Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Uniknya Kolaborasi Internasional PAPION dan Musisi Korea Selatan Dept

Go Internasional! PAPION dan Dept Kolaborasi Luncurkan 'Chocolate'.png
Dok. PAPION
Intinya sih...
  • “Chocolate” sebagai metafora cinta yang kompleks, menggambarkan spektrum emosi dalam cinta.
  • Memasukkan instrumen tradisional Indonesia yaitu kendang, menciptakan atmosfer intim dan dinamika tak terduga.
  • Dirilis dalam dua versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, menjangkau pendengar lintas budaya tanpa kehilangan makna.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

PAPION membuka langkah internasional perdananya melalui kolaborasi dengan musisi Korea Selatan, Dept, lewat single “Chocolate.” 

Dirilis menjelang Valentine, “Chocolate” tidak hadir sebagai kebetulan semata. Di banyak negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan China, cokelat telah lama menjadi simbol perayaan cinta sebagai cara sederhana untuk mengungkapkan perasaan, perhatian, dan kasih sayang kepada orang terkasih. PAPION mengadopsi perayaan kultural tersebut, namun membawanya ke ruang yang lebih reflektif.

Cinta dipandang sebagai sebuah rasa yang mendewasakan, karena di dalamnya selalu ada manis sekaligus pahit. 

Selengkapnya simak di bawah ini!


1. “Chocolate” sebagai metafora cinta yang lebih kompleks.

Go Internasional! PAPION dan Dept Kolaborasi Luncurkan 'Chocolate' 1.png
Dok. PAPION

Alih-alih menempatkan cokelat sebagai lambang romansa yang hangat dan ideal, PAPION dan Dept mengajak pendengar menyelami “Chocolate” sebagai metafora cinta yang lebih kompleks. Bagi Dept, lagu ini berangkat dari pengalaman personalnya dalam memaknai hubungan dan emosi. 

“Aku mengalami banyak cinta yang rasanya manis sekaligus pahit. Cinta itu tidak selalu manis. Kadang pahit, kadang sedih, dan sering kali semuanya bercampur,” ungkap Dept. “Lagu ini memuat banyak spektrum emosi dalam cinta, dan itu alasan kenapa aku membuatnya.” Tambahnya. 

“Chocolate” memetaforakan cinta yang berawal lembut dan memikat, lalu perlahan berubah menjadi getir yang menetap, layaknya cokelat itu sendiri. Emosi yang dihadirkan tidak hadir dalam dikotomi bahagia atau sedih, melainkan jujur, rapuh, dan berlapis. PAPION member Naia membagikan interpretasinya saat mendalami lirik lagu ini. 

“Aku membayangkan sebuah hubungan yang awalnya terasa luar biasa, penuh cinta di awal, hampir seperti love bombing,” jelas Naia. “Seiring waktu, perlahan jadi menjauh dan lupa bagaimana rasanya di awal. Kamu ingin kembali ke momen itu, tapi sudah tidak bisa. Rasanya pahit manis, seperti cokelat.” 


2. Memasukkan instrumen tradisional Indonesia yaitu kendang

Go Internasional! PAPION dan Dept Kolaborasi Luncurkan 'Chocolate'.png
Dok. PAPION

Secara musikal, nuansa melankolis dan minimalis khas Dept berpadu dengan warna vokal lembut PAPION, menciptakan atmosfer yang intim. Lagu ini diciptakan oleh Dept, yang juga memilih memasukkan instrumen tradisional Indonesia, kendang, sebagai salah satu elemennya. Proses kolaborasi ini menghadirkan dinamika yang tak terduga. PAPION member Naufa mengenang kesannya bekerja bersama Dept. 

“Dia orangnya kocak dan energinya tinggi banget, berseberangan dengan genre musiknya yang mellow dan slow. Justru kontras itu yang bikin proses kerja bareng jadi seru.” ungkap Naufa. 

Demi proses produksi, Dept meluangkan waktu hampir seminggu di Indonesia untuk mendalami budaya lokal. Ketertarikannya pada PAPION sendiri sudah tumbuh sejak sebelum kolaborasi ini terwujud. 

“Sejak aku mengenal PAPION dan mendengarkan ‘Push the Button,’ aku langsung merasa mereka sangat berbakat dan aku ingin berkolaborasi dengan mereka,” ujar Dept. 

Ketertarikan tersebut semakin menguat selama proses rekaman berlangsung. “Setiap member bernyanyi dengan sangat baik, dan saat proses rekaman aku benar-benar bisa melihat potensi mereka,” tambahnya. 

3. Dirilis dalam dua versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia

Dirilis dalam dua versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, “Chocolate” menegaskan ambisi PAPION dan Dept untuk menjangkau pendengar lintas budaya tanpa kehilangan maknanya. Melalui kolaborasi internasional pertamanya ini, PAPION tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menawarkan interpretasi baru tentang cokelat sebagai representasi cinta yang tidak selalu manis. Sebuah perasaan yang kadang meninggalkan luka, namun tetap membekas. 

Bersamaan dengan perilisannya, PAPION bersama Dept juga akan merilis visualizer resmi di YouTube. Mengusung pendekatan visual yang bersih dan minimal, visualizer ini menjadi perpanjangan emosi dari lagu 

Menurutmu gimana lagunya?


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Geek

See More

Uniknya Kolaborasi Internasional PAPION dan Musisi Korea Selatan Dept

30 Jan 2026, 20:00 WIBGeek