Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Pembahasan One Piece 1185, Kematian Raja Reuven oleh Shuri

Pembahasan One Piece 1185, Kematian Raja Reuven oleh Shuri
Momen One Piece ketika Shuri membunuh Raja Reuven, disaksikan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya Sih
  • Brook muda ternyata menjadi squire Ratu Candelle di Kerajaan Esperia, dan dari pelatihan itulah kemampuan pedangnya terbentuk sebelum tragedi besar melanda negerinya.
  • Wabah misterius menghancurkan Esperia, menewaskan Candelle serta membuat ekonomi kerajaan runtuh hingga memicu konflik dengan Pemerintah Dunia yang menuntut upeti berupa budak.
  • Kematian Raja Reuven terungkap bukan murni ulah Shuri, melainkan akibat teknik Domi Reversi yang dikendalikan Imu, menjadikan Shuri korban manipulasi tragis Pemerintah Dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

One Piece 1185 melanjutkan kilas balik Brook di Kerajaan Esperia.

Dan bisa dibilang, inilah bab yang akhirnya masuk ke inti tragedi flashback tersebut. Kita mulai memahami kenapa Brook selama puluhan tahun menyimpan kebencian mendalam terhadap Shuri, sosok yang kini dikenal sebagai Gunko.

Apa saja hal menarik dari One Piece 1185?

Table of Content

1. Brook ternyata adalah squire dari Candelle

1. Brook ternyata adalah squire dari Candelle

Brook berlatih menggunakan pedang bersama Candelle dalam adegan manga One Piece, memperlihatkan latihan teknik bertarung.
Brook ketika dilatih Candelle. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Bab ini mengungkap posisi Brook muda di Kerajaan Esperia.

Setelah diselamatkan dan dibesarkan di lingkungan istana, Brook menjadi squire dari Ratu Candelle. Dalam tradisi ksatria, squire pada dasarnya adalah murid atau pendamping yang dipersiapkan menjadi petarung.

Jadi selama ini sumber kemampuan pedang Brook akhirnya mulai terjawab.

Teknik-teknik pedangnya ternyata berakar dari pelatihan langsung di bawah Candelle, sosok yang sejak awal digambarkan sebagai wanita tangguh dan karismatik.

2. Tragedi Esperia dimulai dari wabah misterius

Upacara pemakaman Ratu Candelle dari Kerajaan Esperia dengan potret besar almarhumah dikelilingi para pelayat yang berduka.
Kematian Candelle, Ratu Kerajaan Esperia. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Nah, inilah awal dari kehancuran Esperia.

Ketika Shuri berusia sekitar 15 tahun, negeri musik itu diselimuti kabut misterius.

Kabut tersebut bukan sekadar mengganggu. Instrumen musik mulai rusak, kesehatan rakyat memburuk, dan jalanan yang biasanya dipenuhi melodi berubah menjadi lautan batuk dan penderitaan.

Narasi Oda menggambarkannya dengan cukup menyedihkan.

Dulu Esperia dikenal karena musiknya.

Kini suara yang terdengar hanyalah batuk para penduduknya.

Korban terbesar dari tragedi ini adalah Candelle.

Dan ironisnya, wanita yang selama ini digambarkan begitu kuat tidak gugur di medan perang ataupun duel besar. Ia meninggal akibat wabah yang perlahan menggerogoti negerinya.

Dampaknya tidak berhenti di situ.

Ekonomi Esperia runtuh hingga kerajaan tersebut tidak lagi mampu membayar upeti kepada Pemerintah Dunia.

Dan dari situlah bencana berikutnya dimulai.

3. Reuven memilih perang

Brook menyerang beberapa anggota Angkatan Laut dengan pedangnya di tengah reruntuhan bangunan dalam adegan manga One Piece.
Brook menebas Angkatan Laut. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ketika Pemerintah Dunia menuntut pembayaran, ternyata mereka menawarkan solusi yang mengerikan.

Sebagai pengganti upeti, Esperia diminta menyerahkan seribu budak.

Reuven menolak tanpa ragu.

Keputusan itu memicu perang terbuka melawan Pemerintah Dunia.

Bab ini juga memberi gambaran bahwa Brook muda memang bukan petarung biasa. Saat pertempuran pecah, ia diperlihatkan mampu menebas para prajurit Angkatan Laut dengan kemampuan yang sudah sangat tinggi.

Ini semakin memperkuat kesan bahwa Brook era Kerajaan Esperia mungkin jauh lebih berbahaya dibanding kesan yang selama ini ia tampilkan sebagai musisi eksentrik di Topi Jerami.

Namun pertempuran ini ternyata bukan ancaman terbesar yang menanti mereka.

4. Petunjuk besar di balik kematian Reuven

Adegan manga One Piece menampilkan Shuri berdiri setelah membunuh Raja Reuven di aula istana, disaksikan oleh Brook.
Momen One Piece ketika Shuri membunuh Raja Reuven, disaksikan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Bagian inilah yang paling menyakitkan.

Sepanjang bab, Oda terus menyorot kedekatan Brook dan Shuri.

Kita melihat mereka tumbuh bersama. Kita melihat mereka berduka bersama saat Candelle meninggal. Kita melihat berbagai momen yang menunjukkan bahwa hubungan mereka sebenarnya sangat hangat.

Lalu Oda menghancurkan semuanya dalam satu adegan.

Di akhir bab, Shuri terlihat berdiri di dekat jasad Reuven dan tersenyum. Mengatakan, "Perang akan selesai Brook. Tidakkah kau senang?"

Sekilas, adegan itu tampak mengonfirmasi tuduhan Brook bahwa Shuri adalah "putri pembunuh ayah."

Namun jika diperhatikan lebih teliti, ada keanehan besar.

Baik jasad Reuven maupun Shuri sang pembunuhnya memiliki tanduk dan sayap. Ciri yang sangat mirip dengan para korban Domi Reversi. Teknik yang kini kita tahu digunakan Imu untuk mengubah orang menjadi prajurit iblis yang tunduk sepenuhnya kepada kehendaknya.

Situasinya terasa sangat mirip dengan apa yang sempat ingin dilakukan Imu kepada Luffy dan Loki di Elbaph.

Bedanya? Luffy dan Loki berhasil menolak.

Shuri dan Reuven tampaknya tidak seberuntung itu.

Dan ada detail lain yang sangat mencurigakan.

Tak jauh dari lokasi kematian Reuven terlihat sosok besar yang sedang merokok cerutu. Sosok yang jelas bukan bagian dari keluarga kerajaan Esperia karena dia mengenakan seragam Kesatria Dewa.

Jika teori ini benar, maka Shuri bukanlah dalang tragedi tersebut. Ia hanyalah korban lain. Korban yang dipaksa membunuh ayahnya sendiri.

Sementara dalang sebenarnya adalah Imu dan pihak Pemerintah Dunia yang membawa Domi Reversi ke Esperia.

Yang membuat tragedi ini semakin pahit adalah selama puluhan tahun Brook tampaknya menyalahkan orang yang salah.

Ia melihat Shuri membunuh Reuven. Ia melihat senyum di wajah Shuri. Namun ia tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Dan sekarang, setelah melihat sendiri bagaimana Domi Reversi bekerja di Elbaph, Brook mungkin akhirnya mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan di balik kehancuran Kerajaan Esperia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More