Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

20 Kata Umpatan Bahasa Jepang, Hati-hati dan Jangan Asal Ucap!

20 Kata Umpatan Bahasa Jepang, Hati-hati dan Jangan Asal Ucap!
ilustrasi karakter anime (dok. Lerche/ Asobi Asobase)
Intinya Sih
  • Bahasa Jepang memiliki berbagai ekspresi untuk marah, kesal, dan mengejek seseorang dengan penggunaan yang bergantung pada situasi

  • Beberapa umpatan bahasa Jepang yang umum adalah baka, aho, kuso, urusai, dan yarou dengan arti yang berbeda-beda

  • Memahami makna umpatan bahasa Jepang membantu mengenali konteks percakapan di anime, drama, maupun kehidupan sehari-hari

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bahasa Jepang memiliki banyak ekspresi untuk menunjukkan marah, kesal, atau mengejek seseorang. Kata-kata tersebut sering muncul dalam anime, drama, dan percakapan sehari-hari. Namun, penggunaannya sangat bergantung pada situasi.

Beberapa umpatan bahasa Jepang yang umum adalah baka, aho, kuso, urusai, dan yarou. Masing-masing memiliki arti serta tingkat kekasaran yang berbeda. Jadi, sangat penting untuk memahami maknanya dengan tepat.

Table of Content

1. Umpatan bahasa Jepang saat marah

1. Umpatan bahasa Jepang saat marah

Umpatan bahasa Jepang saat marah
Luffy vs. Usopp (dok. Toei Animation/ One Piece)

Saat sedang kesal atau marah, orang Jepang kadang melontarkan kata-kata kasar untuk meluapkan emosi. Namun, penggunaannya sangat bergantung pada situasi dan hubungan antarlawan bicara.

  • Baka (ばか)
    Arti: Bodoh, tolol
    Makna: Umpatan paling umum dan cukup sering terdengar
    Contoh kalimat: Baka! Nani shiteru no? (Bodoh! Kamu sedang apa?)
  • Aho (アホ)
    Arti: Goblok, bego
    Makna: Lebih umum di wilayah Kansai, kadang terdengar lebih ringan dari baka
    Contoh kalimat: Aho ya na (Dasar bego ya)
  • Kuso (くそ)
    Arti: Sialan / brengsek
    Makna: Dipakai saat frustrasi pada keadaan
    Contoh kalimat: Kuso! Maketa! (Sial! Aku kalah!)
  • Chikushou (ちくしょう)
    Arti: Brengsek, sialan
    Makna: Seruan marah ketika sesuatu gagal
    Contoh kalimat: Chikushou! Mata dame da (Brengsek! Gagal lagi)
  • Urusai (うるさい)
    Arti: Berisik! Diam!
    Makna: Digunakan saat kesal karena suara atau omelan orang lain
    Contoh kalimat: Urusai! Damatte! (Berisik! Diam!)
  • Yarou (野郎)
    Arti: Bajingan / brengsek (untuk pria)
    Makna: Nada agresif dan menantang
    Contoh kalimat: Kono yarou! Yatte yaru! (Dasar bajingan! Akan kubalas!)
  • Temee (てめえ)
    Arti: Kamu sialan
    Makna: Cara sangat kasar menyebut “kamu”
    Contoh kalimat: Temee, nani surunda? (Hei sialan, mau apa?)
  • Fuzakeruna (ふざけるな)
    Arti: Jangan main-main! / Jangan bercanda!
    Makna: Dipakai saat marah karena diremehkan
    Contoh kalimat: Fuzakeruna! Ore wa shinken da! (Jangan main-main! Aku serius!)
  • Mukatsuku (ムカつく)
    Arti: Menjengkelkan
    Makna: Mengungkapkan rasa kesal pada seseorang
    Contoh kalimat: Ano hito, mukatsuku (Orang itu bikin kesal)
  • Shine (死ね)
    Arti: Umpatan sangat kasar (harfiah: mati)
    Makna: Sangat ofensif dan sebaiknya dihindari
    Contoh kalimat: Shine to ka iu na! (Jangan bilang begitu!)

2. Umpatan bahasa Jepang untuk mengejek

Umpatan bahasa Jepang untuk mengejek
Yuno Gasai (dok. asread./ Mirai Nikki)

Selain dipakai saat marah, beberapa umpatan bahasa Jepang juga digunakan untuk mengejek atau merendahkan seseorang. Biasanya kata-kata ini muncul dalam candaan kasar, konflik, atau dialog anime dan drama.

  • Doji (ドジ)
    Arti: Ceroboh
    Makna: Mengejek orang yang sering salah
    Contoh kalimat: Doji da ne, mata ochita yo (Ceroboh ya, jatuh lagi)
  • Noroma (のろま)
    Arti: Lemot, lambat
    Makna: Untuk mengejek orang yang lamban
    Contoh kalimat: Hayaku shiro yo, noroma! (Cepat dong, lemot!)
  • Usotsuki (嘘つき)
    Arti: Pembohong
    Makna: Menuduh orang suka bohong
    Contoh kalimat: Kono usotsuki! (Dasar pembohong!)
  • Debu (デブ)
    Arti: Gendut
    Makna: Ejekan fisik, sangat tidak sopan
    Contoh kalimat: Debu tte iu na (Jangan panggil gendut)
  • Busu (ブス)
    Arti: Jelek / buruk rupa
    Makna: Hinaan penampilan, ofensif
    Contoh kalimat: Ano hito ni busu tte itta (Dia bilang jelek pada orang itu)
  • Manuke (間抜け)
    Arti: Dungu, bloon
    Makna: Mengejek orang yang tidak peka atau ceroboh
    Contoh kalimat: Manuke da na, kizukanakatta no? (Bloon banget, nggak sadar?)
  • Kechi (けち)
    Arti: Pelit
    Makna: Menyindir orang yang terlalu hemat
    Contoh kalimat: Anta kechi da ne, zenzen ogoranai (Kamu pelit ya, nggak pernah traktir)
  • Kodomo ppoi (子供っぽい)
    Arti: Kekanak-kanakan
    Makna: Mengejek sikap yang childish
    Contoh kalimat: Sonna no, kodomo ppoi yo (Begitu mah kekanak-kanakan)
  • Inaka mono (田舎者)
    Arti: Orang kampung
    Makna: Ejekan sosial kepada orang desa/kurang modern
    Contoh kalimat: Inaka mono mitai na kakkou da ne (Gayamu seperti orang kampung)
  • Bakayarou (馬鹿野郎)
    Arti: Dasar tolol!
    Makna: Gabungan baka + yarou, lebih keras dari baka
    Contoh kalimat:Kono bakayarou! Nani yattenda! (Dasar tolol! Apa yang kamu lakukan!)

Dengan memahami berbagai umpatan bahasa Jepang, kamu bisa lebih selektif dalam memilih kata-kata yang sebaiknya kamu hindari. Semoga bermanfaat!

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

FAQ seputar umpatan bahasa Jepang

Apa umpatan bahasa Jepang yang paling umum?

Beberapa yang paling umum adalah baka, aho, kuso, urusai, dan yarou. Kata-kata ini sering muncul dalam anime, drama, maupun percakapan sehari-hari.

Apa arti baka dalam bahasa Jepang?

Baka berarti bodoh atau tolol. Ini termasuk umpatan yang paling sering digunakan di Jepang.

Apa bedanya baka dan aho?

Keduanya sama-sama berarti bodoh. Namun, aho lebih sering digunakan di wilayah Kansai dan kadang terdengar lebih ringan.

Apa umpatan bahasa Jepang yang sebaiknya dihindari?

Kata seperti shine, temee, dan bakayarou tergolong sangat kasar. Sebaiknya hindari penggunaan kata-kata tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Related Articles

See More