Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Comifuro Cocok untuk Newbie Event Pop Culture? Ini Analisisnya!

Apakah Comifuro Cocok untuk Newbie Event Pop Culture? Ini Analisisnya!
Kerumunan Comifuro 22 Day 1. Fotografer: Duniaku.com
Intinya Sih
  • Comifuro dikenal sebagai event pop culture besar di Indonesia dengan crowd padat, antre panjang, dan potensi membuat pengunjung kewalahan, bahkan bagi yang sudah terbiasa datang ke event serupa.
  • Daya tarik utama Comifuro terletak pada interaksi komunitas dan karya kreator lokal, bukan sekadar hiburan pasif atau bintang tamu internasional seperti di event pop culture lainnya.
  • Bagi pemula, Comifuro bisa terasa melelahkan karena jarak, kemacetan, dan keramaian; namun dengan ekspektasi realistis dan persiapan matang, pengalaman ini tetap bisa menyenangkan dan berkesan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah Comifuro Cocok untuk Newbie Event Pop Culture? Ini Analisisnya!

Pada titik ini, Comifuro terasa sebagai salah satu event pop culture terbesar di Indonesia. Jenis event yang saking banyaknya pengunjung berpotensi bikin koneksi internet hape bermasalah di dalam ICE BSD dan kemacetan begitu eventnya bubar.

Dengan situasi begitu saya rasa Comifuro juga adalah event yang paling mungkin membangkitkan FOMO. Bahkan yang tergolong bukan fans anime dan games bisa tergoda pingin ngintip juga apalagi kalau beranda medsos mereka ribut soal eventnya.

Tapi... apakah Comifuro cocok untuk newbie event pop culture? Orang yang tadinya lebih condong ke beneran awam dunia anime, tapi tergoda pingin datang ke ICE BSD saat ada Comifuro untuk melihat apa sih hype-nya? Ini analisis saya!

3. Comifuro Bukan Event yang Bisa Dinikmati Maksimal Secara Pasif

Kerumunan pengunjung memenuhi area pameran Comifuro 22 di dalam gedung besar dengan berbagai stan dan dekorasi bertema anime.
Comifuro 22. Fotografer: Fahrul Nurullah.

Kalau kamu berniat datang ke Comifuro dengan mindset, “Saya tinggal datang lalu otomatis terhibur,” itu... kurang tepat menurut perspektif saya.

Comifuro lebih rewarding kalau kamu: aktif eksplor, punya fandom tertentu, suka ngobrol, suka lihat karya kreator, atau datang dengan teman/komunitas.

Kalau tidak, ada kemungkinan besar cepat capek, bingung mau ngapain, muter tanpa arah, lalu pulang dengan: "hype-nya dari mana sih?"

Karena beda konser atau stage show besar, hiburan utama CF itu sering datang dari interaksi, discovery, dan rasa “menjadi bagian dari crowd fandom.”

4. Transport dan Stamina Itu Bagian dari Pengalaman

Comic Frontier 21.
Comic Frontier 21. (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Untuk yang rumahnya bukan di area BSD dan sekitarnya, ke ICE BSD di hari Comifuro itu... effort besar.

Banyak orang underestimate: jauhnya ICE BSD, panjangnya jalan kaki, antre shuttle, macet bubaran, hingga susahnya cari ojol saat crowd keluar bersamaan.

Jadi kalau kamu newbie dan membayangkan: “datang bentar terus santai pulang” realitanya bisa sangat berbeda.

Comifuro itu event yang kadang membuat orang sadar: “Oh, ternyata saya habis jalan belasan ribu langkah hanya buat lihat-lihat booth.”

Dan itu belum termasuk commuting yang bisa epik. Pulang terlalu sore bisa berarti ketemu kemacetan di sekitar ICE BSD (terutama setelah Day 1), antre shuttle bus menuju Stasiun Cisauk, lalu bahkan bisa jadi masih ada yang harus lanjut ganti line kereta.

Jadi, Apakah Comifuro cocok untuk newbie event pop culture?

Pengunjung memadati stan merchandise dan karya seni di acara Comifuro 22 yang digelar di dalam gedung besar dengan pencahayaan terang.
Comifuro 22. Fotografer: Fahrul Nurullah.

Jawabannya: bisa cocok, tapi tergantung ekspektasi dan persiapanmu.

Kalau kamu membayangkan event pop culture sebagai pengalaman santai seperti jalan-jalan di mall atau festival kecil, Comifuro mungkin akan terasa mengejutkan. Crowd besar, antre panjang, perjalanan jauh, hingga sensory overload bisa membuat event ini melelahkan bahkan untuk pengunjung veteran.

Tapi di sisi lain, justru skala besar itulah yang membuat Comifuro terasa spesial.

Sulit mencari event lain di Indonesia yang bisa menghadirkan ribuan orang dengan antusiasme fandom sebesar ini. Dari kreator lokal, cosplay, komunitas, sampai lautan merchandise fandom, ada energi unik yang membuat banyak orang tetap rela datang lagi meski tahu bakal capek.

Karena itu, kalau kamu newcomer:

  • jangan terlalu memaksakan diri,
  • jangan merasa harus melihat semuanya,
  • dan jangan kaget kalau badan terasa pegal setelah pulang.

Kalau memang hanya ingin “merasakan vibe Comifuro,” datang di hari kedua atau datang dengan target santai justru bisa jadi pengalaman yang lebih menyenangkan.

Pada akhirnya, Comifuro mungkin bukan event pop culture paling nyaman untuk pemula.

Tapi kalau kamu penasaran dengan seperti apa rasanya budaya fandom modern Indonesia dalam skala besar, event ini memang salah satu tempat terbaik untuk melihatnya secara langsung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Related Articles

See More