- Salat Ied
Apa Kepanjangan Mudik? Berikut Arti dan Asal-usulnya

Mudik berasal dari singkatan bahasa Jawa ‘mulih dilik’ yang berarti pulang sebentar.
Awalnya istilah mudik digunakan oleh perantau kota untuk kembali ke desa dalam waktu singkat.
Tradisi mudik mulai populer sejak 1970-an ketika banyak perantau di Jakarta pulang kampung saat libur Lebaran, dan kini menjadi kebiasaan tahunan masyarakat Indonesia lintas agama.
Mendekati Lebaran, masyarakat Indonesia biasa melakukan satu tradisi bernama mudik alias pulang ke kampung halaman. Budaya tersebut telah dilakukan sejak 1970-an dan masih berlangsung hingga saat ini.
Namun, tahukah kamu apa arti, asal kata, dan kepanjangan mudik? Faktanya, mudik merupakan singkatan dari bahasa Jawa, yakni mulih dilik yang artinya adalah pulang sebentar. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, baca sampai habis, ya.
Table of Content
1. Asal-usul kata mudik

Umumnya, orang-orang mengartikan mudik sebagai aktivitas kembali ke kampung halaman. Namun, tahukah kamu bahwa kata mudik berasal dari bahasa Jawa? Yap, seperti disinggung sebelumnya mudik merupakan singkatan dari mulih dilik yang artinya pulang sebentar.
Awalnya, istilah tersebut digunakan oleh perantau kota yang ingin pulang ke desa dalam waktu singkat. Namun, seiring berjalan waktu, kini kata mudik lebih sering dipakai untuk fenomena pulang kampung menjelang Lebaran dan menjadi tradisi tahunan di Indonesia.
2. Kapan awal mula mudik terjadi?

Berdasarkan situs Kementerian Perhubungan RI, fenomena mudik mulai muncul pada 1970-an. Pada waktu tersebut, Jakarta menjadi satu-satunya kota besar di Indonesia dan banyak orang dari berbagai daerah mencari nafkah di sana.
Saat mendapat libur panjang menjelang Lebaran, perantau di Jakarta memanfaatkan waktu tersebut untuk pulang kampung. Hal itu juga terjadi di kota besar lainnya yang mana hanya bisa melepas rindu dengan keluarga pada saat Lebaran.
Tradisi tersebut terus berjalan hingga saat ini dan tak cuma dilakukan oleh masyarakat Muslim saja. Bahkan, rasanya kurang afdal jika tidak mudik saat Lebaran atau libur panjang. Alhasil, banyak orang berbondong-bondong rela pergi ke kampung halaman meskipun harus terjebak macet di jalan selama berjam-jam.
3. Aktivitas mudik

Momen tahunan ini tak cuma soal temu kangen dengan keluarga, tapi juga ada melakukan kegiatan lain yang biasanya terjadi hanya saat hari raya. Contohnya seperti salat ied, bagi-bagi THR, makan opor dan ketupat, hingga foto dengan keluarga besar.
Salat ied merupakan aktivitas paling utama bagi umat muslim saat Idul Fitri dan Idul Adha. Kegiatan ini dilakuka pagi hari di masjid atau lapangan luas secara berjamaah.
- Halal bihalal
Setelah melakukan salat ied, kegiatan berikutnya di hari raya adalah berkunjung ke rumah sanak saudara dan kerabat untuk halal bihalal atau silaturahmi. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk saling memaafkan satu sama lain.
- Makan makanan khas Lebaran
Seperti yang kamu tahu, Lebaran identik dengan makanan khasnya seperti opor ayam, rendang, lontong sayur, sate, dan sebagainya. Itu baru makanan beratnya saja. Begitu di meja tamu, kamu akan melihat berbagai macam kue kering seperti nastar, putri salju, kastengel, dan masih banyak lainnya. Hanya pada waktu seperti inilah kamu bisa menyantap kue-kue tersebut.
- Ziarah kubur
Ziarah atau berkunjung ke makam orang-orang tersayang sudah menjadi tradisi paling melekat saat Lebaran. Kegiatan ini dilakukan dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qu'ran untuk mendiang dan sebagai pengingat akan kematian untuk kita.
- Bagi-bagi THR
Bagi-bagi THR atau Tunjangan Hari Raya merupakan hal paling ditunggu-tunggu saat hari raya. Pada momen ini, biasanya THR diberikan menggunakan amplop yang di dalamnya sudah ada uang pecahan baru. Dari anak kecil hingga orang dewasa selalu menantikan kegiatan bagi-bagi uang satu ini.
- Foto keluarga besar
Terakhir, jangan lupa untuk foto dengan keluarga besar. Dokumentasikan kebersamaan bersama keluarga di hari raya dan unggah ke media sosial untuk meramaikan momen Lebaran. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena tak sempat mengabadikan momen kumpul tersebut, ya.
4. Tips mudik agar selamat sampai tujuan

Bagi kamu yang akan melakukan mudik nanti, sebaiknya memperhatikan beberapa hal penting di bawah agar perjalananmu tetap aman dan nyaman. Yuk, simak satu per satu!
- Cek kendaraan
Hal paling penting sebelum berangkat mudik adalah cek kendaraan. Pastikan mobil atau motor yang hendak dipakai mudik dalam keadaan sehat. Lakukan perawatan sebelum melakukan perjalanan, mulai dari kampas rem, kondisi ban, hingga oli.
- Patuh terhadap lalu lintas
Saat di jalan, kamu harus taat pada aturan lalu lintas. Jangan sampai melanggar batas kecepatan atau ugal-ugalan di jalan, apalagi jika kamu membawa orang lain.
- Istirahat saat lelah atau mengantuk
Ketika kamu sudah merasa ngantuk atau lelah, segeralah menepi ke rest area atau posko mudik yang sudah disediakan untuk istirahat sejenak. Jangan terlalu memaksakan diri. Istirahatlah setiap 2-3 jam sekali.
- Siapkan obat-obatan
Selanjutnya, jangan lupa untuk selalu siapkan perlengkapan darurat seperti obat-obatan saat berkendara, terutama jika ada anggota keluarga yang punya penyakit tertentu.
Jadi, itulah kepanjangan mudik yang wajib kamu tahu. Sekarang, kamu juga tahu asal-usul kata tersebut beserta sejarahnya, kan? Kalau kamu berencana untuk pulang kampung, terapkan tips di atas dan hati-hati di jalan, ya!
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ seputar kepanjangan mudik
| Apa kepanjangan mudik? | Mudik sering dijelaskan sebagai singkatan dari “mulih dilik” dalam bahasa Jawa, yang berarti pulang sebentar ke kampung halaman. |
| Apakah ‘mudik’ benar-benar singkatan resmi? | Tidak juga. Sebenarnya, kata mudik bukan singkatan resmi, tapi istilah tersebut dibuat dan berkembang di masyarakat agar mudah untuk dipahami. |
| Kapan biasanya orang melakukan mudik? | Mudik paling sering dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri (Lebaran), tetapi juga bisa terjadi saat Natal, Tahun Baru, atau liburan panjang lainnya. |
| Mengapa tradisi mudik sangat populer di Indonesia? | Karena mudik menjadi momen untuk berkumpul dengan keluarga, menjalin silaturahmi, bagi-bagi THR, mengunjungi orang tua dan kerabat, hingga merayakan hari besar bersama di kampung halaman. |
















