Gunko dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Sejauh ini hanya ada dua warga Esperia yang dipastikan masih hidup hingga era Luffy.
Yang pertama tentu saja Brook.
Dulu ia adalah pemimpin Raider Squad dari Battle Convoy Esperia, kemudian menjadi musisi dan pendekar pedang Bajak Laut Rumbar.
Namun perjalanan hidup Brook sendiri sangat tidak biasa. Setelah kematian seluruh kru Rumbar, kekuatan Yomi Yomi no Mi membawanya kembali ke dunia orang hidup. Karena jasadnya terlambat ditemukan, Brook pun bangkit sebagai tengkorak berjalan.
Jadi secara teknis, salah satu penyintas terakhir Esperia saat ini adalah sosok yang bahkan sudah pernah mati.
Sementara itu ada Shuri.
Nasib Shuri setelah jatuhnya Esperia masih menjadi misteri besar. Namun yang jelas, ia tidak mati dalam perang tersebut.
Entah bagaimana caranya, Shuri kemudian masuk ke lingkungan Mary Geoise, memperoleh nama baru Manmayer Gunko, dan akhirnya menjadi bagian dari keluarga Manmayer.
Jejak kehidupannya setelah tragedi Esperia bahkan dapat ditelusuri selama puluhan tahun. Ia terlihat sebagai pelayan Imu sekitar 56 tahun lalu, sudah menjadi Pedang Dewa saat Insiden God Valley 38 tahun lalu, dan kini dikenal sebagai salah satu anggota Kesatria Dewa.
Yang menarik adalah perubahan kepribadiannya.
Shuri yang diperlihatkan di flashback Brook adalah gadis ceria, hangat, dekat dengan musik, dan sangat akrab dengan Brook.
Sebaliknya, Gunko dikenal sebagai sosok dingin, kejam, dan nyaris tanpa emosi. Perbedaannya begitu besar hingga terasa seperti dua orang yang berbeda.
Meski begitu, beberapa bab terakhir menunjukkan bahwa kepribadian asli Shuri tampaknya belum sepenuhnya hilang. Dalam kondisi tertentu, ingatan dan emosi lamanya masih bisa muncul ke permukaan.
Masalahnya, setiap kali itu terjadi, Imu tampaknya mampu kembali menekan dan mengambil alih kendali.