Apa itu Naga Nidhogg di Mitologi Nordik? Ini Penjelasannya!

- Nidhogg adalah naga dalam mitologi Nordik yang hidup di bawah pohon dunia Yggdrasil, terus menggerogoti akarnya dan terkait erat dengan dunia kematian seperti Hel dan Niflheim.
- Namanya berarti “Penggigit Kebencian” atau “Penghukum Kehinaan”, mencerminkan perannya sebagai simbol kehancuran dan penghukum bagi para pendosa dalam kosmos Nordik.
- Kemunculan Nidhogg menjelang Ragnarok melambangkan ancaman tersembunyi yang akhirnya muncul, menjadi tanda kehancuran besar sekaligus bagian dari siklus pembaruan dunia.
Dalam kosmologi Nordik, sosok naga tidak selalu digambarkan sebagai penjaga harta atau makhluk heroik yang bisa ditaklukkan. Salah satu makhluk paling gelap dan simbolis adalah Nidhogg (Níðhǫggr), naga Jermanik yang hidup di bawah pohon dunia Yggdrasil.
Ia dikenal sebagai makhluk yang terus-menerus menggerogoti akar pohon tersebut dan memiliki kaitan erat dengan dunia kematian seperti Hel dan Niflheim.
Namun Nidhogg bukan sekadar monster penghancur. Namanya, perannya dalam Prose Edda dan Poetic Edda, serta kemunculannya menjelang Ragnarok membuatnya menjadi simbol yang menarik. Apa sih naga Nidhogg di mitologi Nordik? Yuk simak berikut ini!
1. Nama Níðhǫggr dan maknanya

Nama Níðhǫggr sendiri punya arti yang menarik. Bagian “-höggr” berarti pemotong atau penggigit. Sementara kata “níð” dalam budaya Viking adalah istilah untuk aib besar, stigma sosial yang bikin seseorang kehilangan kehormatan. Jadi, namanya bisa diartikan sebagai “Penggigit Kebencian” atau “Penghukum Kehinaan”.
Ada juga tafsir lain yang mengatakan awalan namanya berarti “ke bawah”. Kalau pakai versi ini, artinya jadi “Penggigit dari Bawah”. Dan ini cocok banget, karena Nidhogg memang tinggal di bawah Yggdrasil dan terus menggerogoti akarnya.
Bayangin aja, seluruh kosmos Nordik ditopang pohon raksasa, dan di bawahnya ada naga yang pelan-pelan merusaknya. Secara simbolis, ini kayak gambaran bahwa kehancuran itu selalu ada, bahkan ketika dunia terlihat baik-baik saja.
2. Kekuatan Nidhogg dan perannya sebagai penghukum

Dari sisi kekuatan, Nidhogg bukan hanya naga biasa. Ia memiliki daya tahan kosmis, mampu bertahan di wilayah paling gelap dan beracun di bawah dunia. Ia terus-menerus menggerogoti akar Yggdrasil tanpa henti, menunjukkan kekuatan fisik dan eksistensial yang luar biasa. Dalam beberapa bagian teks, ia juga digambarkan sebagai naga yang dapat terbang, memperlihatkan bahwa perannya tidak terbatas pada dunia bawah saja, melainkan juga memiliki dampak pada tatanan kosmos secara keseluruhan.
Dalam bagian Gylfaginning dari Prose Edda karya Snorri Sturluson, Nidhogg disebut sebagai makhluk yang menggerogoti salah satu dari tiga akar Yggdrasil. Akar tersebut berada di atas Niflheim, dan Nidhogg menggerogotinya dari bawah. Tindakan ini bukan sekadar perilaku hewan liar, melainkan bagian dari dinamika kosmis yang memperlihatkan bahwa pohon dunia terus mengalami tekanan dan penderitaan.
Di dalam puisi Völuspá pada Poetic Edda, Nidhogg digambarkan berada di Náströnd, wilayah dalam dunia bawah tempat para pendosa dihukum. Ia mengisap dan menggerogoti jasad mereka yang bersalah atas pembunuhan, sumpah palsu, dan perzinaan. Dalam masyarakat Viking yang menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, dosa-dosa tersebut termasuk pelanggaran berat. Nidhogg berperan sebagai simbol hukuman atas pelanggaran moral tersebut.
3. Nidhogg dan Pertanda Ragnarok atau kehancuran dunia

Dalam bagian akhir Völuspá, Nidhogg muncul sebagai naga gelap yang terbang dari Niðafjöll sambil membawa mayat di sayapnya. Banyak penafsir melihat adegan ini sebagai pertanda datangnya Ragnarok, peristiwa kehancuran besar dalam mitologi Nordik.
Kemunculan Nidhogg di langit setelah sekian lama berada di bawah akar Yggdrasil memberi kesan bahwa ancaman yang selama ini tersembunyi akhirnya muncul ke permukaan. Ia menjadi simbol bahwa kehancuran yang sebelumnya bekerja diam-diam kini mencapai puncaknya.
Namun mitologi Nordik juga dikenal dengan tema siklus dan pembaruan. Setelah Ragnarok, dunia diceritakan akan lahir kembali. Dalam kerangka ini, Nidhogg dapat dipahami sebagai bagian dari proses perubahan kosmik—kehancuran yang membuka jalan bagi tatanan baru. Ia bukan sekadar simbol akhir, melainkan bagian dari mekanisme keseimbangan antara kehancuran dan kelahiran kembali.
Nah itu dia naga Nidhogg di mitologi Nordik, bagaimana menurutmu?
















