5 Petunjuk Shanks Tidak Berencana Jadi Rajak Baja Laut One Piece!

- Shanks sejak awal tidak bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut; ia hanya ingin berlayar bebas bersama Buggy tanpa ambisi menggantikan Roger.
- Saat tahu Roger punya anak, Shanks langsung menganggap Ace sebagai calon Raja Bajak Laut berikutnya, menunjukkan ia tak pernah melihat dirinya layak memegang gelar itu.
- Tindakan Shanks mencuri tapi tidak memakan Gomu Gomu no Mi menegaskan bahwa tujuannya bukan kekuasaan, melainkan mencari sosok penerus sejati kehendak Roger.
One Piece 1082 mengungkap sisi tragis hubungan Shanks dan Buggy.
Buggy mengakui bahwa dulu ia pernah bermimpi menjadi Raja Bajak Laut. Namun ketika melihat bakat, karisma, dan potensi Shanks, ia merasa tidak akan pernah bisa mengungguli sahabatnya itu. Karena itulah Buggy mengubur mimpinya. Di matanya, Shanks-lah yang akan menjadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya.
Lalu datang momen yang menghancurkan harapan itu. Setelah eksekusi Gol D. Roger, Shanks justru memutuskan tidak langsung menuju Laugh Tale. Buggy merasa dikhianati. Dan ironisnya, ia pergi tanpa pernah mencoba mendengar alasan sebenarnya.
Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Shanks akhirnya bergerak untuk memperoleh One Piece. Namun bagi Buggy, itu sudah terlambat.
Yang menarik adalah: semakin banyak informasi yang terungkap soal masa lalu Shanks, semakin terasa bahwa ia memang tidak pernah memosisikan dirinya sebagai calon Raja Bajak Laut.
Bukan karena tidak mampu, melainkan karena sejak awal, mimpinya mungkin memang berbeda.
Table of Content
1. Mimpi sejati Shanks

Salah satu petunjuk terbesar muncul di bab 1152.
Dalam kilas balik 14 tahun lalu di Elbaph, Shanks berbincang santai dengan Scopper Gaban. Gaban menyinggung bahwa sudah sepuluh tahun berlalu sejak kematian Roger.
Jawaban Shanks cukup mengejutkan. Ia mengaku bahwa hidupnya berubah total. Lalu ia mengatakan sesuatu yang mungkin tidak pernah diduga pembaca: rencananya dulu adalah berlayar bersama Buggy dan hidup santai sebagai bajak laut.
Tidak ada ambisi menjadi Raja Bajak Laut. Tidak ada keinginan menggantikan Roger. Tidak ada obsesi terhadap Laugh Tale.
Yang diinginkan Shanks justru sangat sederhana: berlayar bebas bersama sahabatnya.
Kalimat ini terasa penting karena datang langsung dari Shanks sendiri. Dan jika memang itu mimpi awalnya, maka kemarahan Buggy menjadi jauh lebih tragis.
Buggy selama ini mengira Shanks membuang kesempatan menjadi Raja Bajak Laut. Padahal bisa jadi Shanks memang tidak pernah mengejar gelar itu sejak awal.
2. Begitu mendengar soal Ace, Shanks langsung berasumsi anak Roger itu adalah Raja Bajak Laut generasi berikutnya

Petunjuk menarik lain muncul di bab 1169.
Dalam percakapannya dengan Gaban, Shanks mengetahui bahwa Roger ternyata memiliki seorang putra.
Reaksi pertama Shanks sangat menarik. Ia langsung berasumsi bahwa putra Roger itulah yang akan menjadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya.
Padahal saat itu Shanks sudah berlayar bersama Roger sejak kecil, memiliki kru kuat, baru saja menyusup ke Mary Geoise, dan telah melakukan berbagai hal luar biasa yang bahkan tidak diketahui dunia.
Namun tidak sekalipun ia menyebut dirinya sebagai kandidat penerus Roger. Sebaliknya, pikirannya langsung tertuju pada Ace. Seolah-olah gelar itu memang bukan miliknya.
Gaban bahkan sampai mengingatkan: "Itu bukan posisi turun-temurun."
Kalimat tersebut terasa seperti ramalan. Bukan hanya karena Ace pada akhirnya gagal menjadi Raja Bajak Laut. Tapi juga karena Gaban seperti sedang mengingatkan Shanks bahwa seseorang tidak perlu memiliki darah Roger untuk mencapai puncak dunia.
Namun menariknya, Shanks tidak pernah menunjukkan bahwa ia mempertimbangkan kemungkinan itu untuk dirinya sendiri.
3. Shanks terasa enggan mengklaim dirinya akan jadi Raja Bajak Laut

Petunjuk berikutnya berasal dari cara Shanks berbicara.
Ketika akhirnya memutuskan bergerak setelah Wano, Shanks tidak berkata: "Saatnya aku menjadi Raja Bajak Laut."
Ia berkata kepada Benn Beckman: "Mari kita ambil One Piece."
Sekilas perbedaannya kecil, namun secara makna, itu sangat berbeda.
Luffy selalu berbicara tentang menjadi Raja Bajak Laut. Buggy kini juga terang-terangan menyatakan ingin menjadi Raja Bajak Laut. Bahkan tokoh seperti Crocodile atau Kid pun memahami bahwa One Piece dan gelar Raja Bajak Laut adalah tujuan utama.
Shanks justru selalu terdengar lebih fokus pada One Piece itu sendiri. Bukan pada gelarnya, mahkotanya, maupun statusnya.
Seakan ada sesuatu yang lebih penting daripada menjadi Raja Bajak Laut.
4. Bahkan sejak bab 1, Shanks tidak pernah memosisikan dirinya sebagai rival Luffy

Hal menarik lainnya bisa ditemukan jauh di awal cerita.
Ketika Luffy kecil dengan percaya diri menyatakan bahwa dirinya akan menjadi Raja Bajak Laut, bagaimana reaksi Shanks?
Dia tidak tertawa meremehkan, tidak mengatakan bahwa dirinya juga mengincar posisi itu, dan jug tidak menantang Luffy.
Sebaliknya, ia hanya tersenyum dan berkata: "Jadi kamu akan menjadi lebih hebat dari kami, ya?"
Kalimat sederhana ini terasa berbeda ketika kita renungkan lagi sekarang.
Karena bahkan sejak awal cerita, Shanks tidak pernah menempatkan dirinya sebagai kompetitor dalam mimpi Luffy. Padahal jika ia memang mengejar gelar yang sama, momen itu adalah kesempatan sempurna untuk mengatakannya.
5. Shanks mencuri Gomu Gomu no Mi namun tidak memakannya sendiri

Salah satu petunjuk paling menarik justru datang dari Gomu Gomu no Mi.
Setelah Elbaph arc mengungkap bahwa Shanks pernah menghabiskan waktu di Mary Geoise sebagai Pedang Dewa, banyak fans mulai curiga bahwa dia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Termasuk soal Buah Iblis yang kemudian terungkap sebagai Hito Hito no Mi, Model: Nika, dan betapa Gorosei dan Imu mencarinya.
Kalau benar demikian, maka pencurian buah itu dari kapal Pemerintah Dunia menjadi jauh lebih masuk akal.
Shanks tahu kapal itu dijaga CP9. Anak buahnya sudah tahu risikonya besar. Namun ia tetap menyerang.
Yang menarik adalah apa yang terjadi setelahnya: dia tidak memakan buah itu sendiri.
Padahal jika benar dia tahu pentingnya buah tersebut, bukankah tindakan paling logis adalah menggunakan kekuatan itu untuk dirinya sendiri? Apalagi Shanks jelas punya bakat dan Haki yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu petarung terkuat di dunia.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Buah itu hanya disimpan di peti.Jika tujuan Shanks adalah menjadi Raja Bajak Laut, sikap ini terasa aneh.
Namun jika tujuan Shanks adalah menemukan sosok yang tepat untuk mewarisi kekuatan itu, semuanya terasa jauh lebih masuk akal.
Karena itu muncul teori populer bahwa Shanks sebenarnya tidak pernah berniat memakan buah tersebut, ia mencari orang yang tepat untuk memakannya.
Terungkap bahwa putra Roger, Portgas D. Ace, sebenarnya berada di Kerajaan Goa pada periode yang sama. Jika Shanks mengetahui keberadaan Ace, mungkinkah tujuan awalnya memang mencari putra Roger itu? Ini soalnya akan terkait dengan Shanks langsung merasa bahwa putra Roger yang akan jadi Raja Bajak Laut selanjutnya begitu ia dengar keberadaannya dari Gaban.
Mungkinkah ia datang ke East Blue karena merasa Ace adalah kandidat yang layak untuk mewarisi kehendak Roger sekaligus kekuatan Nika?
Kalau teori itu benar, maka ironi terbesar dalam seluruh situasi ini adalah: Shanks mungkin datang mencari Ace namun yang memakan buah itu justru Luffy. Dan Luffy sendiri malah sejak awal lebih pas, karena punya mimpi misterius yang sama dengan Roger.
Jika ini benar, maka hubungan Buggy dan Shanks semakin tragis

Lalu pertanyaannya: apakah semua petunjuk ini benar?
Tentu saja, konfirmasi akhirnya tetap harus menunggu Eiichiro Oda. Namun rangkaian indikasinya terasa konsisten. Shanks bukan hanya jarang menyatakan ambisi menjadi Raja Bajak Laut, ia seolah sengaja menghindari gagasan itu. Sampai ketika dia akhirnya memutuskan bergerak pun misinya "ambil One Piece" bukan "mari jadi Raja Bajak Laut."
Bahkan ketika mendengar kabar tentang putra kandung Gol D. Roger, reaksinya spontan: anak itulah yang akan menjadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya. Bukan dirinya.
Padahal, dari segi kekuatan, karisma, dan pengakuan dunia, Shanks jelas pantas. Dan Buggy, yang tumbuh bersamanya, sudah lama meyakini hal itu.
Di sinilah tragedinya.
Buggy mengubur mimpinya menjadi Raja Bajak Laut karena ia percaya Shanks akan mencapainya. Ia memilih berada di bayangan temannya, dengan keyakinan bahwa bayangan itu akan naik ke puncak dunia. Namun kini, semakin banyak petunjuk bahwa sejak awal Shanks justru merasa dirinya tidak pantas menyandang gelar itu.
Jika semua teori ini benar (bahwa Shanks tak pernah berniat jadi Raja Bajak Laut), bayangkan betapa pahitnya andai Buggy mengetahui kebenaran tersebut.
Bagi Buggy, itu bukan sekadar salah paham. Itu akan terasa seperti penolakan terhadap mimpi yang ia korbankan sendiri. Sosok yang ia yakini paling pantas justru mengalihkan mahkota itu ke orang lain, entah karena darah, takdir, atau beban sejarah.
Dan di situlah hubungan mereka menjadi semakin tragis: bukan karena pengkhianatan langsung, melainkan karena dua cara pandang yang sejak awal beda,
Buggy melihat Shanks sebagai sosok yang seharusnya menjadi Raja Bajak Laut. Shanks melihat dirinya sebagai orang yang tidak seharusnya duduk di singgasana itu, dan ada sosok lain yang seharusnya jadi Raja Bajak Laut.
Jika Buggy sadar akan hal ini, kekecewaannya mungkin justru akan semakin dalam, bukan karena Shanks gagal meraih mahkota, tetapi karena Shanks tidak pernah benar-benar menginginkannya.
Sementara itu? Yang Shanks inginkan sejak awal hanya berlayar santai sama Buggy.





















