Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
8 Fakta Kerajaan Esperia One Piece, Negeri Asal Brook
Brook di Kerajaan Esperia One Piece
  • Kerajaan Esperia, tanah kelahiran Brook, dikenal sebagai negeri musik yang akhirnya hancur akibat wabah mematikan dan perang melawan Pemerintah Dunia setelah menolak menyerahkan rakyatnya sebagai budak.
  • Keluarga kerajaan Esperia terdiri dari Raja Reuven, Ratu Candelle, dan Putri Shuri; tragedi besar terjadi saat Shuri membunuh ayahnya di bawah pengaruh misterius Domi Reversi.
  • Hanya dua warga Esperia yang diketahui masih hidup: Brook yang kini menjadi bajak laut tengkorak, serta Shuri yang berubah identitas menjadi Manmayer Gunko dan bergabung dengan Kesatria Dewa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Flashback Brook di Elbaph arc mengungkap salah satu negara yang sebelumnya tidak pernah disebut dalam cerita utama One Piece: Kerajaan Esperia.

Negeri ini ternyata memiliki hubungan yang sangat penting dengan masa lalu Brook. Bukan hanya tempat ia dibesarkan, tetapi juga lokasi terjadinya tragedi yang membentuk hidupnya selama puluhan tahun.

Yang menarik, menurut penuturan Brook, Esperia adalah negeri yang sudah tidak lagi eksis.

Lalu apa saja fakta menarik tentang Kerajaan Esperia?

1. Keluarga kerajaan terakhir Esperia

Reuven dan Candelle menolong Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Karena Brook menyebut Esperia sebagai negeri yang telah musnah, besar kemungkinan keluarga kerajaan yang muncul dalam flashback adalah keluarga kerajaan terakhir mereka.

Pemimpin Esperia saat itu adalah Raja Reuven.

Meski terkadang terlihat eksentrik dan jauh dari kesan seorang raja, Reuven sebenarnya adalah sosok yang sangat dihormati.

Dia bisa terlihat berkebun hanya dengan kaus dalam dan celana sederhana, namun di sisi lain juga merupakan pendekar pedang yang kuat dan pemimpin yang benar-benar memikirkan rakyatnya.

Di sisinya ada Ratu Candelle, wanita karismatik yang kemampuan bertarungnya luar biasa. Bahkan sebelum ia jadi ratu, Candelle adalah pemimpin pasukan tersebut.

Sementara itu, putri mereka adalah Shuri.

Nasib Shuri kemudian menjadi salah satu bagian paling tragis dari sejarah Esperia.

2. Esperia adalah negeri musik

Brook di Masa Kecilnya yang Miskin di One Piece Bab 1184

Jika ada satu hal yang paling identik dengan Esperia, itu adalah musik.

Negeri ini memiliki budaya musik yang sangat kuat. Ada sekolah musik, para pembuat instrumen, dan masyarakat yang tampaknya sangat dekat dengan seni tersebut.

Brook sendiri tumbuh dalam lingkungan yang menghargai musik, sesuatu yang kelak membentuk dirinya menjadi musisi legendaris yang kita kenal sekarang.

Karena itulah bencana yang menimpa Esperia terasa begitu menghancurkan.

Kabut misterius yang menyelimuti negeri itu bukan hanya merusak kesehatan penduduknya, tetapi juga menghancurkan instrumen-instrumen musik yang menjadi identitas nasional mereka.

Jalanan yang dahulu dipenuhi alunan musik perlahan berubah menjadi tempat yang hanya diisi suara batuk para penduduk.

3. Ada ketimpangan sosial yang cukup besar

Reuven dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Flashback Brook juga menunjukkan sisi lain dari Esperia.

Di satu sisi ada keluarga kerajaan dan kaum bangsawan. Di sisi lain ada kawasan yang dikenal sebagai Pembuangan Sampah, tempat Brook kecil hidup dalam kemiskinan.

Kontrasnya sangat terasa.

Saat Reuven masih menjadi pangeran, ia tumbuh dengan makanan mewah dan fasilitas kerajaan.

Sementara Brook harus bertahan hidup dengan makanan seadanya dari lingkungan kumuh.

Meski kemudian Reuven berusaha menolong Brook dan memberi kesempatan hidup yang lebih baik, menarik untuk melihat bahwa Esperia ternyata memiliki ketimpangan sosial yang cukup besar sebelum kehancurannya.

4. Hancur karena kombinasi wabah dan perang

Kematian Candelle, Ratu Kerajaan Esperia. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Kehancuran Esperia tidak terjadi karena satu penyebab saja. Negeri itu terkena dua bencana besar secara beruntun.

Yang pertama adalah kabut misterius yang bertahan selama berbulan-bulan.

Kabut ini merusak alat musik, menghancurkan kesehatan masyarakat, dan menyebabkan ribuan penduduk menderita penyakit paru-paru. Ratusan orang meninggal dunia. Salah satu korbannya adalah Ratu Candelle. Kematian Candelle terasa sangat tragis karena ia tidak gugur di medan perang, melainkan menjadi korban wabah yang melanda negerinya sendiri.

Masalah tidak berhenti sampai di situ.

Karena krisis berkepanjangan, Esperia tidak mampu membayar upeti kepada Pemerintah Dunia. Sebagai gantinya, Pemerintah Dunia meminta seribu budak.

Reuven menolak mentah-mentah tuntutan tersebut dan keputusan itu memicu perang.

Esperia harus menghadapi konflik besar ketika negerinya sudah berada dalam kondisi sangat lemah akibat wabah.

5. Putri kerajaan membunuh rajanya sendiri

Shuri membunuh Reuven, dilihat Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Salah satu momen paling mengejutkan dalam flashback Brook adalah ketika ia melihat Shuri membunuh ayahnya sendiri.

Peristiwa inilah yang selama puluhan tahun menjadi sumber kebencian Brook terhadap Shuri.

Namun kini situasinya terlihat jauh lebih rumit.

Ada beberapa detail yang tidak dipahami Brook saat kejadian berlangsung.

Baik Reuven maupun Shuri sama-sama terlihat memiliki tanduk dan sayap kelelawar, dua ciri yang kini identik dengan efek Domi Reversi.

Selain itu, terdapat sosok pria misterius yang merokok cerutu di ruangan yang sama.

Karena itu banyak pembaca mulai menduga bahwa tragedi tersebut sebenarnya bukan sekadar kasus seorang putri membunuh ayahnya melainkan hasil manipulasi pihak ketiga yang memanfaatkan Domi Reversi.

6. Battle Convoy adalah pasukan kerajaan Esperia

Shuri dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sebelum bergabung dengan Bajak Laut Topi Jerami, Brook pernah menyebut dirinya sebagai mantan anggota Battle Convoy dari sebuah kerajaan.

Kini kita tahu kerajaan yang dimaksud adalah Esperia.

Battle Convoy merupakan pasukan militer kerajaan tersebut. Brook sendiri pernah menjabat sebagai pemimpin Raider Squad di dalam organisasi itu.

Fakta ini juga menjelaskan mengapa kemampuan berpedang Brook sudah sangat tinggi bahkan sebelum ia bergabung dengan Bajak Laut Rumbar.

7. Diduga memiliki inspirasi dari Austria

ilustrasi Vienna atau Wina, Austria (pexels.com/Pálosi Ákos)

Ada teori menarik yang mengaitkan Esperia dengan Austria.

Eiichiro Oda pernah menyebut bahwa jika Topi Jerami hidup di dunia nyata, negara asal Brook adalah Austria.

Kebetulan yang menarik, Austria memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat musik dunia dan melahirkan banyak komponis legendaris. Esperia sendiri digambarkan sebagai negeri yang sangat erat dengan musik.

Selain itu ada pula kemiripan dari sisi nama.

Austria berasal dari istilah kuno Ostarrîchi yang berarti "wilayah timur." Sementara nama Esperia mengingatkan pada istilah Yunani kuno Hesperia, yang berarti "tanah barat."

Belum ada konfirmasi langsung dari Oda mengenai inspirasi ini. Namun kemiripannya cukup menarik untuk diperhatikan.

8. Penduduk Esperia yang diketahui masih hidup

Gunko dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sejauh ini hanya ada dua warga Esperia yang dipastikan masih hidup hingga era Luffy.

Yang pertama tentu saja Brook.

Dulu ia adalah pemimpin Raider Squad dari Battle Convoy Esperia, kemudian menjadi musisi dan pendekar pedang Bajak Laut Rumbar.

Namun perjalanan hidup Brook sendiri sangat tidak biasa. Setelah kematian seluruh kru Rumbar, kekuatan Yomi Yomi no Mi membawanya kembali ke dunia orang hidup. Karena jasadnya terlambat ditemukan, Brook pun bangkit sebagai tengkorak berjalan.

Jadi secara teknis, salah satu penyintas terakhir Esperia saat ini adalah sosok yang bahkan sudah pernah mati.

Sementara itu ada Shuri.

Nasib Shuri setelah jatuhnya Esperia masih menjadi misteri besar. Namun yang jelas, ia tidak mati dalam perang tersebut.

Entah bagaimana caranya, Shuri kemudian masuk ke lingkungan Mary Geoise, memperoleh nama baru Manmayer Gunko, dan akhirnya menjadi bagian dari keluarga Manmayer.

Jejak kehidupannya setelah tragedi Esperia bahkan dapat ditelusuri selama puluhan tahun. Ia terlihat sebagai pelayan Imu sekitar 56 tahun lalu, sudah menjadi Pedang Dewa saat Insiden God Valley 38 tahun lalu, dan kini dikenal sebagai salah satu anggota Kesatria Dewa.

Yang menarik adalah perubahan kepribadiannya.

Shuri yang diperlihatkan di flashback Brook adalah gadis ceria, hangat, dekat dengan musik, dan sangat akrab dengan Brook.

Sebaliknya, Gunko dikenal sebagai sosok dingin, kejam, dan nyaris tanpa emosi. Perbedaannya begitu besar hingga terasa seperti dua orang yang berbeda.

Meski begitu, beberapa bab terakhir menunjukkan bahwa kepribadian asli Shuri tampaknya belum sepenuhnya hilang. Dalam kondisi tertentu, ingatan dan emosi lamanya masih bisa muncul ke permukaan.

Masalahnya, setiap kali itu terjadi, Imu tampaknya mampu kembali menekan dan mengambil alih kendali.

Editorial Team

Related Article