Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Apakah Militer Terlibat di Jujutsu Kaisen Culling Game? Ini Situasinya

Apakah Militer Terlibat di Jujutsu Kaisen Culling Game? Ini Situasinya
Militer di Jujutsu Kaisen Culling Game
Intinya Sih
  • Kenjaku memancing perhatian pemerintah dan militer dunia, terutama Amerika Serikat, dengan memperkenalkan energi kutukan serta potensi penyihir jujutsu sebagai sumber daya berharga.
  • Melalui manipulasi cerdik, Kenjaku mendorong operasi militer besar-besaran ke Jepang dengan dalih menangkap penyihir, padahal tujuannya untuk memperluas kekacauan dalam Culling Game.
  • Rencana tersembunyi Kenjaku adalah menjadikan tentara asing sebagai korban yang menghasilkan energi kutukan masif demi melanjutkan ritualnya terkait Master Tengen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Arc Culling Game dalam Jujutsu Kaisen bukan hanya konflik antara penyihir jujutsu dan kutukan. Di balik ritual mematikan tersebut, ada skala konflik yang jauh lebih besar, bahkan melibatkan pemerintah dan militer dari berbagai negara.

Hal ini terjadi karena salah satu dalang utama di balik Culling Game, Kenjaku, sengaja mengundang kekuatan luar untuk ikut campur. Tujuannya bukan sekadar menambah kekacauan, tetapi juga mendorong eksperimen besar yang berkaitan dengan energi kutukan.

Berikut penjelasan situasinya.

1. Militer dari Berbagai Negara, Terutama Amerika Serikat, Ikut Terlibat dalam Culling Game

Kenjaku bertemu pemerintah Amerika Serikat di Jujutsu Kaisen.jpg
Kenjaku bertemu Pemerintah Amerika Serikat di Jujutsu Kaisen Culling Game

Sebelum Culling Game dimulai, Kenjaku mengunjungi beberapa negara besar untuk memancing ketertarikan pemerintah mereka terhadap energi kutukan. Ia menjelaskan bahwa penyihir jujutsu hampir seluruhnya berada di Jepang dan memiliki kekuatan luar biasa yang bahkan tidak diketahui dunia.

Salah satu pertemuan penting terjadi di Gedung Putih, Amerika Serikat. Kenjaku dan Uraume bertemu dengan pejabat tinggi Amerika, termasuk presiden dan petinggi militer seperti Letnan Jenderal Garry K. Johnson.

Dalam pertemuan tersebut, Kenjaku memperkenalkan konsep energi kutukan dan menunjukkan keberadaan kutukan kepada para pejabat menggunakan kacamata khusus agar mereka bisa melihat makhluk tersebut.

Kenjaku juga menunjukkan rekaman kemampuan para penyihir yang sebelumnya direkam oleh Kokichi Muta. Dari situ muncul gagasan dari pejabat Amerika bahwa para penyihir bisa dijadikan sumber energi yang sangat berharga. Ketika Kenjaku mengungkap bahwa akan ada ritual besar di Tokyo pada bulan November, yaitu Culling Game, para pejabat mulai mempertimbangkan operasi militer untuk menangkap para penyihir tersebut.

2. Kenjaku Sengaja Mengundang Militer untuk Memburu Penyihir Jujutsu

Remi ditangkap militer Amerik Serikat di Jujutsu Kaisen Culling Game.jpg
Remi Ditangkap Militer di Jujutsu Kaisen Culling Game

Kenjaku secara sengaja memancing pemerintah dunia dengan ide bahwa para penyihir jujutsu bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Ia bahkan menyebut bahwa penyihir adalah minoritas kecil di Jepang, sehingga kesempatan seperti Culling Game tidak akan terjadi lagi.

Bagi para pejabat militer seperti Cyrus Veil, ini terdengar seperti peluang strategis. Jika mereka bisa menangkap penyihir hidup-hidup, maka mereka bisa memanfaatkan energi kutukan untuk berbagai kepentingan negara. Inilah yang membuat rencana operasi militer mulai dipertimbangkan secara serius.

Letnan Jenderal Garry K. Johnson sempat menyatakan bahwa satu kompi tentara saja sudah cukup untuk melakukan penculikan penyihir di Jepang. Namun Kenjaku justru menyarankan pengerahan satu batalion penuh, sekitar 800 tentara, agar operasi tersebut lebih efektif. Dengan kata lain, Kenjaku tidak hanya memberi informasi, ia secara aktif mendorong keterlibatan militer dalam ritual tersebut.

Salah satu korban yang ditangkap adalah Remi, wanita yang mengkhianati Megumi namun diampuni oleh Megumi. Saat dia ketakutan dan tak bisa berpartisipasi di dalam koloni, dia ditangkap militer Amerika Serikat.

3. Kenjaku Mengundang Militer untuk Dijadikan “Sumber Energi Kutukan”

Militer Amerika Serikat Terlibat Culling Game Jujutsu Kaisen.jpg
Militer di Jujutsu Kaisen Culling Game

Alasan sebenarnya Kenjaku mengundang militer dunia bukanlah untuk membantu mereka menangkap penyihir. Semua penjelasan tentang menjadikan penyihir sebagai sumber energi hanyalah umpan untuk memanipulasi pemerintah negara lain agar mengirim pasukan ke Jepang.

Tujuan asli Kenjaku jauh lebih kejam. Ia membutuhkan jumlah energi kutukan yang sangat besar untuk melanjutkan ritual besar yang berkaitan dengan rencananya terhadap Master Tengen. Energi dari para pemain Culling Game saja ternyata tidak cukup di beberapa koloni, sehingga ia membutuhkan cara lain untuk meningkatkan jumlah energi tersebut.

Di sinilah tentara asing menjadi bagian dari rencananya. Ketika manusia biasa mengalami ketakutan ekstrem atau mati secara tragis di dalam koloni, mereka melepaskan energi kutukan dalam jumlah besar.

Dengan memancing ribuan tentara masuk ke dalam koloni Culling Game, Kenjaku pada dasarnya menciptakan situasi di mana mereka akan dibantai oleh kutukan atau penyihir, dan kematian massal itu akan menghasilkan energi kutukan yang ia butuhkan untuk melanjutkan rencananya.

Dengan kata lain, militer dunia hanyalah pion dalam permainan Kenjaku. Mereka percaya sedang menjalankan operasi untuk menangkap penyihir dan mempelajari energi kutukan, padahal sebenarnya mereka sengaja dijebak untuk menjadi “bahan bakar” tambahan bagi ritual Culling Game.

Jadi konflik Culling Game memang cukup rumit, bagaimana menurutmu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More