Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

3 'Kutukan' yang Viral di Piala Dunia 2026! Ada Kutukan Speed?

3 'Kutukan' yang Viral di Piala Dunia 2026! Ada Kutukan Speed?
IShowSpeed nonton Piala Dunia 2026 (instagram.com/ishowspeed)
Intinya Sih

  • IShowSpeed disebut membawa 'Speed Curse' karena tim yang ia dukung sering kalah, meski beberapa kali kutukan itu gagal terbukti di Piala Dunia 2026.
  • VTuber Essie viral dengan 'Kutukan Essie' setelah banyak tim yang ia dukung tumbang, hingga akhirnya ia berhenti memposting karena menerima pesan tidak menyenangkan.
  • Meme 'Kutukan Miku' muncul dari lelucon kepemilikan Hatsune Miku antarnegara, di mana setiap kekalahan membuat Miku berpindah tangan dengan skor identik 2-1.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, fans biasanya jadi lebih peka terhadap berbagai "pola."

Kalau ada seseorang yang berkali-kali mendukung sebuah tim dan tim itu malah kalah terus, internet bisa dengan cepat menyimpulkan bahwa orang tersebut membawa kutukan.

Padahal, tentu saja, biasanya itu hanya kebetulan yang kebetulan sangat lucu.

Nah, selama Piala Dunia 2026, ada beberapa "kutukan" dari dunia hiburan yang sempat menjadi bahan lawakan netizen. Apa saja?

1. Speed Curse

Seorang penonton dengan stiker bendera Norwegia di pipi menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Brasil di stadion.
IShowSpeed nonton Piala Dunia 2026 (instagram.com/ishowspeed)

IShowSpeed menjadi salah satu sosok yang paling sering dibahas selama Piala Dunia 2026. Selain karena liputannya yang heboh, ia juga sempat dianggap membawa "Speed Curse," yaitu kutukan yang membuat tim dengan jersey yang ia kenakan berakhir kalah.

Tentu saja istilah ini tidak muncul hanya karena satu pertandingan.

Masalahnya "korban" kutukan ini cukup banyak, terutama Portugal (ketika melawan Spanyol) dan Brasil (ketika melawan Norwegia).

Meski begitu, Speed Curse juga tidak selalu berhasil. Saat Brasil menghadapi Jepang di babak 32 besar, Speed mengenakan jersey Brasil dan Brasil tetap menang. Ketika Speed pakai jersey Argentina ketika Argentina lawan Swiss, Argentina pun menang.

2. Kutukan Essie

Karakter virtual berambut pirang mengenakan jersey tim nasional Brasil dengan latar belakang bendera Brasil dan rias wajah bergaris hijau di pipi.
Awal dari "kutukan" Essie di Piala Dunia 2026. (x.com/essie_ch)

Kalau Speed Curse terasa kuat, maka Kutukan Essie terasa jauh lebih konsisten.

Estelle, atau yang lebih dikenal sebagai Essie, adalah VTuber independen yang mendadak viral karena tim yang ia dukung berkali-kali berakhir kalah.

Essie mendukung Brasil lawan Norwegia. Brasil kalah.

Setelah itu giliran Meksiko, Portugal, Amerika Serikat, dan beberapa tim lain yang tumbang tak lama setelah mendapatkan dukungan dari Essie.

Salah satu momen paling absurd terjadi ketika ia mendukung Argentina saat melawan Mesir. Argentina sempat tertinggal 0-2. Ketika unggahan dukungannya dihapus dan ia mengunggah cuitan dukungan ke Mesir, Argentina justru melakukan comeback dan menang 3-2.

Internet tentu langsung menganggap itu sebagai bukti baru kekuatan "Kutukan Essie."

Prancis sempat dianggap sebagai tim pertama yang benar-benar lolos dari kutukan tersebut ketika mereka mengalahkan Maroko.

Namun menjelang semifinal melawan Spanyol, Essie kembali mengunggah dukungan untuk tim Kylian Mbappe.

Hasilnya?

Prancis kalah 0-2 dari Spanyol.

Kutukan yang sempat dianggap telah berakhir pun hidup kembali.

Puncak meme ini terjadi ketika Essie mendukung Inggris menjelang semifinal melawan Argentina. Inggris akhirnya kalah setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 2-1.

Meski menjadi bahan bercandaan yang sangat populer, ada sisi kurang menyenangkan dari fenomena ini. Setelah laga Inggris melawan Argentina, Essie mengaku menerima sejumlah pesan yang tidak menyenangkan hingga akhirnya menghapus alamat email dari bio media sosialnya.

Ia kemudian menulis:

"i think mufa-chan will retire world cup posting for the rest of the cup as people do not know how to be kind ;w; thank u for all the silly clips and art and memes that have come from it though!"

Karena itu, penting untuk diingat bahwa semua ini hanyalah lelucon internet dan rangkaian kebetulan yang lucu. Tidak ada alasan untuk menyerang orang lain hanya karena hasil pertandingan sepak bola.

3. Kutukan Miku

Yang satu ini mungkin paling absurd sekaligus paling kreatif.

Kamu mungkin ingat ada meme dan fan art "Brazilian Miku" yang sempat populer di internet?

Karena itu ketika Brasil bertemu Jepang, sejumlah netizen bercanda bahwa pemenang pertandingan akan mendapatkan "hak kepemilikan" atas Hatsune Miku. Jepang adalah negara asal Miku, sementara Brazilian Miku jadi "varian" Miku yang disajikan dalam banyak karya, mulai dari fan art sampai cosplay. Menarik ketika kedua negara yang identik dengan Miku ini tanding di lapangan bola.

Lalu Brasil menang. Jadilah Miku dianggap "milik Brasil."

Namun kemudian Brasil kalah dari Norwegia.

Sejumlah netizen melanjutkan lawakan tersebut dengan membuat fan art dan unggahan yang menggambarkan Miku kini menjadi milik Norwegia.

Sejak saat itu Miku seolah berubah menjadi trofi bergilir.

Norwegia kalah dari Inggris, Miku pindah ke Inggris. Lalu Inggris kalah dari Argentina, Miku pindah lagi ke Argentina.

Yang membuat meme ini semakin lucu adalah seluruh pertandingan dalam rantai "perebutan Miku" tersebut berakhir dengan skor yang sama: 2-1.

Jadi saat artikel ini ditulis, Argentina dianggap sebagai pemegang hak terbaru atas Miku.

Kalau nanti Spanyol menang 2-1 atas Argentina di final dan Miku kembali berpindah tangan, internet mungkin akan menganggap tradisi tersebut resmi menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia 2026.

Jangan Dibawa Terlalu Serius

Pada akhirnya, semua "kutukan" ini lebih terasa sebagai rangkaian kebetulan lucu daripada sesuatu yang benar-benar mistis.

Bahkan Speed Curse dan Kutukan Essie beberapa kali terbukti gagal.

Meski begitu, justru karena tidak masuk akal dan terus menghasilkan momen-momen aneh, meme-meme tersebut menjadi bagian yang menghibur dari Piala Dunia 2026.

Yang penting, tetap nikmati sebagai bahan bercanda dan jangan sampai terbawa terlalu serius seperti yang dilakukan segelintir orang di internet.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More