Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

3 Petunjuk Shanks Tidak Berencana Jadi Rajak Bajak Laut One Piece

Kapal Bajak Laut Terbaik di One Piece, Mana yang Terbaik
Shanks dan Red Force (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Mimpi sejati Shanks adalah berlayar santai bersama Buggy, bukan menjadi Raja Bajak Laut.
  • Shanks berasumsi bahwa Ace akan menjadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya, bukan dirinya sendiri.
  • Shanks terasa enggan mengklaim dirinya akan jadi Raja Bajak Laut, dan lebih fokus pada tujuan untuk mengambil One Piece.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

One Piece 1082 mengungkap hal sedih soal Buggy. Dia mengaku pernah bermimpi jadi Raja Bajak Laut, tapi dia melihat potensi Shanks begitu besar sampai dia menyerah untuk mencapai mimpi itu. Karenanya dia merasa dikhianati ketika Shanks tidak langsung ingin ke Laugh Tale setelah eksekusi Roger, tanpa pernah mencoba mendengar alasan Shanks.

Saat Shanks akhirnya bergerak untuk meraih One Piece, Buggy merasa itu sudah terlambat dan memutuskan dia yang akan jadi Raja Bajak Laut.

Shanks sendiri sering disebut sebagai Anak Takdir oleh sosok seperti Scopper Gaban.

Tapi lucunya? Sejak awal, Shanks tampaknya tidak pernah memosisikan dirinya sebagai calon Raja Bajak Laut.

Bukan karena ragu akan kemampuannya. Bukan karena takut bersaing. Melainkan karena mimpinya berada di arah yang berbeda.

Di bawah ini, mari kita bedah petunjuk-petunjuk yang menunjukkan bahwa, terlepas dari ekspektasi dunia, Shanks mungkin memang tidak pernah berniat menjadi Raja Bajak Laut, bahkan sejak awal petualangannya.

1. Mimpi sejati Shanks

Shanks and Buggy
Shanks dan Buggy (dok. Toei Animation/One Piece)

Di bab 1152, kita diperlihatkan kilas balik 14 tahun lalu di Elbaph, ketika Shanks bertamu ke rumah Scopper Gaban.

Dalam percakapan santai namun sarat makna itu, mereka mengenang bahwa sudah sepuluh tahun berlalu sejak kematian Gol D. Roger. “Sudah selama itu? Pasti rasanya sudah lama sekali untukmu,” kata Gaban.

Jawaban Shanks justru mengejutkan: “Ya. Hidupku sudah berubah total. Rencanaku tadinya bergabung dengan Buggy dan hidup tenang sebagai bajak laut. Tapi bahkan di sini, di Elbaph, masih ada banyak hal yang harus kupelajari.”

Kalimat ini adalah pengakuan jujur yang nyaris meruntuhkan semua asumsi tentang Shanks.

Tidak ada ambisi menjadi Raja Bajak Laut. Tidak ada obsesi menaklukkan laut. Tidak ada keinginan menggantikan Roger.

Mimpi Shanks sejak awal hanyalah: berlayar santai, bersama Buggy, hidup bebas tanpa beban dunia.

Ini bukan mimpi seorang calon raja. Ini mimpi seseorang yang hanya ingin santai bersama sahabatnya.

2. Begitu mendengar soal Ace, Shanks langsung berasumsi anak Roger itu adalah Raja Bajak Laut generasi berikutnya

Visualisasi Portgas D. Ace, karakter ikonik dalam serial One Piece. (MyAnimeList)
Portgas D. Ace, karakter ikonik dalam serial One Piece. (MyAnimeList)

Lalu ada dialog di bab 1169, yang pada dasarnya terjadi setelah bab 1152. Masih 14 tahun lalu di Elbaph.

Gaban mengungkap dia dengar dari Garp soal Roger punya putra, sesuatu yang bahkan sempat tak diketahui Shanks.

Selain merasa bahwa anak Roger itu secara teknis berarti seperti adiknya, Shanks merasa karena anak itu punya darah Roger maka dialah yang akan jadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya.

Shanks, bajak laut karismatik yang baru saja sukses menyusup ke Mary Geoise dan baru saja desersi dari sana, otomatis merasa putra kandung Roger yang akan jadi Raja Bajak Laut. Bukan dirinya sendiri.

Ketika Gaban kemudian membalas, "Hei itu bukan posisi turun temurun. Kadang orang yang diberi ekspektasi besar malah akan gagal mencapai kejayaan itu."

Selain itu terasa seperti ramalan tak sengaja, mengingat apa yang terjadi pada Ace 12 tahun kemudian, Gaban seperti secara implisit menyampaikan Shanks (yang tidak punya darah Roger) juga bisa jadi Raja Bajak Laut.

Tapi momen ini seperti memberi indikasi Shanks tak pernah memandang dirinya pantas meraih gelar itu.

3. Shanks terasa enggan mengklaim dirinya akan jadi Raja Bajak Laut

Bounty Shanks lama. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Bounty Shanks lama. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Di dunia One Piece, sikap para bajak laut terhadap gelar Raja Bajak Laut umumnya terbagi dua.

Pertama, mereka yang masih optimis dan lantang menyatakan mimpi, seperti Monkey D. Luffy. Kedua, mereka yang pernah bermimpi tapi telah dihantam realitas, lalu menjadi lebih sinis dan pragmatis, contohnya Crocodile.

Yang menarik, Shanks tidak sepenuhnya cocok dengan salah satu kategori itu.

Saat Shanks akhirnya memutuskan untuk bergerak setelah Wano, pilihan katanya sangat spesifik. Ia tidak berkata, “Saatnya aku menjadi Raja Bajak Laut.” Ia berkata kepada Benn Beckman: “Mari kita ambil One Piece.”

Kalimat itu terasa... netral. Tujuannya adalah One Piece, bukan mahkota. Ambisinya diarahkan pada objek, bukan gelar.

Bandingkan dengan Buggy di bab 1082. Buggy dengan lantang menyalakan kembali mimpinya: "...kalau begitu aku ingin menjadi Raja Bajak Laut!”

Perbedaannya mencolok. Buggy menyebut gelar. Shanks menyebut langkah.

Pola ini sudah terlihat sejak awal cerita. Di bab 1, ketika Luffy berteriak penuh keyakinan bahwa ia akan menjadi Raja Bajak Laut, respons Shanks bukan tantangan atau kompetisi. Ia hanya berkata: “Hmm… jadi kamu akan menjadi lebih hebat dari kami, ya?”

Bukan:

  • “Kalau begitu kamu harus mengalahkanku dulu.”
  • atau “Tidak bisa, aku juga mengincar gelar itu.”

Semua ini membentuk satu pola konsisten: Shanks seperti enggan endeklarasikan ambisi menjadi Raja Bajak Laut, tidak memosisikan dirinya sebagai rival menuju mahkota, dan ketika bergerak pun, ia tetap menghindari klaim simbolik atas gelar itu.

Ini bukan soal kerendahan hati semata. Ini terasa seperti penolakan sadar terhadap peran tersebut.

Jika ini benar, maka hubungan Buggy dan Shanks semakin tragis

Buggy
Buggy (dok. Toei Animation/One Piece)

Lalu pertanyaannya: apakah semua petunjuk ini benar?

Tentu saja, konfirmasi akhirnya tetap harus menunggu Eiichiro Oda. Namun rangkaian indikasinya terasa konsisten. Shanks bukan hanya jarang menyatakan ambisi menjadi Raja Bajak Laut, ia seolah sengaja menghindari gagasan itu. Sampai ketika dia akhirnya memutuskan bergerak pun misinya "ambil One Piece" bukan "mari jadi Raja Bajak Laut."

Bahkan ketika mendengar kabar tentang putra kandung Gol D. Roger, reaksinya spontan: anak itulah yang akan menjadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya. Bukan dirinya.

Padahal, dari segi kekuatan, karisma, dan pengakuan dunia, Shanks jelas pantas. Dan Buggy, yang tumbuh bersamanya, sudah lama meyakini hal itu.

Di sinilah tragedinya.

Buggy mengubur mimpinya menjadi Raja Bajak Laut karena ia percaya Shanks akan mencapainya. Ia memilih berada di bayangan temannya, dengan keyakinan bahwa bayangan itu akan naik ke puncak dunia. Namun kini, semakin banyak petunjuk bahwa sejak awal Shanks justru merasa dirinya tidak pantas menyandang gelar itu.

Jika semua teori ini benar (bahwa Shanks tak pernah berniat jadi Raja Bajak Laut), bayangkan betapa pahitnya andai Buggy mengetahui kebenaran tersebut.

Bagi Buggy, itu bukan sekadar salah paham. Itu akan terasa seperti penolakan terhadap mimpi yang ia korbankan sendiri. Sosok yang ia yakini paling pantas justru mengalihkan mahkota itu ke orang lain, entah karena darah, takdir, atau beban sejarah.

Dan di situlah hubungan mereka menjadi semakin tragis: bukan karena pengkhianatan langsung, melainkan karena dua cara pandang yang sejak awal beda,

Buggy melihat Shanks sebagai sosok yang seharusnya menjadi Raja Bajak Laut. Shanks melihat dirinya sebagai orang yang tidak seharusnya duduk di singgasana itu, dan ada sosok lain yang seharusnya jadi Raja Bajak Laut.

Jika Buggy sadar akan hal ini, kekecewaannya mungkin justru akan semakin dalam, bukan karena Shanks gagal meraih mahkota, tetapi karena Shanks tidak pernah benar-benar menginginkannya.

Sementara itu? Yang Shanks inginkan sejak awal hanya berlayar santai sama Buggy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

4 Kemungkinan Kekuatan Buah Iblis Loki di One Piece! Zoan Mythical?

08 Jan 2026, 08:00 WIBAnime & Manga