Nidhogg di God of War Ragnarok
Dari sisi kekuatan, Nidhogg bukan hanya naga biasa. Ia memiliki daya tahan kosmis, mampu bertahan di wilayah paling gelap dan beracun di bawah dunia. Ia terus-menerus menggerogoti akar Yggdrasil tanpa henti, menunjukkan kekuatan fisik dan eksistensial yang luar biasa. Dalam beberapa bagian teks, ia juga digambarkan sebagai naga yang dapat terbang, memperlihatkan bahwa perannya tidak terbatas pada dunia bawah saja, melainkan juga memiliki dampak pada tatanan kosmos secara keseluruhan.
Dalam bagian Gylfaginning dari Prose Edda karya Snorri Sturluson, Nidhogg disebut sebagai makhluk yang menggerogoti salah satu dari tiga akar Yggdrasil. Akar tersebut berada di atas Niflheim, dan Nidhogg menggerogotinya dari bawah. Tindakan ini bukan sekadar perilaku hewan liar, melainkan bagian dari dinamika kosmis yang memperlihatkan bahwa pohon dunia terus mengalami tekanan dan penderitaan.
Di dalam puisi Völuspá pada Poetic Edda, Nidhogg digambarkan berada di Náströnd, wilayah dalam dunia bawah tempat para pendosa dihukum. Ia mengisap dan menggerogoti jasad mereka yang bersalah atas pembunuhan, sumpah palsu, dan perzinaan. Dalam masyarakat Viking yang menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, dosa-dosa tersebut termasuk pelanggaran berat. Nidhogg berperan sebagai simbol hukuman atas pelanggaran moral tersebut.