Tim Avatar Aang dewasa bersama Tagah. (Dok. Paramount, Avatar Studios/Avatar Aang: The Last Airbender)
Selain menampilkan aksi pengendalian elemen yang spektakuler, trailer ini juga menunjukkan bahwa Aang tampaknya cukup dekat dengan Tagah.
Sekilas mungkin muncul pertanyaan:
Kenapa Aang terlihat begitu cepat menerima sosok misterius yang baru ia temui?
Namun trailer juga memberi petunjuk soal kondisi emosional Aang.
Di awal trailer, Katara mengingatkan Aang bahwa meski ia adalah Airbender terakhir, ia tidak pernah benar-benar sendirian.
Lalu ada dialog lain yang terasa jauh lebih menyentuh. Katara mengatakan bahwa berkat Aang, keempat bangsa kini hidup bersama dalam damai dan harmoni.
Namun Aang menjawab dengan nada getir:
"Semua kecuali kaumku."
Kalimat itu mengingatkan bahwa meski perang telah berakhir, kehilangan bangsa Pengembara Udara masih menjadi luka yang belum sembuh bagi dirinya.
Karena itu, tidak sulit membayangkan mengapa Aang bisa langsung melihat Tagah sebagai harapan. Setelah bertahun-tahun menjadi satu-satunya Air Nomad yang tersisa, tiba-tiba muncul seseorang yang berasal dari bangsanya sendiri.
Meski identitas dan niat Tagah masih misterius, reaksi emosional Aang terasa sangat masuk akal.