Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Zombie dari Komik Crossed Sangat Ditakuti?

Kenapa Zombie dari Komik Crossed Sangat Ditakuti?
(Dok. Garth Ennis, Avatar Comics/Crossed)
Intinya Sih
  • Infected di komik Crossed tetap cerdas seperti manusia, tapi kehilangan moral sehingga bertindak brutal dan sadis melebihi zombie biasa.
  • Dunia dalam Crossed digambarkan tanpa harapan karena virus menyebar cepat, peradaban runtuh, dan para infected mampu mengeksploitasi kepanikan manusia.
  • Komik Crossed dikenal ekstrem dengan visual gore dan tema disturbing yang menyorot sisi tergelap manusia, membuatnya ditakuti bahkan oleh penggemar horor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ada tren menarik yang lewat ke FYP TikTok pribadi saya. Tren ini biasanya menunjukkan orang-orang memutuskan bertindak ekstrem ketika mendengar mereka terjebak di zombie apocalypse versi komik Crossed karya Garth Ennis.

Kenapa zombie atau mungkin lebih tepatnya "infected" dari komik Crossed sangat ditakuti? Ini penjelasannya!

Table of Content

1. Para infected di Crossed bukan zombie biasa… mereka masih punya kecerdasan manusia

Ilustrasi komik menampilkan sekelompok karakter brutal dengan luka di wajah dan ekspresi marah dari seri Crossed karya Avatar Comics.
(Dok. Garth Ennis, Avatar Comics/Crossed)

1. Para infected di Crossed bukan zombie biasa… mereka masih punya kecerdasan manusia

Ilustrasi komik menampilkan seorang pria bersenjata menembak di hutan saat diserang oleh sosok berwajah menyeramkan dari belakang.
(Dok. Garth Ennis, Avatar Comics/Crossed)

Salah satu hal paling mengerikan dari infected Crossed adalah mereka bukan mayat hidup lamban seperti zombie klasik ala Night of the Living Dead.

Mereka masih bisa mengemudi, memakai senjata, memasang jebakan, bahkan bekerja sama dalam kelompok.

Yang hilang bukan kecerdasan mereka… melainkan rem moralnya.

Virus Crossed membuat seseorang melepaskan dorongan paling sadis dan brutal yang bisa dibayangkan. Mereka tidak sekadar ingin membunuh korban. Mereka ingin menyiksa, mempermalukan, dan meneror korbannya dengan cara paling kejam.

Itu membuat infected Crossed terasa lebih dekat ke "manusia yang kehilangan kemanusiaan" dibanding monster biasa. Dan justru itu yang bikin banyak orang merasa ngeri.

Zombie reguler "hanya" akan memakanmu.

Para Crossed akan menyiksamu habis-habisan dan mereka masih punya kecerdasaan untuk melakukannya dengan sebrutal mungkin.

2. Dunia Crossed nyaris mustahil diselamatkan

Ilustrasi dua karakter komik dengan wajah penuh luka berbentuk salib dan ekspresi marah, karya Garth Ennis dan Jacen Burrows.
(Dok. Garth Ennis, Avatar Comics/Crossed)

Di banyak cerita zombie, masih ada harapan. Militer bisa menang, ilmuwan bisa membuat vaksin, atau ada safe zone yang bertahan.

Di Crossed, situasinya terasa jauh lebih gak ada harapan.

Penyebaran virusnya sangat cepat. Peradaban runtuh hampir instan. Pemerintah dan militer di banyak wilayah kolaps sebelum sempat memahami apa yang terjadi.

Yang lebih parah, infected Crossed masih cukup pintar untuk mengeksploitasi kepanikan manusia.

Mereka bisa berpura-pura mati, menyergap orang, atau menyerang titik-titik vital yang menyebabkan kekacauan makin besar. Hasilnya adalah dunia yang terasa benar-benar rusak total.

Bahkan kalaupun kamu menemukan tempat aman bukan gak mungkin kerumunan Crossed suatu hari nanti akan menemukannya.

3. Komiknya sengaja dibuat sangat disturbing

Ilustrasi karakter komik dengan wajah penuh luka sedang menyerang seseorang sambil memegang kapak di latar gelap bernuansa oranye.
(Dok. Garth Ennis, Avatar Comics/Crossed)

Perlu diakui: reputasi Crossed juga datang dari bagaimana komik ini ditulis dan divisualisasikan.

Seri ini terkenal karena kontennya yang ekstrem: gore brutal, mutilasi, hingga eksplorasi sisi tergelap manusia.

Bahkan di antara penggemar horor sekalipun, Crossed sering dianggap "berlebihan banget sih."

Itulah kenapa banyak reaksi internet soal Crossed biasanya berbentuk: "Kalau apocalypse-nya ini, saya menyerah."

Bukan hanya karena ancamannya mematikan, tapi karena nasib yang mungkin dialami korban terasa jauh lebih buruk dari sekadar mati.

Penutup

Itulah kenapa infected dari Crossed begitu ditakuti di internet.

Mereka bukan sekadar zombie cepat atau monster brutal. Mereka adalah kombinasi mengerikan antara: kecerdasan manusia, hilangnya moral, dan dunia yang runtuh terlalu cepat untuk diselamatkan.

Tidak heran banyak meme dan video TikTok menggambarkan orang langsung kehilangan harapan begitu tahu mereka berurusan dengan "zombie yang mukanya ada salib merah."

Karena dibanding banyak dunia zombie lain… dunia Crossed memang terasa seperti salah satu yang paling buruk untuk dihuni.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More