerajaan menganggap Noland berbohong.

Ia pun dieksekusi sebagai penipu.

Tragisnya, Noland mati dalam keadaan mengatakan kebenaran.

4. Candelle — Wabah Penyakit

Upacara pemakaman Ratu Candelle dari Kerajaan Esperia dengan potret besar almarhumah dikelilingi para pelayat yang berduka.
Kematian Candelle, Ratu Kerajaan Esperia. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Candelle adalah Ratu Kerajaan Esperia dan mentor Brook dalam ilmu pedang.

Ia digambarkan sebagai wanita yang kuat, karismatik, dan disegani.

Namun kematiannya bukan datang dari peperangan atau duel.

Ketika Esperia diselimuti kabut misterius yang merusak kesehatan penduduk dan menghancurkan instrumen musik negeri itu, Candelle menjadi salah satu korbannya.

Ia meninggal karena wabah yang menyebar di seluruh kerajaan.

Kematian Candelle menjadi awal dari rangkaian tragedi yang kemudian menghancurkan Esperia dan mengubah hidup Brook selamanya.

5. Kuina — Jatuh dari Tangga

Kuina di One Piece. (Dok. Toei Animation/One Piece)
Kuina di One Piece. (Dok. Toei Animation/One Piece)

Ini mungkin salah satu kematian paling terkenal sekaligus paling mengejutkan di One Piece.

Kuina adalah rival masa kecil Roronoa Zoro.

Meski Zoro berlatih keras, ia tidak pernah mampu mengalahkan Kuina dalam satu pun duel.

Karena itulah Zoro bermimpi suatu hari nanti mereka akan kembali bertemu sebagai pendekar pedang hebat.

Namun kesempatan itu tidak pernah datang.

Kuina meninggal karena jatuh dari tangga.

Bukan karena pertarungan besar. Bukan karena musuh kuat.

Hanya kecelakaan biasa yang mengakhiri hidup seorang pendekar berbakat sebelum ia sempat mencapai potensi penuhnya.

6. Monet — Jantungnya Ditikam oleh Caesar Clown

Monet (dok. Toei Animation/One Piece)
Monet (dok. Toei Animation/One Piece)

Monet memang sempat bertarung di Punk Hazard, namun penyebab kematiannya bukan karena kalah dalam duel.

Sementara Vergo bisa dibilang "mati sebagai efek lanjut dari duelnya dengan Law," kematian Monet... situasinya beda.

Setelah konflik utama berakhir, Caesar Clown berusaha menusuk jantung Smoker yang ia pegang.

Masalahnya, Law telah menukar jantung-jantung tersebut sebelumnya.

Jantung yang ditusuk Caesar ternyata adalah milik Monet.

Monet pun tewas seketika.

Yang membuat kematian ini ironis adalah Caesar bahkan tidak berniat membunuhnya. Ia hanya menjadi korban dari kesalahpahaman yang lahir dari kecerdikan Trafalgar Law.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More