Apa Itu The Backrooms? Urban Legend Internet yang Siap Jadi Film Horor

The Backrooms bermula dari postingan anonim di forum 4chan tahun 2019, menampilkan foto ruangan kuning kosong yang kemudian berkembang jadi urban legend digital dengan berbagai teori dan versi.
Kisahnya menggambarkan seseorang yang “no clip” ke dimensi lorong tanpa akhir, menghadapi rasa tersesat, kesepian, serta makhluk misterius yang menambah suasana horor psikologis.
Studio A24 akan mengadaptasi The Backrooms menjadi film horor disutradarai Kane Parsons, dengan fokus pada isolasi, paranoia, dan ancaman misterius di tiap level dunia tersebut.
Nama Backrooms sering muncul di internet karena dimulai dari video horor yang viral sampai game yang bikin jantung ga tenang. Konsep satu ini sukses bikin banyak orang penasaran. Tapi sebenarnya, apa sih The Backrooms itu?
Nah, ternyata The Backrooms siap diangkat jadi film lho. Jadi sebelum versi layar lebarnya rilis, yuk kenalan dulu dengan asal-usul dan misteri The Backrooms yang bikin internet heboh!
Table of Content
1. Asal-Usul The Backrooms dari Forum Internet

The Backrooms pertama kali muncul dari postingan anonim di forum 4chan pada tahun 2019. Postingan itu cuma menampilkan foto ruangan kosong dengan karpet kuning kusam, dinding polos, dan lampu neon yang menyala terus. Dari satu gambar ruangan kuning itu, muncul narasi soal “no-clip” dan dunia lorong tanpa akhir.
Dalam konteks ini, “no-clip” adalah istilah yang berasal dari dunia video game. Biasanya, mode no-clip memungkinkan karakter menembus dinding atau objek padat, keluar dari batas peta, dan masuk ke area yang seharusnya tidak bisa diakses pemain. Konsep inilah yang diadaptasi dalam mitologi The Backrooms: seseorang tanpa sengaja “menembus” realitas, seolah-olah glitch dalam dunia nyata, lalu terjatuh ke ruang liminal berupa lorong-lorong kosong yang tak berujung.
Sejak saat itu, The Backrooms berkembang jadi urban legend digital dengan cerita yang makin luas, lengkap dengan berbagai teori dan versi dari para netizen.
2. Cerita Horor The Backrooms

Konon, seseorang bisa tiba-tiba mengalami “no-clip” dari dunia nyata, seolah realitas mengalami glitch, lalu terjatuh ke dimensi lain yang dipenuhi lorong-lorong kosong tanpa ujung. Karpet kuning kusam membentang sejauh mata memandang, lampu neon berdengung tanpa henti, dan dinding polos yang sama terus berulang seperti copy-paste tak berkesudahan.
Tidak ada pintu keluar yang jelas. Tidak ada jendela. Tidak ada penanda arah. Kamu seperti terjebak di ruang yang secara teknis ada, tapi terasa salah, seperti tempat yang tidak seharusnya bisa diakses manusia.
Horor The Backrooms bukan mengandalkan jumpscare semata. Justru yang paling mencekam adalah rasa tersesat, sunyi, dan kesadaran bahwa kamu benar-benar sendirian. Dunia itu terasa kosong, tapi pada saat yang sama terlalu sepi untuk terasa aman. Dan semakin lama kamu berjalan, semakin muncul pertanyaan yang mengganggu: apakah kamu benar-benar sendirian di sana?
3. Level-Level The Backrooms yang Makin Lama Makin Berbahaya

The Backrooms berkembang jadi dunia horor dengan banyak level berbeda, dan masing-masing punya tingkat bahaya yang nggak main-main.
Dari level 0 yang paling dikenal. Ada lorong berkarpet kuning dengan lampu neon yang terus berdengung. Suasana yang nggak nyaman jadi ancaman utamanya.
Naik ke Level 1, suasananya berubah jadi lebih gelap dan industrial. Banyak yang menggambarkannya seperti gudang luas dengan pipa-pipa di langit-langit. Di sini, mulai muncul kemungkinan adanya makhluk misterius yang berkeliaran.
Semakin dalam levelnya, makin aneh juga dunianya. Ada level yang dipenuhi kabut, ada yang seperti kantor kosong tanpa manusia, bahkan ada yang disebut hampir mustahil untuk bertahan hidup. Setiap level punya aturan berbeda, dan kamu nggak pernah benar-benar tahu apa yang menunggu di depan.
Konsep level yang terus bertambah inilah yang bikin The Backrooms terasa seperti dunia horor tanpa batas.
4. Makhluk Misterius di The Backrooms

Makhluk misterius yang disebut sebagai entities ini punya bentuk beragam. Ada yang digambarkan seperti sosok tinggi berbayang gelap, ada yang menyerupai manusia tapi wajahnya nggak jelas, sampai makhluk yang cuma terdengar suaranya tanpa pernah benar-benar terlihat.
Yang bikin merinding, mereka sering kali nggak langsung muncul di depan mata. Kadang cuma lewat lampu yang berkedip, suara langkah di lorong sepi, atau bayangan sekilas di ujung pandangan. Horornya lebih ke rasa diawasi dan diburu, bukan sekadar jumpscare.
5. The Backrooms Siap Jadi Film Horor

Setelah lama viral sebagai urban legend internet, The Backrooms akhirnya resmi menuju layar lebar. Proyek ini berawal dari video pendek berjudul The Backrooms (Found Footage) yang viral di YouTube pada 2022.
Adaptasi filmnya digarap oleh A24, studio yang dikenal lewat horor atmosferik dan psikologis. Kursi sutradara dipegang oleh Kane Parsons, kreator di balik video viralnya.
Beberapa nama yang sudah terkonfirmasi terlibat antara lain, Mark Duplass, Finn Bennett, Lukita Maxwell, dan Avan Jogja.
Dari sisi cerita, film ini tetap mengangkat premis dasar urban legend-nya: seseorang yang terjebak di lorong tanpa ujung. Namun versinya bakal memperdalam karakter dan ancaman misterius di tiap levelnya. Fokus horornya ada pada rasa terisolasi, paranoia, dan ketidakpastian di mana itu adalah elemen yang sejak awal membuat The Backrooms terasa berbeda.
Itulah penjelasan soal The Backrooms. Sekarang tinggal menunggu bagaimana versi filmnya menerjemahkan kengerian lorong tanpa ujung itu ke layar lebar. Menurut kamu, apakah The Backrooms bakal seseram versi internetnya?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar Backrooms
| Apa yang membuat Backrooms berbeda dari urban legend lain? | Backrooms berkembang secara kolektif. Banyak netizen ikut menambahkan level, makhluk, dan teori baru, sehingga dunianya terasa luas dan terus berkembang. |
| Apakah Backrooms sudah pernah diadaptasi selain film? | Ya. Selain video viral di YouTube, Backrooms juga sudah diadaptasi menjadi berbagai game horor indie yang mengusung konsep eksplorasi dan survival di lorong tanpa ujung. |
| Genre horor apa yang paling cocok menggambarkan Backrooms? | Backrooms lebih cocok disebut sebagai horor psikologis dan liminal horror. Fokusnya bukan pada jumpscare, melainkan rasa terasing, kesepian, dan ketidakpastian. |
| Kapan film Backrooms akan tayang? | Film Backrooms dijadwalkan rilis di bioskop pada 29 Mei 2026, jadi siap-siap catat tanggalnya biar kamu nggak ketinggalan! |

















