Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Kisah Kutukan Vtuber Essie di Piala Dunia 2026, Bahkan Prancis Kena?

Kisah Kutukan Vtuber Essie di Piala Dunia 2026, Bahkan Prancis Kena?
Awal dari "kutukan" Essie di Piala Dunia 2026. (x.com/essie_ch)
Intinya Sih
  • Essie, seorang Vtuber independen, jadi viral di Piala Dunia 2026 karena setiap tim yang ia dukung hampir selalu kalah, menciptakan fenomena lucu bernama 'Kutukan Essie'.
  • Meski sempat dianggap patah saat Prancis menang atas Maroko, kutukan itu hidup lagi ketika Prancis akhirnya tumbang dari Spanyol di semifinal.
  • Konsistensi prediksi salah Essie membuatnya jadi meme besar di komunitas sepak bola online, dengan fans bercanda bahwa dukungannya bisa menentukan nasib sebuah tim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Virtual YouTuber independen, Estelle yang akrab dipanggil Essie, mendadak menjadi salah satu figur paling dibicarakan selama Piala Dunia 2026. Bukan karena analisis sepak bolanya, melainkan karena betapa konsistennya tim yang ia dukung justru berakhir kalah.

Sampai-sampai, di titik tertentu, fans mulai bercanda bahwa dukungan dari Essie lebih berbahaya daripada lawan yang dihadapi sebuah tim.

Tapi seberapa parah sebenarnya "kutukan" Essie ini?

1. Awal mula "kutukan"

Karakter virtual berambut pirang mengenakan jersey tim nasional Brasil dengan latar belakang bendera Brasil dan rias wajah bergaris hijau di pipi.
Awal dari "kutukan" Essie di Piala Dunia 2026. (x.com/essie_ch)

Pada 5 Juli, menjelang laga Brasil melawan Norwegia, Essie mengadakan stream nobar bersama @RowaVNU. Ia secara terbuka mendukung Brasil, bahkan mengenakan jersey Brasil dalam unggahan X miliknya.

Hasilnya? Brasil kalah 1-2 dari Norwegia.

Yang membuat meme ini langsung berkembang adalah apa yang terjadi setelahnya.

Di hari yang sama, Essie beralih dukungan dengan unggahan:

"FRIENDSHIP ENDED WITH BRAZIL, VAMOS MEXICO!!"

Tak lama kemudian, Meksiko kalah 2-3 dari Inggris.

Keesokan harinya ia beralih mendukung Portugal.

Portugal kalah 0-1 dari Spanyol.

Tim berikutnya yang mendapat dukungan Essie adalah Amerika Serikat.

Amerika Serikat juga kalah.

Namun momen yang benar-benar membuat "Kutukan Essie" menjadi meme besar terjadi saat Argentina menghadapi Mesir.

Essie mendukung Argentina. Di tengah pertandingan, Argentina justru tertinggal 0-2. Situasinya menjadi begitu konyol sampai Essie akhirnya menghapus unggahan dukungannya dan beralih mendukung Mesir.

"Aku tidak ingin mengutuk Mesir, tapi aku ingin mereka menang 😭😭😭😭 Tolong Mesir, tolong!!!!!!" begitu cuitannya.

Tak lama kemudian, Argentina bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2.

Setelah itu, Essie bahkan dengan setengah bercanda dan setengah takut bertanya apakah ia masih boleh mengirim dukungan kepada Kolombia.

Kolombia kemudian kalah juga.

2. Ketika "kutukan" dikira patah

Di tengah rentetan hasil tersebut, ada satu tim yang sempat dianggap berhasil lolos dari kutukan: Prancis.

Essie mendukung Prancis ketika Les Bleus menghadapi Maroko di perempat final.

Dan seperti kamu tahu, Prancis menang.

Untuk pertama kalinya setelah serangkaian hasil buruk, tim yang didukung Essie justru berhasil lolos.

Muncul pertanyaan: apakah kutukan akhirnya berakhir? Apakah Essie akhirnya berubah dari pembawa sial menjadi pembawa keberuntungan? Atau seperti yang ia tulis sendiri: "Blessie"?

Namun harapan itu tidak bertahan lama.

Tim berikutnya yang ia dukung adalah Norwegia. "Sekarang aku bisa dengan bebas mendukung Haaland dan tidak ada yang akan memohon padaku untuk berhenti YAAAAAAAAAAAAAAAAY"

Lalu ketika pertandingannya beneran dimulai, Norwegia kalah 1-2.

Kemudian saat Spanyol menghadapi Belgia, Essie memakai jersey unik yang setengah Belgia dan setengah Spanyol.

Setelah Spanyol menang 2-1, ia menulis:

"Seperti yang kukira, pertandingan ketat tapi akhirnya Spanyol menang 2-1!!!! Blessie terus berlanjut!!!!!! Terima kasih sudah menonton bersamaku!"

Meski demikian, sejumlah pengguna langsung bercanda bahwa bagian jersey Belgia miliknya tampak sedikit lebih banyak bagian Belgia daripada bagian Spanyol.

Jadi mungkin, menurut logika internet, kutukan itu masih jalan.

3. Lalu datang kekalahan Prancis

Menjelang semifinal Prancis melawan Spanyol, Essie yang saat itu sedang berlibur tetap menyempatkan diri mengirim dukungan.

Ia menulis pada 14 Juli 2026:

"tomorrow... the dictator will take it home again... 🙏 I BELIEVE!"

"The Dictator" yang dimaksud tentu adalah Kylian Mbappe.

Julukan "Diktator Mbappe" sendiri menjadi salah satu meme sepak bola yang sangat populer sepanjang Piala Dunia 2026.

Namun hasil pertandingan pada 15 Juli 2026 justru menghidupkan kembali semua lelucon soal Kutukan Essie, yang sebenarnya sudah sempat dianggap "mati".

Prancis, tim yang sebelumnya berhasil lolos dari "kutukan" Essie, kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal.

4. Rangkaian prediksi salah yang ajaib

Kalau kita pikir baik-baik, "Kutukan Essie" mungkin tidak lebih dari rangkaian prediksi yang kebetulan salah secara luar biasa konsisten.

Tapi justru itu yang bikin situasi Essie makin lucu.

Banyak orang bisa salah menebak hasil pertandingan.

Namun tidak semua orang bisa membangun reputasi "konsisten hampir selalu salah" sampai titik di mana fans sebuah negara mulai berkeringat dingin setiap kali mereka menyatakan dukungan.

Di sisi lain, pendukung tim yang tidak didukung Essie justru sering merasa lega.

Contohnya adalah Spanyol sebelum semifinal melawan Prancis. Ketika Essie terang-terangan mendukung Prancis, banyak pendukung Spanyol justru menganggap itu sebagai pertanda baik.

Yang jelas, gara-gara ini, selama Piala Dunia 2026, ia berhasil menciptakan salah satu meme paling unik dan paling konsisten lucunya di komunitas sepak bola internet.

Oh, kalau kamu tertarik dengan konten Essie setelah rentetan "kutukan" ini, kamu bisa menonton dia di YouTube (youtube.com/@essiech) atau di Twitch (twitch.tv/essie_ch).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More