Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Ulasan Film The Shrine, Kolaborasi J-Horror dan K-Occult yang Mencekam

Ulasan Film The Shrine, Kolaborasi J-Horror dan K-Occult yang Mencekam
Dok. BY4M Studio (The Shrine)
Intinya Sih
  • Film The Shrine karya Kazuyoshi Kumakiri memadukan elemen J-Horror dan K-Occult, menghadirkan teror spiritual yang berakar pada mitologi Jepang, Korea, hingga Hindu.
  • Cerita berpusat pada serangkaian bunuh diri misterius di kuil terpencil Kobe, di mana dukun Korea Myung-jin dan Yumi menyelidiki kutukan yang lahir dari duka mendalam.
  • Dengan eksekusi cepat, atmosfer mencekam, serta akting kuat Kim Jae-joong dan Kong Seong-ha, film ini sukses menampilkan kolaborasi lintas budaya horor yang intens dan autentik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Disutradarai oleh sineas asal Jepang, Kazuyoshi Kumakiri, The Shrine hadir membawa dobrakan di kancah perfilman horor. Alih-alih mengekor formula film horor Korea pada umumnya, film ini dengan berani meleburkan karakteristik khas J-Horror dengan elemen okultisme (K-Occult) yang kental.

Apakah perpaduan dua elemen horor dari negara berbeda ini berhasil menciptakan teror spiritual yang efektif? Berikut ulasannya.

Table of Content

1. Dimulai dari Sebuah Kematian Misterius

1. Dimulai dari Sebuah Kematian Misterius

MV5BM2U1ZjY0MjItZjdiYi00NGI4LWIzZTAtNmNhOWNhZjZkNDIxXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. BY4M Studio (The Shrine)

Kisah bermula ketika serangkaian tragedi bunuh diri misterius menimpa sekelompok mahasiswa setelah mereka mencari sahabat yang hilang di sebuah kuil terbengkalai di Jepang. Menghadapi situasi buntu, seorang dukun bernama Myung-jin yang merupakan teman lama dari manajer para mahasiswa tersebut, turun tangan untuk mengungkap identitas roh jahat yang mengintai. Pada paruh pertama, narasi kental dengan nuansa kamikakushi, mitologi kuno Jepang tentang hilangnya seseorang secara misterius akibat ulah dewa atau roh. Namun, babak akhir justru memberikan kejutan penyelesaian yang melenceng dari dugaan awal, mengarahkan konklusi pada ritual pemujaan berakar pada mitologi Hindu yang ironisnya dilandasi oleh keputusasaan dan rasa duka akibat kehilangan orang tercinta.

2. Eksekusi Cepat Tanpa Basa-Basi

MV5BODkyOTg0MjAtNTBmNC00NjY0LThkYzYtZmNlYTdjYzYxZjZhXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. BY4M Studio (The Shrine)

Berbeda dengan banyak horor supernatural yang mengandalkan build-up lambat, The Shrine langsung tancap gas. Penonton tidak diberi ruang untuk bernapas karena rentetan adegan gore dan sadis langsung disajikan hanya beberapa menit setelah film dimulai. Bagi penonton yang bukan penggemar adegan berdarah, pembukaan ini mungkin akan terasa cukup mengintimidasi, namun eksekusinya terbukti sukses mengunci atensi dan membangun tensi yang tidak nyaman sejak awal.

3. Dinamika Lintas Bahasa dan Totalitas Peran

MV5BYzc0ZWQxYTUtYzhkYy00ZGM5LTkzZDAtNTcxM2U5MTgxMGUxXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. BY4M Studio (The Shrine)

Sebagai film koproduksi, film ini mengandalkan dialog yang memegang peranan krusial. Bahasa Korea mendominasi percakapan antarkarakter utama serta mantra ritual shamanisme yang dibawakan oleh Myung-jin. Di sisi lain, bahasa Jepang disematkan untuk membangun realisme latar desa terpencil di Kobe, di mana para mahasiswa dikisahkan fasih berbahasa Jepang sesuai dengan program studi mereka.

Dari segi performa, film ini patut mendapat apresiasi. Kim Jae-joong yang memerankan Myung-jin menandai comeback layar lebarnya setelah 14 tahun, dan penampilannya sebagai dukun yang berekspresi dingin terasa sangat karismatik. Kong Seong-ha sebagai Yumi juga berhasil menghidupkan rasa takut yang organik. Momen-momen histeris dan terornya dieksekusi dengan porsi yang pas tanpa jatuh menjadi berlebihan.

Didukung oleh jajaran pemeran pendukung lintas negara seperti Sato, Pastor Han Ju, Ji Eun, Ryosuke, Hee Jung, dan Kyoko, akting mereka sangat meyakinkan. Hal ini jelas terbantu oleh realitas syuting di lokasi yang dingin, gelap, dan terpencil di Jepang. Kelelahan fisik para aktor terpancar nyata di layar dan secara tak langsung mendukung nuansa depresif filmnya.

4. Kesimpulan

MV5BNTEyZTljNTktYTRiNC00YTk0LWJjNWEtYzNlOTE0Y2JiMGQ2XkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. BY4M Studio (The Shrine)

Sebagai produksi perusahaan Korea yang melibatkan 90% kru dari Jepang, The Shrine secara unik berhasil mengawinkan estetika atmosfer kelam khas J-Horror dengan intensitas okultisme K-Horror. Kumakiri dengan apik menggunakan pergerakan kamera yang sengaja dibuat tidak nyaman (unsettling camera work) untuk merefleksikan kepanikan dan stres yang dialami karakter, sehingga penonton turut terseret ke dalam sensasi klaustrofobia tersebut.

Secara keseluruhan, The Shrine menawarkan pengalaman thriller spiritual yang brutal dan menyegarkan. Film yang telah tayang lebih dulu di Korea Selatan pada 17 Juni ini, kini sudah dapat disaksikan di jaringan bioskop Indonesia mulai 10 Juli 2026, dan layak menjadi tambahan referensi tontonan bagi para penikmat horor supranatural lintas negara.

Sinopsis The Shrine (2026)

Tiga orang mahasiswa mengalami serangkaian tragedi dan bunuh diri misterius setelah berupaya mencari sahabat mereka yang hilang di sebuah kuil terbengkalai di pelosok Kobe, Jepang. Menghadapi teror yang semakin eskalatif, seorang dukun asal Korea bernama Myung-jin (Kim Jae-joong) yang juga merupakan kawan lama dari manajer para korban memutuskan untuk turun tangan langsung. Bersama Yumi (Kong Seong-ha), mereka memulai investigasi spiritual yang kelam untuk melacak entitas jahat di lokasi tersebut. Di tengah atmosfer desa yang terisolasi dan mencekam, pencarian ini menuntun mereka pada penemuan sebuah kepala patung pemujaan misterius yang tampaknya menjadi episentrum dari segala ancaman mematikan yang mengintai kelompok tersebut.

Pada awalnya, investigasi mereka seolah membenarkan adanya fenomena kamikakushi, sebuah mitologi kuno Jepang tentang hilangnya manusia secara gaib akibat campur tangan dewa atau roh setempat. Namun, seiring dengan digunakannya ritual syamanisme Korea untuk membongkar misteri tersebut, realitas yang jauh lebih kompleks mulai terungkap. Alih-alih murni kutukan roh lokal, akar kengerian ini justru mengarah pada praktik sekte pemujaan yang berkaitan dengan mitologi Hindu. Di balik segala rentetan kerasukan yang brutal dan mengancam nyawa, motif utama dari kutukan di kuil tersebut rupanya lahir dari sebuah tragedi yang sangat emosional: keputusasaan absolut dan rasa duka terdalam akibat kehilangan sosok tercinta.

The Shrine
2026
3/5
Directed by Kazuyoshi Kumakiri
Producer

Lee Eun-kyoung

Writer

CHOI Deuk-ryoung, NAMIKO So

Age Rating

13+

Genre

Kengerian, Misteri

Duration

95 Minutes

Release Date

06-02-2026

Theme

Horror, curse, demon

Production House

Mystery Pictures, Library Company

Where to Watch

Cinema XXI, CGV

Cast

Kim Jae-joong, Kong Seong-ha, Ko Hoon-jeong, Hina Kino, 나현진

Trailer The Shrine (2026)

Galeri The Shrine (2026)

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More