Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Melihat Langsung Velocity® Moc Edisi Kolab COMPASS® × eye_C!

Melihat Langsung Velocity® Moc Edisi Kolab COMPASS® × eye_C!
Velocity® Moc edisi COMPASS® x eye_C. Fotografer: Fahrul Nurullah
Intinya Sih
  • COMPASS® dan eye_C berkolaborasi meluncurkan Velocity® Moc di spaCCCe Jakarta, menonjolkan kesamaan visi tentang desain, budaya, dan craftsmanship dalam fashion kontemporer.
  • Velocity® Moc edisi kolaborasi hadir dengan material genuine hairy suede yang memberi tekstur 'berbulu', tetap mempertahankan siluet moccasin toe khas serta tambahan tali mint kontras.
  • Desainnya mengusung filosofi understated minimalist dengan branding subtil, fokus pada proporsi, material, dan detail yang hanya terlihat jelas saat diamati dari dekat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, Duniaku.com - Pada Kamis (16/7/2026), redaksi Duniaku.com diundang ke spaCCCe Jakarta, Grand Wijaya untuk menghadiri Southeast Asia launch Velocity® Moc, versi kolaborasi dari COMPASS® × eye_C.

Apa saja yang menarik?

Simak di bawah ini!

1. Kolaborasi COMPASS® dengan eye_C

Sepasang sepatu Velocity Moc edisi kolaborasi COMPASS x eye_C dengan bahan suede cokelat dan tali hijau toska dipajang di atas podium.
Velocity® Moc edisi COMPASS® x eye_C. Fotografer: Fahrul Nurullah

Ini adalah yang disampaikan oleh COMPASS® untuk kolaborasi ini, "Tidak semua kolaborasi dimulai dari sebuah produk. Ada yang berawal dari cara memandang desain, budaya, dan keseharian melalui sudut pandang yang sama.

Bagi COMPASS® dan eye_C, titik temu tersebut lahir dari apresiasi yang sama terhadap craftsmanship, budaya, dan desain yang dibuat dengan penuh pertimbangan.

Sebagai platform online sekaligus publikasi fisik yang menghadirkan artikel, editorial, feature, dan wawancara seputar fashion serta budaya, eye_C mendokumentasikan orang, ruang, dan gagasan yang membentuk budaya kontemporer.

Melalui Velocity® Moc, COMPASS® dan eye_C menerjemahkan kesamaan tersebut menjadi sesuatu yang dapat dikenakan setiap hari sebagai refleksi dari filosofi yang mereka bagikan."

2. Velocity® Moc yang "berbulu"

Sepasang sepatu Velocity Moc edisi kolaborasi Compass x eye_C berwarna cokelat dengan tali hijau muda dipajang di galeri seni.
Velocity® Moc edisi COMPASS® x eye_C. Fotografer: Fahrul Nurullah

Kalau kamu pernah melihat Velocity® Moc edisi reguler, versi kolaborasi ini akan langsung terasa berbeda.

Siluetnya tetap mempertahankan ciri khas Velocity® Moc, dengan konstruksi moccasin toe. Namun kali ini COMPASS® menggunakan material genuine hairy suede, menghadirkan tekstur yang jauh lebih kaya tanpa mengubah bentuk dasarnya yang sederhana dan fungsional.

Hasilnya, siluetnya masih familier, tetapi tampilannya memberikan kesan "berbulu" yang langsung mencuri perhatian.

Pada unit yang dipamerkan, tersedia pula sepasang interchangeable mint laces yang memberi sentuhan warna kontras. Detail sederhana ini memungkinkan pemakainya menghadirkan karakter yang berbeda tanpa mengubah esensi desain sepatu.

3. Understated minimalist

Sepatu Velocity Moc edisi kolaborasi COMPASS x eye_C berwarna cokelat dengan tali biru muda dipamerkan di galeri seni.
Velocity® Moc edisi COMPASS® x eye_C. Fotografer: Fahrul Nurullah

Saya juga sempat menerima penjelasan dari Azmi Robby, Footwear Designer COMPASS®, mengenai filosofi desain Velocity® Moc edisi eye_C.

Benang merahnya adalah understated minimalist.

Seperti dijelaskan dalam siaran pers COMPASS®:

"Alih-alih mencari perhatian melalui bentuk yang berlebihan, koleksi ini menonjolkan proporsi, pemilihan material, dan detail yang semakin menarik ketika diamati lebih dekat. Hairy suede menghadirkan sensory contrast yang mematahkan garis-garis bersih siluet, menciptakan pengalaman visual sekaligus taktil yang lebih kaya."

Setelah melihat produknya secara langsung, saya merasa filosofi tersebut memang terlihat jelas.

Dilihat dari atas, Velocity® Moc edisi eye_C nyaris tidak memperlihatkan branding. Bahkan kalau dilihat dari depan pun, lidah sepatunya dibiarkan polos tanpa logo, padahal bagian tersebut biasanya menjadi salah satu lokasi branding pada banyak sneaker.

Di bagian belakang memang terdapat logo COMPASS®, tetapi logo eye_C dibuat begitu subtil. Warnanya menyatu dengan material hairy suede sehingga mudah terlewat jika tidak diperhatikan dari dekat.

Yang paling menarik, branding paling jelas justru berada di bagian insole. Artinya, logo tersebut hanya akan terlihat sebelum sepatu dipakai, lalu tertutup kaki pemiliknya.

Pendekatan ini terasa unik karena identitas produknya lebih ditujukan kepada pemakai dibanding orang lain yang melihatnya.

"Tujuan mereka itu untuk display produk yang detail-oriented, tactile, dan minimalis," ujar Azmi.

Seorang pria berpose dengan tanda damai di samping sepatu Velocity Moc edisi eye_C yang dipajang di galeri seni.
Azmi Robby, Footwear Designer COMPASS®, saat menjelaskan filosofi desain Velocity® Moc edisi eye_C. Fotografer: Fahrul Nurullah.

4. Tentang peluncuran globalnya

Seorang DJ memainkan musik di acara peluncuran sepatu SEA Velocity Moc edisi kolaborasi COMPASS x eye_C dengan latar dinding putih.
Momen di peluncuran SEA Velocity® Moc edisi COMPASS® x eye_C. Fotografer: Fahrul Nurullah

Peluncuran COMPASS® x eye_C Velocity® Moc diawali melalui sebuah launch party di Jepang pada 8 Juli 2026, mempertemukan dua komunitas yang sama-sama menghargai budaya, proses, dan desain yang memiliki cerita.

Koleksi ini kemudian tersedia secara global mulai 9 Juli 2026 melalui website resmi eye_C di www.eyecmag.com/shop, sebelum hadir untuk pasar Asia Tenggara pada 18 Juli 2026.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More