Tolak semua permintaan Alluka.
8 Kematian Paling Mengerikan di Hunter x Hunter! Bikin Gak Nyaman?

- Artikel membahas delapan kematian paling mengerikan di Hunter x Hunter, menyoroti cara Yoshihiro Togashi membangun momen tragis yang meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.
- Setiap kematian, mulai dari Neferpitou hingga Ponzu dan Pokkle, menunjukkan sisi kelam dunia Hunter x Hunter dengan kekerasan emosional dan fisik yang mengguncang.
- Tragedi terbesar adalah pembantaian Suku Kurta, di mana 128 anggota dibunuh brutal dan meninggalkan misteri pesan Meteor City yang masih menghantui penggemar hingga kini.
Yoshihiro Togashi tidak pernah ragu menghadirkan kematian brutal di Hunter x Hunter.
Bukan hanya karena darah dan kekerasannya, tapi juga karena cara kematian-kematian ini dibangun. Ada yang tragis, ada yang membuat tidak nyaman, dan ada pula yang masih menghantui pembaca hingga sekarang.
Apa saja yang paling mengerikan?
Table of Content
8. Neferpitou

Menariknya, Pitou masuk daftar ini meski ia sendiri terlibat dalam salah satu kematian paling sadis di seri ini.
Namun memang, kematiannya di tangan Gon terasa "istimewa."
Setelah mengorbankan seluruh potensinya, Gon menghajar Pitou dalam pertarungan yang sangat berat sebelah. Pitou praktis tidak punya kesempatan untuk melawan.
Yang membuat adegan ini terasa tidak nyaman adalah perubahan emosi pembaca.
Pitou sebelumnya telah menunjukkan sisi yang lebih manusiawi saat berusaha menyelamatkan Komugi. Karena itu, bahkan pembaca yang membenci Pitou karena nasib Kite dan Pokkle kadang kesulitan merasakan katarsis penuh saat melihat kematiannya.
7. Johness

Ketika Johness pertama kali muncul di Ujian Hunter, dia terasa seperti ancaman besar.
Ya mau gimana? Dia adalah pembunuh berantai yang telah membunuh banyak orang dengan tangan kosong.
Namun ternyata ada perbedaan kelas yang luar biasa antara Johness dan seorang anak keluarga Zoldyck.
Dalam satu gerakan cepat, Killua mencabut jantung Johness dari tubuhnya.
Yang membuat momen ini mengerikan adalah Johness bahkan masih sempat melihat jantungnya sendiri sebelum akhirnya tewas.
Momen ini juga menjadi peringatan pertama bahwa Killua jauh lebih berbahaya daripada yang terlihat.
6. Reina dan Kurt

Dua anak ini hanya warga biasa NGL.
Togashi bahkan sempat memberi mereka narasi singkat yang menggambarkan kehidupan mereka yang sederhana dan penuh harapan.
Lalu mereka bertemu Chimera Ant.
Kita kemudian beralih ke Chimera Ant Queen dan hanya diperlihatkan sisa darah serta aksesori mereka.
Togashi tidak perlu memperlihatkan kematian mereka secara langsung. Justru karena tidak diperlihatkan, adegan ini terasa semakin mengganggu.
Setidak-tidaknya, mereka ternyata kemudian bangkit kembali sebagai Chimera Ant: Kurt menjadi Colt, Reina menjadi Shidore.
5. Ponzu

Ponzu adalah salah satu peserta Ujian Hunter yang cukup berkesan.
Karena itu banyak pembaca mengira ia akan selamat saat memasuki Chimera Ant Arc.
Ternyata tidak.
Ketika berusaha mengirim pesan darurat mengenai ancaman Chimera Ant, Ponzu ditembak oleh pasukan Zazan.
Di anime, ia bahkan ditunjukkan ditembak berkali-kali.
Setelah itu, tubuhnya dimakan oleh Chimera Ant.
Nasib yang sangat tragis bagi karakter yang telah dikenal pembaca sejak awal seri.
4. Pokkle

Kalau Ponzu tragis, maka nasib Pokkle terasa seperti mimpi buruk.
Awalnya ia hanya lumpuh akibat racun.
Masalah sebenarnya datang setelah ia ditangkap Neferpitou.
Pitou kemudian membedah dan memeriksa otaknya untuk membuat Pokkle menjelaskan soal Nen.
Adegan ini termasuk salah satu yang paling tidak nyaman di seluruh manga.
Dan yang lebih mengerikan?
Setelah selesai mengambil informasi yang dibutuhkan, Pitou membiarkan tubuh Pokkle dicincang dan dijadikan makanan untuk Chimera Ant Queen.
3. Mitsuba

Mitsuba adalah pelayan pertama Alluka yang diperlihatkan dalam kilas balik.
Setelah mengetahui kemampuan Alluka, Kikyo Zoldyck memberinya tugas sederhana namun mustahil:
Masalahnya, permintaan Alluka saat itu bahkan tidak berbahaya. "Pegang tanganku." Hal-hal sederhana seperti itu.
Namun setelah beberapa kali penolakan, tubuh Mitsuba mendadak hancur seperti dihantam kekuatan tak terlihat dari langit.
Yang membuat adegan ini semakin tragis adalah Hassam, kekasih Mitsuba, ikut mati dengan cara yang sama meski bahkan tidak berdekatan.
2. Kasuga

Kasus Kasuga menunjukkan betapa mengerikannya harga yang harus dibayar ketika aturan Alluka dilanggar.
Sebelum Kasuga, ada pelayan bernama Yasuha yang meminta menjadi miliuner dan keinginannya dikabulkan.
Akibatnya, permintaan berikutnya menjadi jauh lebih berat.
Ketika Kasuga ditugaskan melayani Alluka, ia menerima janji bahwa dirinya dan kekasihnya akan selamat jika berhasil menjalankan tugas tersebut.
Masalahnya, permintaan Alluka sejak awal sudah: "Berikan livermu." Dan semakin ditolak semakin berat juga permintaannya.
Kasuga tentu tidak bisa memenuhi permintaan itu.
Konsekuensinya mengerikan.
Bukan hanya Kasuga yang mati. Sebanyak 67 orang ikut menjadi korban.
Skala tragedinya menjadikan ini salah satu kematian paling menyeramkan dalam seluruh seri.
1. Pembantaian Suku Kurta

Tidak ada kematian individual di Hunter x Hunter yang terasa lebih mengerikan daripada tragedi ini.
Sebanyak 128 anggota Suku Kurta dibantai. Banyak di antara mereka disiksa terlebih dahulu.
Mata Scarlet Eyes mereka dicongkel untuk dijual di pasar gelap.
Bahkan ada indikasi bahwa anak-anak disiksa di depan orang tua mereka demi menghasilkan warna merah yang lebih pekat pada mata mereka.
Yang membuat tragedi ini semakin menyeramkan adalah Togashi tidak benar-benar menggambarkannya secara langsung.
Ia hanya menjelaskan hasil akhirnya melalui laporan penemuan mayat.
Namun justru karena pembaca dipaksa membayangkannya sendiri, tragedi ini terasa jauh lebih mengerikan.
Dan sampai sekarang masih ada satu misteri besar yang belum terjawab.
Di lokasi pembantaian ditemukan slogan Meteor City:
"Kami menerima apa pun yang kalian tinggalkan. Tapi jangan pernah mengambil apa pun dari kami."
Ini adalah slogan yang biasanya digunakan ketika warga Meteor City merasa ada sesuatu yang telah direnggut dari mereka.
Yang membuat fans terus bertanya-tanya:
Apa sebenarnya yang dilakukan Suku Kurta hingga Phantom Troupe meninggalkan pesan tersebut di lokasi pembantaian?
Karena bahkan ketika Uvogin mati di Yorknew City, Phantom Troupe tidak meninggalkan slogan itu.
Dan pertanyaan itulah yang membuat tragedi Suku Kurta terasa semakin mengganggu hingga sekarang.












![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Karakter One Piece?](https://image.idntimes.com/post/20260618/upload_765a3522fd85742d7605770a01173249_4d932b36-2c10-44d8-9795-27cfbd85e72f.png)





