Penilaian Film Iron Lung, Teror Klaustrofobia di Lautan Penuh Darah

- Film Iron Lung (2026) garapan Mark Fischbach menghadirkan horor klaustrofobik yang intens, mempertahankan nuansa suram dan minimalis dari game aslinya dengan fokus pada atmosfer ketegangan daripada jump scare.
- Narasinya memperluas kisah game menjadi tragedi korporasi kelam, menyoroti eksploitasi manusia melalui karakter Simon yang terjebak dalam misi berbahaya di bawah kekuasaan tiran pasca peristiwa The Quiet Rapture.
- Dari sisi teknis, sinematografi Philip Roy menciptakan rasa sesak lewat sudut pandang sempit dan pencahayaan redup, menghasilkan pengalaman visual intens yang memperkuat tema isolasi dan
Film Iron Lung (2026) merupakan sebuah pembuktian ambisius dari Mark Fischbach, atau yang lebih dikenal sebagai Markiplier. Diadaptasi dari game indie pendek karya David Szymanski, film berdurasi 125 menit ini membawa penonton ke dalam sebuah ruang sempit yang penuh dengan karat, keringat, dan keputusasaan di tengah lautan darah yang menghantui.
1. Visi Sutradara dan Penghormatan pada Sumber Asli

Mark Fischbach menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga estetika "grungy" dan minimalis dari game aslinya. Sebagai sutradara, ia memilih untuk tidak mengandalkan jump scare murahan, melainkan berfokus pada pembangunan atmosfer yang lambat dan mencekam. Pilihan ini membuat film terasa seperti sebuah chamber piece atau pementasan ruang tunggal yang sangat intim namun menyesakkan, di mana penonton dipaksa ikut merasakan tekanan ribuan ton cairan di luar kapal selam.
Namun, kesetiaan Mark terhadap materi sumber ini menjadi pedang bermata dua. Ritme film terasa sangat lambat, terutama pada urutan pembukaan yang sangat panjang. Meski begitu, bagi para penggemar setianya, tempo yang "menyiksa" ini justru berhasil membangun rasa keterisolasian yang nyata. Mark seolah ingin penonton memahami bahwa di dalam Iron Lung, waktu adalah musuh yang sama menakutkannya dengan monster di luar sana.
2. Narasi Kelam dan Kritik Terhadap Eksploitasi

Naskah yang ditulis oleh Fischbach sendiri memperluas lore singkat dari gamenya menjadi sebuah tragedi korporasi yang kelam. Melalui peristiwa "The Quiet Rapture", penonton diperkenalkan pada sisa-sisa umat manusia yang tidak lagi memiliki rumah dan harus tunduk pada penguasa yang tiran. Karakter Simon, yang diperankan oleh Mark sendiri, digambarkan sebagai pion yang bisa dibuang demi kepentingan elit yang haus akan sumber daya di bulan berdarah tersebut.
Kekuatan narasi ini terletak pada dialognya yang tajam mengenai urgensi dan martabat manusia. Melalui interaksi Simon dengan suara Ava (Caroline Rose Kaplan) di interkom, film ini mengeksplorasi bagaimana kekuasaan sering kali membungkus kekejaman dengan kata-kata manis seperti "risiko yang terukur". Simon bukan sekadar penjelajah; ia adalah korban dari sistem yang lebih memilih kehilangan nyawa manusia daripada kehilangan data berharga.
3. Teknis Sinematografi: Estetika Klaustrofobia

Dari sisi visual, Iron Lung adalah pencapaian teknis yang menarik bagi sebuah film independen. Sinematografer Philip Roy menggunakan sudut pandang rendah dan lensa fish-eye secara konstan untuk mempertegas betapa sempitnya interior kapal selam tersebut. Kamera sering kali diletakkan dari sudut pandang benda-benda yang dipegang Simon, memberikan kesan bahwa ruang gerak karakter utama benar-benar terbatas dan terkungkung.
Penggunaan pencahayaan yang berkedip, pipa yang bocor, dan monitor tua yang berpasir menciptakan bahasa visual yang konsisten. Meskipun film ini menggunakan set yang itu-itu saja, blocking dan pergerakan kamera yang dinamis mencegahnya menjadi membosankan secara visual. Penonton dibuat merasa seolah-olah sudah berada di dalam "perut binatang" bahkan sebelum monster yang sebenarnya muncul di layar, menciptakan kecemasan konstan yang jarang ditemukan di film horor modern.
4. Sebuah Film yang Menarik, Tapi...

Iron Lung mungkin memiliki kekurangan dalam hal penyampaian eksposisi yang terkadang terasa kaku tidak nyambung dan tanpa konteks, namun semangat dan atmosfer yang dibangunnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini adalah surat cinta bagi genre horor kosmik yang membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bisa diatasi dengan visi yang kuat. Bagi yang ingin menyaksikan film horor "biasa" ada baiknya kamu mengerti atau memahami lore gamenya terlebih dahulu dan konsep nihilistik yang dipakai oleh David Szymanski dalam membuat game Iron Lung.
Sinopsis Iron Lung (2026)
Di masa depan setelah seluruh bintang dan planet berpenghuni lenyap secara misterius (The Quiet Rapture), umat manusia yang tersisa terpaksa mencari sumber daya di bulan-bulan mati. Simon (Markiplier), seorang narapidana yang dianggap sampah masyarakat, dikirim dalam misi bunuh diri ke sebuah lautan darah raksasa.
Ia dikurung di dalam Iron Lung, kapal selam tua rongsokan yang tidak memiliki jendela. Terjebak dalam ruang sempit yang bocor, Simon harus menavigasi kedalaman darah hanya mengandalkan sensor suara dan kamera buram. Namun, saat ia mulai memotret anomali di dasar laut, ia menyadari dua hal mengerikan: organisasi yang mengirimnya telah mengkhianatinya, dan ada sesuatu yang sangat besar sedang memburunya di kegelapan cairan merah tersebut.
| Producer | Jeff Guerrero, Will Hyde, Amy Nelson |
| Writer | Mark Fischbach |
| Age Rating | R13+ |
| Genre | Kengerian, Cerita Fiksi, Misteri |
| Duration | 125 Minutes |
| Release Date | 30-01-2026 |
| Theme | future, moon, submarine, expedition, post-apocalyptic future, hallucination, gore, space, underwater, convict, based on video game, trenches, cosmic horror, sea creature, claustrophobic, indie horror, slow burn, independent film, mysterious disappearance, body horror, blood, desolate planet, hallucinations, eldritch, planets, awestruck, mysterious caves, post-apocalyptic |
| Production House | Markiplier Studios |
| Where to Watch | CGV, Cinepolis |
| Cast | Mark Fischbach, Caroline Kaplan, Troy Baker, Elsie Lovelock, Elle LaMont |

















